Home / Dasar-Dasar Islam / Tazkiyatun Nufus

Tazkiyatun Nufus

Tadarus Al-Quran

Tadarus Al-Quran adalah aktivitas interaksi terhadap Al-Quran, baik dengan membacanya, memahaminya, mengkhatamkannya, mendengarnya, mentadaburinya, menghafalnya dan mempelajarinya. Selama ini tadarus dipahami hanya sebatas membaca dan mengkhatamkan Al-Quran. Semua aktivitas yang berkaitan dengan Al-Quran ini bertujuan untuk mengamalkan Al-Quran. Maka sangatlah keliru bila seseorang mengklaim dirinya mengamalkan Al-Quran tanpa membaca, memahami dan mempelajarinya.

Baca selengkapnya »

Meraih Keutamaan Bulan Ramadhan

Begitu banyak keutamaan dan kelebihan yang dimiliki oleh Ramadhan sehingga Rasulullah saw memberi gelar kepada bulan Ramadhan dengan sebutan sayyid asy-syuhuur (penghulu segala bulan). Oleh karena itu, perbanyaklah ibadah dengan semaksimal mungkin di bulan Ramadhan ini sesuai dengan petunjuk Nabi Saw, agar kita dapat meraih berbagai keutamaan yang disediakan Allah Swt pada bulan yang mulia ini.

Baca selengkapnya »

Tiga Penyelamat dan Tiga Perusak

Rasulullah SAW berkata, “Ada tiga hal yang menyelamatkan dan tiga hal yang merusak. Yang menyelamatkan adalah takwa kepada Allah dalam sepi maupun ramai, berkata benar (adil) dalam kondisi ridha maupun marah, dan bersikap sederhana dalam keadaan kaya maupun miskin. Sedangkan yang merusak adalah bakhil yang kelewatan, nafsu yang diikuti, dan menyombongkan diri sendiri.” (HR Baihaqi).

Baca selengkapnya »

Empat Amalan Surga Dalam Satu Hari

Suatu hari Rasulullah SAW bertanya, “Siapa di antara kamu yang berpuasa hari ini?”. Abu Bakar RA menjawab: “Aku”. Rasulullah SAW bertanya lagi, “Siapa di antara kalian yang telah mengikuti pemakaman hari ini?” Abu Bakar RA berkata: “Aku”. Rasulullah SAW berkata lagi, “Siapa di antara kalian yang memberi makan orang miskin hari ini?”. Abu Bakar berkata lagi, “Aku”. Rasulullah SAW bertanya lagi, “Siapakah di antara kalian yang menjenguk orang sakit hari ini?” Abu Bakar menjawab, “Aku”. Rasulullah SAW kemudian berkata, “Jika terkumpul seluruh amalan pada seseorang (seperti ini), niscaya ia akan masuk surga”.

Baca selengkapnya »

Optimalisasi Nikmat Usia

Para ulama terdahulu, dalam upayanya optimalisasi setiap detik kehidupan yang dijalaninya, mengatakan, shalat lima waktu adalah “neraca harian” kita. Shalat Jumat merupakan “neraca pekanan”, puasa di bulan Ramadhan menjadi semacam “neraca tahunan” dan menunaikan haji menjadi “neraca atau timbangan usia” kita.

Baca selengkapnya »

Berlatih Ikhlas

Ulama mengatakan, puasa menjadi satu-satunya ibadah yang tidak bisa dilakukan oleh orang-orang musyrik untuk pura-pura mendekatkan diri pada Allah SWT. Agar dilihat manusia, mereka bisa pura-pura shalat, zakat, haji bahkan berjihad, tetapi mereka tak pernah bisa berpura-pura puasa sebab hanya Allah-lah yang menilainya.

Baca selengkapnya »

Menghidupkan Makna Hijrah

Dengan hijrah, Rasulullah Saw. dan para sahabat bisa membangun masyarakat baru di kota Madinah. Masyarakat yang terformulasikan dalam bentuk persaudaraan "ukhuwah" yang sangat kental antara orang-orang yang berhijrah dari Makkah "Muhajirin" dan penduduk kota Madinah yang membantu mereka kaum "Anshar". Tergambar dalam firman Allah Taala,

Baca selengkapnya »

Merindukan Hujan

Saat mendatangi shalat istisqa, jamaah shalat boleh membawa binatang-binatang ternak dan diwajibkan menunjukkan kesederhanaan di hadapan Allah dengan tidak menggunakan pakaian mewah. Shalat istisqa mirip dengan shalat dua hari raya Iedul Fitri dan Iedul Adha dan dikerjakan di waktu yang sama yaitu awal pagi sekitar Jam 6 hingga Jam 8 pagi.

Baca selengkapnya »

Inilah Kunci Surga

Seorang yang telah mengikrarkan syahadat maka ia harus mencintai Allah di atas segalanya dan mencintai segala sesuatu dalam rangka mencintai Allah SWT. Firman Allah, “ Dan di antara manusia ada orang-orang yang mengambil tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat mencintai Allah di atas segala-galanya.”(QS. Al Baqarah : 165).

Baca selengkapnya »

Kalah Oleh Nyamuk

Sebenarnya manusia yang menentang Allah dan ajaran Islam adalah mereka yang tidak mampu mengukur dirinya alias tidak tahu diri. Banyak bukti betapa manusia itu sangat lemah, ringkih, dan tidak berdaya di hadapan Allah. Dengan nyamuk saja dia bisa kalah terkapar… Manusia tidak memiliki kemampuan apa pun tanpa ilham dan petunjuk dari Allah.

Baca selengkapnya »