Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Alquran Mempengaruhi Semua Makhluk

Alquran Mempengaruhi Semua Makhluk

Ilustrasi-Alquran (inet)
dakwatuna.com –  Nasihat untuk kita semua, mari selalu dekat dengan Alquran, baik dengan cara membaca, memahami, menghafalkan atau mengajarkannya. Jangan sampai kita menyesal ketika umur sudah mulai tua, mata sudah mulai rabun, pendengaran sudah tidak bisa berfungsi, mulut sudah kelu melantunkan, dan kita merasa belum akrab dengan Alquran. Lebih menyesal lagi jika ternyata jika maut sudah datang menjemput sementara kita masih jauh dari Alquran. Banyak syafaat yang bisa didapatkan oleh manusia beriman di yaumil akhir, syafaat yang paling besar adalah dari Nabi Muhammad saw. Namun selain itu, Alquran juga bisa memberikan syafaat bagi pembacanya, kelak di yaumil akhir. Dan semua manusia menghajatkan mendapatkan syafaat.

Jika kita ingin mendapatkan syafaat Alquran, pastikan selalu dekat dengannya.

Alquran adalah kitab yang penuh dengan segala keajaiban dan kemukjizatan, semua makhluk terpengaruh oleh Alquran. Ya, semua makhluk. Mulai dari Malaikat sampaipun orang kafir, akan bisa terpengaruh oleh Alquran.

Dalam salah satu riwayat dikisahkan, seorang sahabat nabi yang bernama Usaid bin Khudair, suatu malam membaca Alquran. Saat itu, kuda di depan rumahnya berputar putar dan meringkik, dan ketika usaid berhenti membaca, kuda tersebut diam kembali, ketika membaca kembali, berputar kembali, dan saat usaid keluar rumah, beliau melihat dari atas lamgit seperti ada awan putih bercahaya turun dari langit. Esok harinya, Usaid menceritakan kejadian tersebut kepada Rasulullah saw. Dan Rasul saw menyampaikan bahwa “Yang tadi malam engkau lihat awan bercahaya turun dari langit, adalah Malaikat yang turun, hadir mendekat karena Alquran yang engkau baca”. Di manapun engkau membaca Alquran, malaikat akan selalu hadir, maka jika engkau ingin menghadirkan malaikat, bacalah selalu Alquran. Malaikat akan hadir dan senang mendengarkan bacaan Alquran, sebagaimana makhluk yang lain juga akan terpengaruh dengan bacaan Alquran. Seperti terlihat pada kuda, makhluk binatang yang juga terpengaruh dengan Alquran,

Demikian juga makhluk Allah yang lain, yakni Jin, sebagaimana Allah ceritakan di surat jin.

“ inna sami’naa qur’anan ajabaa…” sesungguhnya kami mendengarkan bacaan Alquran ini menakjubkan. Sebagian jin itu masuk islam setelah mendengarkan bacaan Alquran. Jadi makhluk Allah dari kalangan jin, juga terpengaruh dengan adanya bacaan Alquran yang dia dengar.

Kisah lain, menggambarkan dan membuktikan, bahwa hati manusia, jika mau jujur, pasti dia juga akan terpengaruh dan tersentuh dengan bacaan Alquran. Lihatlah, kisah perjalanan masuk Islamnya Umar bin Khattab ra. Awalnya, dengan kemarahan yang memuncak, Umar bin Khattab bergegas menuju rumah Rasul saw dengan niat untuk membunuhnya. Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan seseorang, dia sampaikan, kenapa harus marah dan repot mengurus Muhammad, urus dulu adikmu Fatimah, sekarang dia juga sudah tersihir dengan ajaran Muhammad, menjadi Muslim. Demi mendengar hal tersebut, kemarahan umar makin memuncak, akhirnya dia berbalik arah menuju rumah Fatimah, adik Umar bin Khattab. Didapatinya Fatimah sedang membaca surat Thaha. Thahaa, maa anzalna alaikAlqurana liatasqo… thahaa.. dan tidaklah Aku menurunkan Alquran ini untuk menyusahkan kamu… dst.. Ayat ini menggentarkan hati Umar bin Khattab ra yang waktu itu masih kafir, relung hatinya tergetar, kesadarannya muncul, benih benih hidayah mulai bersemi, hal ini mengantarkan langkahnya untuk segera menuju tempat Nabi Muhammad saw dengan tujuan yang berubah 180 derajat dari tujuan awal. Jika di awal rencana kedatangan Umar ke rumah Nabi Muhammad adalah untuk membunuhnya, maka kali ini Umar bin Khattab al Faruq, datang dengan niat untuk menyatakan ketundukannya, untuk bersyahadat, untuk menjadi Hamba Allah yang beriman. Demikianlah, Alquran telah menghantarkan hidayah bagi hati manusia yang tulus dan bersih.

