Home / Narasi Islam / Khutbah / Khutbah Idul Adha / Khutbah Idul Adha 1436 H: Tiga Pesan Moral Ibadah Haji Sebagai Spirit Kebangkitan

Khutbah Idul Adha 1436 H: Tiga Pesan Moral Ibadah Haji Sebagai Spirit Kebangkitan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Ilustrasi. (travelhajidanumroh.com)
Ilustrasi. (travelhajidanumroh.com)

dakwatuna.com – Khutbah Idul Adha 1436: Panggilan Allah telah disambut, kalimat talbiyah terus bergema, takbir tahmid dan tahlil tak henti dikumandangkan untuk memuji kesucian dan ketinggian-Nya. Segala puji hanya layak kita panjatkan untuk-Nya, zat yang menguasai kerajaan langit dan bumi. Dialah Allah yang hanya kepada-Nya segala ketinggian cinta dan pengorbanan kita persembahkan.

Hari ini milyaran umat Islam di seluruh dunia merayakan hari yang agung, hari raya Idul Adha 1436 H. Di saat yang sama pula lebih dari 2 juta umat Islam dari segala penjuru dunia berkumpul di Makkah mukarramah untuk memuji kebesarannya dalam rangka menunaikan suatu kewajiban sebagaimana yang difirmankan Allah SWT:

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلاَ *

Artinya: “Dan Allah mewajibkan atas manusia haji ke Baitullah bagi orang yang mampu mengerjakannya”. (Ali ‘Imran: 97)

Suara tangis haru dan ta’zhim ketika menatap ka’bah turut menghiasi kalimat-kalimat talbiyah para jamaah haji. Bagi kita yang belum merasakan suasana haji di tanah suci-pun seolah tak kuat membendung air mata dan ingin rasanya segera menyentuh ka’bah serta ingin segera merasakan betapa indahnya getar iman kerinduan ketika berada di raudhah, makam nabi kita nabiyyullah Muhammad SAW. Kalimat talbiyah itupun seakan-akan terdengar sampai di tempat ini dan terus menggugah spirit keimanan kita untuk ikut merengkuh mabrur di tanah suci Makkah.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ

Jama’ah Idul Adha rahimakumullah,

Idul Adha hari ini kembali menjadi momentum bagi setiap pribadi muslim untuk kembali melakukan napak tilas atas syari’at haji yang telah diwariskan oleh Nabi Ibrahim AS. Tepatlah kiranya di kala umat Islam sedang mengalami berbagai problematika kekinian, maka patutlah kita melakukan napak tilas maknawiyah dan mengimplentasikan dalam kehidupan kita tiga pesan moral yang terkandung di balik pelaksanaan ibadah haji.

  1. Ukhuwah Islamiyah (Persaudaraan Islam)

Kaum muslimin yang menunaikan ibadah haji di tanah suci diwajibkan mengenakan pakaian ihram tanpa jahitan. Nuansa putih yang mendominasi pemandangan Mekkah menjadi fenomena yang khas dalam ritual ibadah haji. Di miqat makany, di tempat di mana ritual ibadah haji dimulai, perbedaan dan pembedaan harus ditanggalkan. Semua harus memakai pakaian yang sama. Pengaruh-pengaruh psikologis dari pakaian harus ditanggalkan, hingga semua merasa dalam satu kesatuan dan persamaan. Tak ada lagi perbedaan dari sisi penampilan antara pejabat dan rakyat, antara raja dan jelata, antara si kaya dan miskin. Semuanya terlihat setara dengan pakaian yang tidak lagi menjadi simbol status sosial. Raja yang biasa mengenakan mahkotanya, harus menanggalkannya. Pejabat yang selalu berdasi, tak lagi dapat mengenakannya. Si kaya yang biasanya mengenakan pakaian yang mahal, tak dapat lagi memakainya dengan bangga.

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Nanang Masaudi, S.Pd
Guru Madrasah

Lihat Juga

Ibu, Cintamu Tak Lekang Waktu