Home / Narasi Islam / Khutbah / Khutbah Idul Adha

Khutbah Idul Adha

Dukungan dan Pembelaan Bagi Masyarakat Ekonomi Lemah

Makna yang lebih besar dari Idul Qurban, tentu saja mengingatkan kita sebagai bangsa Indonesia tentang keadilan sosial sebagai salah satu prinsip dasar bangsa. Negara kita dengan jumlah muslim terbesar di dunia, seharusnya memberi perhatian besar kepada rakyat miskin. Kita sudah terbebas dari penjajahan kolonial yang membuat bangsa Indonesia semakin terpuruk dalam kemiskinan, khususnya mayoritas yang beragama Islam.

Baca selengkapnya »

Pengorbanan dan Keberkahan

Pada hari ini ingatkan kita kaum Muslimin jauh melambung ke ribuan tahun yang silam, sebuah fragmen kehidupan yang diperankan oleh Khalilur-Rahman, Ibrahim Alaihis salam dan keluarganya. Melalui pengabdian dan pengorbanannya demi mendapat cinta dari Allah. Ibrahim Alaihis salam, yang sejak mudanya penuh dengan perjuangan dan pengabdian.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Adha 1437 H: Pemuda Pelanjut Reformasi

Pagi ini, Allah menguatkan peran masyarakat untuk menjadikan lingkungan tempat tinggalnya sebagai lingkungan layak pemuda, sebuah lingkungan yang layak dan membantu para pemuda mempercepat menemukan jati dirinya sebagai pemuda pelanjut reformasi, dikarenakan usia pemuda adalah usia penuh kekuatan di antara dua kelemahan, yakni usia bayi dan usia tua. Hal ini persis seperti firman Allah dalam Surat ar-Rum [30] ayat 54.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Adha 1437 H: Tiga Pelajaran Dari Ibadah Haji

Pada kesempatan khutbah yang singkat ini, izinkanlah saya selaku Khatib memberikan tausiyah, terutama kepada diri sendiri, dan jamaah sekalian untuk selalu berusaha meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Yaitu, melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Selanjutnya, saya ingin memberi judul khutbah singkat ini sebagai, “tiga pelajaran dari ibadah haji”.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Adha 1436 H: Tiga Pesan Moral Ibadah Haji Sebagai Spirit Kebangkitan

Akankah juga kita siap berkorban untuk meninggalkan zona kenyamanan kita selama ini kemudian bergerak menuju pada sebuah sikap kepedulian terhadap urusan agama ini, mengorbankan sebagian waktu kita untuk berfikir dan bekerja demi kembalinya izzatul Islam wal muslimin? Jika kita siap, maka itulah qurban yang juga bernilai tinggi di sisi Allah SWT. Allahu akbar walillaahil hamd!

Baca selengkapnya »