Home / Narasi Islam / Humaniora / Bantu Nek Waginem

Bantu Nek Waginem

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Nek Waginem dan Tempat Tinggalnya di Desa Damak Maliho, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli serdang, Sumatera Utara.
Nek Waginem dan Tempat Tinggalnya di Desa Damak Maliho, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli serdang, Sumatera Utara.

dakwatuna.com – Nek waginem sedang sakit ketika kawan-kawan dari Gerakan Jum’at Sedekah datang ke istananya di Desa Damak Maliho, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli serdang, Sumatera Utara pada Jum’at 17 Juni 2016 lalu di bulan Ramadan.

Wanita kelahiran Solo 90 tahun lalu tersebut sedang terbaring sambil merasakan badannya yang tak karuan. Diatas sebuah dipan, beralaskan tikar plastik, ditengah kondisi rumah yang memprihatinkan.

Sang Nenek tinggal berempat dengan Suparmi (45 tahun) anak perempuannya, Antonius Girsang (63 tahun) menantunya dan sang cucu Geren Girsang (10 tahun). Suparmi dan Antonius tidak bisa berbuat banyak atas kondisi orang tua mereka.

Nek Waginem bersama dengan Suparmi (45 tahun) anak perempuannya, Antonius Girsang (63 tahun) menantunya
Nek Waginem bersama dengan Suparmi (45 tahun) anak perempuannya, Antonius Girsang (63 tahun) menantunya

Antonius sebenarnya adalah seorang petani. Tapi semenjak 6 tahun lalu Ia hanya bisa mengandalkan keahliannya dalam membuat dinding tepas bambu sebab penyakit Ashma yang Ia derita. Kondisi fisiknya juga sangat lemah. Sementara Suparmi membantu penghidupan keluarga denga berjualan sayur-mayur hasil dari meramban di rawa.

“Bertahun-tahun kami tak mampu pasang listrik, Geren pun belajar tiap malam pakai lampu sentir.” Kata Suparmi sambil menahan isak tangis.

Geren anak semata wayang mereka adalah anak yang rajin. Ditengah kondisi yang serba kekurangan, Ia tak melewatkan kesempatan untuk Belajar setiap malam dengan menggunakan lampu yang terbuat dari botol yang berisi minyak tanah. Sepulang sekolah Ia membantu temannya menggembala kambing.

Geren adalah seorang cucu yang sangat sayang kepada Neneknya. Kemauannya untuk sekolah juga sangat besar. Hari itu ada secercah kebahagiaan bagi mereka sekeluarga. Sebab Geren naik kelas III sekolah dasar. Meskipun kemudian Ibunya membesarkan hati sang anak untuk tidak beli seragam sekolah baru mengingat kondisi keluarganya.

Hal yang paling memilukan pada sore itu adalah keadaan Nek Waginem. Kondisi fisiknya yang kian renta masih harus diuji lagi setiap hari, sebab ada dinding rumah mereka yang menganga terbuka tak terperbaiki sangking susahnya.

“Kasihan Nenek, setiap malam setip hujan kedinginan. Masih belum mampu kami memperbaiki dinding itu.” Ujar Antonius.

Antonius pelan-pelan berusaha memperbaiki dinding yang menganga itu dengan tepas buatannya. Hanya saja penghidupan mereka dari sana, kondisi fisiknya juga sangat lemah. Semampunya ia memanfaatkan sisa-sisa bambu hasil dari tepas bambu pesanan orang lain, untuk membangun dindingnya sendiri.

Saiful Bahri Barus dari Komunitas Gerakan Jum’at Sedekah mengajak kita semua untuk peduli dengan apa yang dialami oleh Nek Waginem dan keluarganya. Saiful menggalang dana untuk perbaikan rumah Nek Waginem, memasok listrik dan memberikan beasiswa untuk Geren Girsang berupa hewan ternak untuknya.

“Segala sesuatu yang dikerjakan bersama-sama akan menghasilkan manfaat besar. Sedikit yang kita sisihkan untuk Nek Waginem dan keluarganya, berarti sangat besar bagi mereka.” Kata Saiful. (SaBah/dakwatuna)

———————–

Donasi bisa disalurkan dengan cara membuka website Kitabisa.com/AsaUntukNekWaginem, info lebih lanjut bisa mengontak Saiful di nomor 085297257527

Atau

Melalui dakwatuna peduli Nek Waginem, Bank Mandiri Syariah No. 7086487165 an. Dakwatuna yayasan. Konfirmasi donasi, ketik #NekWaginem#Nama Donatur#Tgl_Donasi#Jumlah Donasi#No Telp/HP kirim ke 085883678692 (WA/SMS)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Pendiri #MakingPeopleSmileProject wadah kreatif untuk berekspresi di bidang sosial.

Lihat Juga

Yakesma Babel Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Shopping Bareng

Organization