Home / Asfuri Bahri, Lc

Asfuri Bahri, Lc

Lahir di Lamongan dan telah dikaruniai Allah 6 orang anak. Lulusan MTS di Gresik, MA di Gresik, dan LIPIA Jakarta. Sehari-hari sebagai Pengajar. Aktif di beberapa organisasi, antara lain LSM FOCUS, dan IKADI DKI Jakarta. Beberapa karya ilmiah telah dihasilkannya, antara lain "Rambu-Rambu Tarbiyah" (terjemahan, CIP Solo), "Anekdot Orang-Orang Tobat" (Darul Falah), "Galaksi Dosa" (Darul Falah), dan "Kereta Dakwah" (terjemahan, Robbani Press). Moto hidupnya adalah "Pada debur ombak, daun jatuh, hembus angin, ada tarbiyah".

Pengorbanan dan Keberkahan

Pada hari ini ingatkan kita kaum Muslimin jauh melambung ke ribuan tahun yang silam, sebuah fragmen kehidupan yang diperankan oleh Khalilur-Rahman, Ibrahim Alaihis salam dan keluarganya. Melalui pengabdian dan pengorbanannya demi mendapat cinta dari Allah. Ibrahim Alaihis salam, yang sejak mudanya penuh dengan perjuangan dan pengabdian.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Agar Kemesraan Tak Segera Berlalu

Puasa menciptakan harmoni hubungan antar jasad dan ruh, antar fisik dan jiwa dan menjadikan jiwa sebagai pusat kendali. Harmoni hubungan antara langit dan bumi. Insan bertakwa adalah yang kakinya menjejak bumi namun kepalanya menjelajah langit. Yang berjalan di tengah manusia, bergaul dan bergumul, memberi dan menerima. Perkataan dan perbuatannya bersumber dari jiwa dan hati yang sepenuhnya berada dalam genggaman Ar-Rahman, Tuhannya. Itulah suasana Ramadhan yang indah dan penuh kemesraan.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Fitri 1435 H: Meraih Kejayaan dengan Islam

Ramadhan harus menjadi titik-tolak untuk bangkit meraih kejayaan. Berangkat dari pribadi dan diri sendiri yang telah dilatih dalam diklat Ramadhan agar seorang muslim dapat mengelola dirinya hingga menjadi pribadi yang optimis dan sukses. Menghalau potensi jahat dalam dirinya dan memicu potensi takwanya. Memimalisir potensi negatif dan melejitkan potensi positif hingga berhasil membangun prestasi amal.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Adha 1434 H: Totalitas Dalam Ketaatan Jalan Menuju Kesuksesan

Totalitas perjuangan dan kesempurnaan ketaatan membuat Ibrahim Khalilullah tak peduli berapapun harga yang harus dibayar, meski harus meninggalkan negeri tempat beliau dilahirkan, Babilonia, Irak. Pada awalnya beliau berdakwah di dalam keluarganya, mengajak ayahnya dengan adab dan tata karma agar menjauhi ibadah yang tidak sesuai dengan kebersihan fitrah dan akal sehat, meski beliau harus menerima umpatan kasar dan kata-kata keji.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Fitri 1434 H: Beramal Dengan Cinta

Allahu akbar dengan segala kemuliaan-Nya. Allahu akbar dengan segala kesantunan dan kasih sayang-Nya. Allahu akbar dengan derma dan pemberian-Nya. Allahu akbar yang meninggikan langit tanpa tiang, yang menggelar bumi tanpa lelah, yang menundukkan siang dan malam untuk bekerja dan istirahat, yang menurunkan hujan untuk hamba-Nya dengan cinta-Nya, dan mengendalikan planet beredar dengan hikmah dan ketentuan-Nya.

Baca selengkapnya »

Cara Sahabat Menyambut Ramadhan

Para sahabat dan salafus-shalih pun senantiasa menyambut bulan Ramadhan dengan bahagia dan persiapan mental dan spiritual. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khatthab menyambutnya dengan menyalakan lampu-lampu penerang di masjid-masjid untuk ibadah dan membaca Al-Qur’an. Dan konon, Umar adalah orang pertama yang memberi penerangan di masjid-masjid. Sampai pada zaman Ali bin Abi Thalib.

Baca selengkapnya »

Berdakwah Dengan Hati

Hati yang luas, seluas samudera. Yang memaafkan seberapa besar pun kesalahan dan permusuhan seseorang kepadanya karena Allah. Dan dengan tangannya yang lembut penuh cinta beliau bimbing bekas musuh bebuyutan ini meniti jalan menuju Rabbnya. Dengan nasihat yang tulus beliau arahkan dia untuk mengeksplorasi seluruh potensinya demi berkontribusi kepada Islam, seperti dahulu, dengan kekafirannya, ia kerahkan semua upaya untuk membenci dan melampiaskan dendam kepada Islam.

Baca selengkapnya »

Rajab dan Pembebasan Al-Aqsha

Pada bulan ini juga, tepatnya 5 Rajab 15 H atau 12 Agustus 636 kaum Muslimin memenangi perang Yarmuk melawan tentara Romawi. Kemenangan ini menjadi pintu gerbang bagi berbagai kemenangan kaum Muslimin di negeri Syam. Di antaranya kira-kira setahun kemudian, kaum Muslimin menaklukkan kota Damaskus dengan panglima Abu Ubaidah bin Al-Jarrah dan Khalid bin Walid.

Baca selengkapnya »

Anda, Kuburan Aib Saudaramu

“Seburuk-buruk orang adalah yang selalu menyibukkan dirinya dengan menyebut-nyebut keburukan orang lain,” demikian pesan tabi‘in terkemuka, Ibnu Sirin, saat mendiagnosa penyakit hati yang banyak menjangkiti sebagian manusia, di antaranya para dai. Yakni sibuk mencari-cari aib orang lain dan lupa terhadap aib sendiri. Sebagai akibat dari lemahnya tarbiyah. Maka puncak perhatian dan pekerjaannya adalah mencari-cari kesalahan orang, membongkar, dan menyerangnya.

Baca selengkapnya »