Home / Narasi Islam / Sejarah

Sejarah

Refleksi 29 Mei 564 Konstantinopel: Seorang Muhammad Al-Fatih, Sosok ‘Sosial Engineer’

Strategi yang diterapkan saat pertempuran berlangsung (on going process) beberapa kejutan juga dilakukan sang Pemimpin muda kekhalifahan Usmani ini. Di antaranya saat manuver laut yang dilaksanakan mengalami kegagalan bahkan hampir membunuh sang pemimpin, Al-Fatih tidak kehilangan akal lewat intuisi militernya dengan menginstruksikan armadanya untuk melakukan 'penyeberangan darat' 72 kapal tempurnya menaiki bukit Galata menuju Halic di Golden Horn.

Baca selengkapnya »

Wanita Jepang Sebut Isra’ Miraj adalah Hoax, Ini Jawaban Dr Zakir Naik

Di depan Dr Zakir Naik, seorang wanita Jepang menyatakan bahwa isra’ mi’raj adalah kebohongan besar.“Perjalanan ke Yerusalem dalam satu malam itu bohong. Itu kebohongan Muhammad yang telah dikritisi orang-orang Quraisy di zaman itu. Jika Anda menyebut Muhammad adalah manusia terbaik, mengapa ia berbohong soal isra’ miraj dan kalian umat Islam menyebarkan kebohongan itu?” tanya wanita yang belakangan memperkenalkan diri sebagai pemikir bebas (baca: atheis) itu.

Baca selengkapnya »

Jas Bertambal; Mohammad Natsir, Mencintai Indonesia, Dicintai Negeri Asing

“Betul bapak, nama beliau beru diusulkan tahun ini. Saya juga tidak mengerti alasan pemerintah lama belum mau memberikan Bapak Natsir penghargaan” kata sang sekretaris Negara tenang. SBY menunduk dalam, seolah merasa malu pada diri dan bangsa-nya yang sama sekali tidak tahu terima kasih. Kenapa? Mosi Integral yang diajukan Natsir pada 1950 membawa kembali bangsa ini kepada NKRI, persatuan utuh yang sebelumnya dipecah pecah aggressor Belanda dengan membentuk Negara Serikat.

Baca selengkapnya »

Pahlawan dari Masa ke Masa

Kepahlawanan adalah tentang kepiawaian memimpin, mengemban amanah, dan menegakkan neraca keadilan. Sehingga kegembiraan Umar atas kedatangan Jabalah bin Aiham yang datang dengan pasukan dan segala lambang kebesaran tak membuatnya kagok dan sungkan untuk menyidang raja dari Ghassan tersebut dan mendudukkannya sejajar dengan pria jelata yang mengadu telah di pukul karena tak sengaja menginjak ujung kain mewahnya ketika tawaf.

Baca selengkapnya »

Penyebutan Kata “Mesir” di Dalam Al-Quran

Frasa “masuklah kamu ke negeri Mesir insya Allah dalam keadaan aman” dijelaskan oleh Al-Thabari dalam dua konteks: Konteks pertama, adalah ketika Ya’qub bertemu Yusuf kemudian berpelukan (sebagai bentuk bakti dan penghormatan Yusuf kepada orang tuanya), dimana konteks kisah ini adalah sebelum memasuki Mesir. Setelah itu (baca: setelah berpelukan) Yusuf berkata kepada Ya’qub beserta orang-orang bersamanya “masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman”.

Baca selengkapnya »