Home / Pemuda / Cerpen (halaman 2)

Cerpen

Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif.

Perempuan di Kereta

Aku bergeming, kemudian dia melanjutkan ceritanya. Dia asli Jakarta dan juga sedang kuliah S2 di salah universitas negeri di Jakarta, datang ke Bandung untuk menemui seseorang yang katanya penting baginya. Sebut saja nama perempuan ini Chelsy dan seseorang yang penting baginya itu bernama Angga. Chelsy dan Angga dulunya satu kampus dan satu kelas ketika masih kuliah S1 di Jakarta. Sejak semester dua, mereka berkomitmen untuk menjalin hubungan yang menurut mereka lebih serius dan hubungan itu berlanjut hingga kejadian yang terjadi beberapa jam lalu mengakhiri semua yang pernah mereka rajut.

Baca selengkapnya »

Rindu si Penguntit Cilik

Putri sangat menikmati saat-saat dia mengumpulkan asam bersama Dila. Namun tak jarang sifat usilnya tak bisa di tahan. Apalagi kalau melihat sarang tawon yang suka menempel di batang asam, meski takut dia tetap berusaha mencari cara untuk merusaknya. Melempar dengan batu atau menjuluknya dengan galah, hingga tiba saatnya Putri benar-benar tobat, berhenti mengganggu sarang tawon.

Baca selengkapnya »

Terlahir Kembali

Yunita masih di tempat tidur, terus memikirkan mimpinya. Apakah itu efek dari buku filsafat yang ia baca semalam dengan terus memaksakan diri? Akhirnya ia jadi memimpikan para filsuf yang saling berdebat mencoba memecahkan masalah pribadinya. Tapi para filsuf mimpi tetap tak bisa memberikan solusi apapun. Tak satu suarapun yang bermakna, semuanya hanya seperti dengung lebah yang terpantul dari dinding ruangan luas itu.

Baca selengkapnya »

Hari Terakhir Bersama Ayah

Kamis pagi yang kelabu, diikuti rintik demi rintik air yang jatuh dari langit. Tak ada aktivitas yang terlihat, semua bersembunyi di balik selimut hangat. Chika, gadis SMA yang mulai menapaki dunia remaja, mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Namun, apa daya ketika cuaca tidak mendukung sepenuhnya. “Chik, kenapa kamu melamun di jendela?”, kata Ibu.

Baca selengkapnya »

Kisah Si Gadis Es dan Mentoring

Saat anak-anak lain sibuk ikut bimbel sana-sini, mereka meneguhkan hati untuk tetap mentoring dan melanjutkan hafalan Qur’annya. Dan skenario indah-Nya kembali menyapa mereka. Kini mereka tengah berjuang di belahan bumi berbeda, di Perguruan Tinggi Negeri impian masing-masing setelah sebelumnya lulus tanpa tes masuk! Mereka yakin itulah bukti janji Allah.

Baca selengkapnya »

Hidayah dari Ujian

Di sanalah titik balik hidupku, keluargaku. Kami perlahan bertaubat, mendekatkan diri pada Allah, memahami kembali ilmu agama. Kami bukan hanya tak ingin lagi kejadian sama terulang, tetapi lebih takut jika sama sekali dibiarkan Allah dalam kesesatan sampai akhir.

Baca selengkapnya »

Akhi, Jangan Terlalu Baik Padaku Please!

Qian males ngobrol panjang lebar dengan yang bukan mahromnya. Dan orang di depannya itu selalu punya segudang pertanyaan dan bahan obrolan. Contohnya kek tempo hari pas Qian lagi jalan berdua sama sohibnya Amel dan seseorang tiba-tiba nyapa, bikin Qian yang pengen buru-buru pergi berkali-kali menahan langkah sambil berusaha menahan pandangan. Secara ada orang nanya masa dia kabur? Untung gadis itu punya alasan lagi buru-buru asli. Sejak saat itu Qian rada anti ketemu ama ikhwan yang always tersenyum lebar berinisial ‘Sagar’ itu.

Baca selengkapnya »

Pilihan Terbaik-Nya

Waktu yang diberikan Aiman tak ku sia-siakan lagi. Telah ku sampaikan kepada Ibu jika aku memilih lelaki yang ku mengharapkan kepada Allah jika bersamanya ketaatanku kepada Allah semakin bertambah. Aku memilih Rizal Abdullah sebagai calon suamiku. Segala urusannya telah ku serahkan kepada Ibu. Keluarga kami tak mengatur pertemuanku dengan Rizal, bahkan ketika waktu akad telah ditentukan, hanya saja Ibuku yang pernah menemui Rizal, dan Ibu dari Rizal yang menemuiku. Akad dilaksanakan di rumahku, dan resepsi di laksanakan di gedung, karena undangan dari pihak lelaki lebih banyak, dan rumahku tak mencukupi bahkan yang ku dengar ada beberapa rombongan dari luar negeri dan luar daerah yang sampai menginap di hotel untuk menghadiri acara walimahan kami.

Baca selengkapnya »

Teman Belajar Menghafal Alquran

Darinya aku tahu, bahwa untuk bisa menghafal mereka butuh membaca sedang yang mampu membaca al quran tidaklah bayak. Kelas lima dibagi menjadi tiga kelompok, tiap kelompok ada yang pandai membaca sehingga yang pandai membaca membacakan bagi kelompoknya untuk ditirukan berulang ulang sampai hafal, jika hendak dihafalkan dikelas pasti akan riuh dan tidak jadi menghafal karenanya dilakukan di luar kelas. Bentuk kelompok juga memacu siswa untuk menjadi kelompok yang terbaik.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization