Home / Narasi Islam / Humaniora

Humaniora

Buah Jatuh Kadang Jauh Dari Pohonnya

Konon, Pak Isac Newton duduk santai di belakang rumah dekat kebun apel. Buah-buah apel yg sdh ranum berjatuhan dari tangkainya. Pikiran kritis Pak Newton bertanya, “Apa hal sehingga buah itu jatuh ke bawah dan tak ke mana-mana?” Di bangku sekolah, guru IPA menerangkan bahwa penyebab buah apel jatuh ke bawah dan tak ke mana-mana adalah daya tarik bumi. Itulah yg dimaksud dengan gaya gravitasi. Guru IPA bertanaya, “Siapa penemu gaya gravitasi?” “Isac Newton” jawab murid-murid serentak. Ikrimah r.a. namanya. Ayahnya bernama Abu Jahal, musuh Rasulullah saw yg sangat populer. Anggaplah Ikrimah sebagai buah, maka pohonnya adalah Abu Jahal. Lazimnya, buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya. Namun, Ikrimah adalah buah yang terlempar jauh dari pohonnya. Ayahnya adalah musuh kebenaran, sedangkan Ikrimah pejuang kebenaran. Bahkan, dia juga meriwayatkan beberapa hadis dari Rasulullah saw. Ikrimah bagai buah apel yg jatuh tetapi gaya gravitasi Newton tak mampu menariknya. Tinimbang membumi, ia bahkan melangit diterbangkan oleh iman yg memutus gravitasi kebumian yg fana dan kotor.

Baca selengkapnya »

Sepeda Seumur Hidup Sang Marbot Masjid

Sekarang Wak Min menghabiskan sisa umurnya untuk mengabdikan diri di Masjid, menjadi marbot. Beliau adalah sosok marbot yang penuh dengan dedikasi. Sebagai betuk apresiasi terhadap apa yang ia kerjakan, komunitas Gerakan Jum’at Sedekah menggalang aksi patungan untuk membelikan Wak Min sepeda baru. Sebagai pengganti sepeda jengki nya yang sepertinya sudah harus pensiun.

Baca selengkapnya »

Fahri Ingin Sehat, Kak

Fahri didiagnosa terkena Ensefalitis (Radang Otak). Ensefalitis merupakan gangguan atau penyakit karena terjadi inflamasi di bagian otak. Penyebab terjadinya inflamasi pada otak karena adanya infeksi virus. Pada umumnya virus penyebab terjadinya Ensefalitis adalah virus herpes simlpleks.

Baca selengkapnya »

Kolaborasi Sosial untuk Anak Luar Batang

Melihat kondisi 4000 jiwa warga yang terlantar akibat penggusuran ini, terutama anak-anak, para santri dan santriwati dari Yayasan Indonesia datang langsung melihat, merasakan dan menyelenggarakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak Luar Batang, Jakarta Utara, pada 15 April 2016 lalu. Berkolaborasi bersama Gerakan Sedekah Rombongan dan Forum Zakat (FOZ) wilayah Jakarta Raya, tiga lembaga sosial ini bersatu untuk mengembalikan pulusan senyum anak Luar Batang. Anak - anak korban penggusuran diajak bermain, dan bersenang-senang membuat mereka lupa dengan rubuhnya rumah mereka, walau mungkin hanya sebentar.

Baca selengkapnya »