Home / Sri Kusnaeni, S.TP. ME.I

Sri Kusnaeni, S.TP. ME.I

Ibu dari 7 anak yang sehari-hari beraktivitas dakwah dengan mengisi halaqah dan majelis taklim. Lahir di Tegal, lulusan S1 Jurusan Teknologi Pertanian IPB, dan S2 di Universitas Ibnu Khaldun Bogor. Aktif menjadi narasumber di berbagai kajian seputar keluarga dan muslimah. Dalam keorganisasian pernah aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII), Yayasan Ilman Nafian Bogor, dan Yayasan Nurul Muslimah Medan Sumatera Utara.

Apa yang Harus Saya Lalukan? Orang Tua Selalu Ribut

Ibu sering sekali marah kepada saya, meluapkan kemarahannya. Bapak kerja sebagai penjual burung. Akhir-akhir ini burung bapak mati karena stres. Jujur saya kesal dengan tingkah laku ibu. Saya sudah dewasa, bisa ke mana saja saya mau. Akan tetapi saya memikirkan adik-adik saya yang masih kecil. Ibu selalu merasa benar. Saya tidak ingin ikut campur, tapi ibu selalu mencampurkan saya dalam masalahnya. Apa tindakan yang harus saya lakukan?

Baca selengkapnya »

Pernah Bernadzar Akan Berhenti Bekerja Setelah Melahirkan, Ternyata Gaji Suami Tidak Cukup, Bagaimana?

Seorang bernadzar artinya dia telah mewajibkan diri sendiri melakukan suatu hal yang aslinya tidak wajib, dalam rangka taat kepada Allah swt. Jika seseorang tidak melaksanakan nadzarnya di waktu tertentu bukan karena ada udzur/halangan, maka semua ulama sepakat bahwa dia harus mengqodhonya di waktu lain dan harus membayar kafarat, kafaratnya sama dengan orang yang melanggar sumpah.

Baca selengkapnya »

“Bagaimana Turun Dari Bus?” Pengalaman Itu Penting

Dalam hal mendidik anak, makna memberikan pengalaman kepada anak, sangat penting. Agar anak kita dapat memahami kehidupan secara lebih luas, merasakan pengalaman batin yang mengesankan, mencari makna dan hikmah dari setiap jejak langkah yang dilalui. Kepada seluruh orang tua di manapun berada, yang telah Allah karuniakan anak-anak, baik secara langsung anak kandung ataupun anak didik, mari libatkan anak-anak kita dalam pengalaman-pengalaman baik, agar kelak dia memahami kehidupan ini dengan lebih baik dan lebih bermakna.

Baca selengkapnya »

Mari Bermain Bersama Anak

Memposisikan anak sesuai dengan kondisi perkembangan perilakunya. Memperhatikan kebutuhan dan kecenderungan minat keahliannya. Mencermati perilaku keseharian dan perubahan kecil yang mungkin terjadi. Ini semua penting, agar orang tua bisa mengambil sikap yang tepat , baik cara ataupun waktunya, jika ada hal hal kurang menyenangkan yang terjadi pada anak. Mendekatkan diri kepada anak dengan cara bermain bersamanya sesuai usia anak, adalah salah satu cara yang cukup efektif.

Baca selengkapnya »

Bagaimana Mengatasi Anak yang Membangkang?

Secara umum, menanamkan pemahaman yang baik kepada anak tentang kebaikan kebaikan dan serta balasan balasan bagi anak yang mau bersikap patuh pada aturan adalah cara tepat untuk membuat anak tidak membangkang. Dahulukan kabar baik dan penghargaan pada anak yang berbuat baik dan patuh, dan bukan mendahulukan ancaman dan hukuman pada anak yang membangkang. Rasul bersabda : “ Berilah kabar gembira dan jangan menakuti”

Baca selengkapnya »