Home / Keluarga / Pendidikan Anak / Carilah Keutamaan Ramadhan

Carilah Keutamaan Ramadhan

Ilustrasi. (bestfreejpg.com)

dakwatuna.com – Semua fragmen kehidupan manusia sejatinya telah tertulis dalam catatan Allah di Lauhil Mahfuzh. Tak ada seorang pun yang menginginkan terlahir dari orang tua atau keluarga yang pecah, broken home.

Semua orang pasti menginginkan hidup di lingkungan keluarga yang rukun, harmonis bahagia dan sejahtera. Ayah Ibu yang kompak, kakak adik yang rukun, suasana penuh cinta, kasih sayang dan kehangatan. Kondisi ideal yang diinginkan semua insan. Terlalu pahit kondisi yang harus dirasakan oleh anak-anak yang mendapatkan kenyataan kedua orang tuanya bercerai.

Apalagi jika hal tersebut terjadi saat usia anak-anak masih balita atau belum dewasa. Sebagian tetap menyimpan kenangan pahit sampai ada yang trauma untuk menikah karena khawatir gagal seperti kedua orang tuanya.

Meski tetap saja ada, mereka yang di kemudian hari menjadi orang “sukses” meski terlahir dari keluarga broken home, tapi saya yakin tak ada seorang pun yang menginginkan, apalagi bercita cita menjadi bagian dari broken home.

Logika normalnya, mereka yang hidup di lingkungan keluarga yang hidup rukun harmonis penuh kasih sayang dan pembinaan spiritualitas yang baik, pasti akan punya peluang lebih besar dan lebih baik untuk menjadi insan sukses dan baik.

Mereka yang hidup di lingkungan broken home dan bisa sukses, boleh jadi sebenarnya potensi kesuksesannya bisa lebih banyak di explore lagi jika hidup di lingkungan keluarga yang kondusif.

Ibarat tanah tempat menanam, lingkungan keluarga yang kondusif bisa menjadi pupuk penyubur tanaman sehingga lebih produktif.

Tahukah Anda, saat anak bertemu dengan situasi yang menimbulkan stres, sistem saraf simpatiknya secara otomatis mengaktifkan respon lawan atau lari. Saat stres berhasil ditangani dengan baik, otak yang berkembang optimal akan mengembalikan anak ke kondisi tenang dan rileks.

Namun bila anak berulang kali mengalami kekerasan (abuse) baik secara fisik atau psikis, dan pengabaian (neglect), otak dan sistem syarafnya akan mengalami gangguan dan kerusakan hingga taraf tertentu.

Wahai para orang tua, anak-anak kita mempunyai hak mendapatkan lingkungan kehidupan terbaik. Dan lingkungan pertama dan utama dalam kehidupan manusia adalah keluarga. Jagalah keluarga. Itu artinya kita telah berkontribusi menyiapkan generasi terbaik bagi masa depan, memberikan kesempatan potensi anak berkembang secara optimal.

Rasulullah saw bersabda “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil, menghormati orang yang tua, dan mengetahui kemuliaan orang-orang tua di antara kami. (Shahih Al-Jami’, no. 5444)

Nasihat bijak para sesepuh, meski banyak dari orangtua kami bukanlah mereka yang mengenyam pendidikan tinggi secara formal, namun ketulusan dan kesabaran orang tua dalam mendidik kami, menjadi energi yang mampu mengantarkan anak-anak menjadi “sukses” oleh sebab semua anak merasa disayangi, semua anak merasa dihargai, semua merasa dirinya orang penting bagi orang tuanya.

Namun demikian, jika ada kesempatan, peluang dan kapasitas, menempuh pendidikan tinggi secara formal akan lebih banyak lagi kebaikannya.

Beragam alasan penghargaan kepada anak bisa selalu kita cari. Beragam keistimewaan anak bisa kita temukan.

Kau akan menemukan apa yang kau cari dari anak-anakmu. Jika yang kau cari adalah kelemahannya, kau pun akan menemukan. Dan jika yang kau cari adalah keutamaan dan keistimewaan serta kelebihannya, kau pun akan menemukan.

Maka yang harus kau cari pada anakmu adalah keutamaannya. (neni/dakwatuna.com)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Sri Kusnaeni, S.TP. ME.I
Konsultan Ketahanan Keluarga RKI (Rumah Keluarga Indonesia). Tenaga Ahli Fraksi Bidang Kesra, Mitra Komisi viii, ix, x. Ibu dari 7 putra-putri penghapal Alquran. Lulusan S1 Jurusan Teknologi Pertanian IPB, dan S2 di Universitas Ibnu Khaldun Bogor.

Lihat Juga

UNICEF: Di Yaman, Satu Anak Meninggal Setiap 10 Detik

Organization