Kisah masuk islamnya Maryam Jamilah, seorang tokoh Muslimah juga menjadi bukti kemukjizatan Alquran menggerakan dan mempengaruhi hati manusia. Ia menyandang nama Margareth Marcus sebelum memeluk Islam. Berasal dari keluarga Yahudi, Margareth dibesarkan dalam lingkungan yang multietnis di New York, Amerika Serikat. Nenek moyangnya berkebangsaan Jerman. “Keluarga kami telah tinggal di Jerman selama empat generasi dan kemudian berasimilasi ke Amerika,” papar Maryam, dalam buku Islam and Orientalism.

Margareth Marcus remaja sangat menyukai music, terutama simphoni dan music klasik. Saat usianya 18 tahun, pernah mendengar music Arab dari sebuah Radio, dan sekali waktu mendengarkan bacaan ayat suci Alquran di sebuah Masjid di dekat tempat tinggalnya di New York. Dia merasa ada kemiripan antara music yang dia dengar di radio dan yang dia dengar di Masjid, tetapi yang dia dengar dari Masjid lebih Merdu, sampai akhirnya dia mengetahui apa yang didengarnya adalah lantunan ayat suci Alquran, kitab suci agama Islam. Tertarik ingin mendalami ajaran Islam secara ilmiah, dia mengambil mata kuliah “Yahudi di dalam Islam”. Akan tetapi semua penjelasan dosennya tentang Islam, terlihat sangat mendiskreditkan Islam. Namun dia tidak percaya begitu saja, dan dia makin tertantang untuk terus mempelari agama Islam. Hingga akhirnya melakukan korespondensi dengan Abul A’la Maududi tokoh Muslim jamaat Islami Pakistan. Akhirnya Margareth Marcus memutuskan diri untuk masuk Islam, meskipun awalnya ditentang oleh keluarganya. Mereka menakut nakuti dengan mengatakan bahwa umat Islam tidak akan menerima dia karena keturunan Yahudi, akan tetapi Margareth tidak begitu saja percaya, dan kenyataan membuktikan bahwa justru umat Islam menyambut sangat hangat keislaman Margareth, yang kemudian mengubah namanya menjadi Maryam Jamilah. Sejak menjadi Muslimah, dia terus produktif belajar Islam dan menulis banyak karya yang sangat bermanfaat bagi perkembangan Islam.

Bukan hanya makhluk hidup yang terpengaruh dengan bacaan Alquran, ternyata batu dan tanah pegunungan serta pohon pun sangat terpengaruh oleh Alquran. Perhatikanlah firman Allah berikut:

Kalau sekiranya Kami turunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya gunung itu akan tunduk hancur berantakan disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir’’. (Al Hasyr: 21)

Gunung-gunung di atas muka bumi yang terdiri tanah, batu, dan pepohonan, bisa menjadi hancur, jika sekiranya Allah menurunkan Alquran pada gunung. Akan tetapi Allah mentaqdirkan, Alquran diturunkan untuk umat manusia. Maka hati manusia yang tidak terpengaruh oleh Alquran, berarti sangat keras, bahkan lebih keras dari batu. Sekeras apapun batu, jika ditetesi air sedikit demi sedikit secara kontinyu, lama kelamaan batu tersebut akan berlubang.

Sungguh sangat mengherankan, banyak manusia yang sesungguhnya secara rutin telah mendapatkan banyak informasi dan penjelasan tentang kebenaran dan kehebatan Alquran, akan tetapi tidak terpengaruh sama sekali, sikapnya tidak pernah berubah, bahkan banyak yang main jauh dari Alquran. Hal ini disebabkan kesombongannya, dan tertutupnya hati karena telah terkotori oleh berbagai kepentingan duniawi semata, dan tidak ada kejujuran terhadap hatinya.

Semoga Allah swt senantiasa menjaga kita untuk selalu istiqamah dalam petunjuk-Nya, amin. Wallahu a’lam. (sb/dakwatuna.com)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Sri Kusnaeni, S.TP. ME.I
Konsultan Ketahanan Keluarga RKI (Rumah Keluarga Indonesia). Tenaga Ahli Fraksi Bidang Kesra, Mitra Komisi viii, ix, x. Ibu dari 7 putra-putri penghapal Alquran. Lulusan S1 Jurusan Teknologi Pertanian IPB, dan S2 di Universitas Ibnu Khaldun Bogor.

Lihat Juga

Pelaksanaan Audit Berbasis Teknologi Informasi

Figure
Organization