Home / Keluarga

Keluarga

Remaja Kosong Agama, Moral, dan Pendidikan

Maka, perlu adanya upaya untuk meminimalisir hal ini dengan bergerak di bidang keilmuan, pengawasan lembaga dan pengawasan orangtua. Pembelajaran dan perkumpulan di bidang keilmuan seperti liqo perlu diberdayakan, sinergi dari pemerintah untuk mengaktifkan dan mengoptimalkan lembaga pengawasan internet dalam pemblokiran dan pembatasan usia dalam mengakses situs yang tak layak serta perlu adanya keseimbangan dari pihak orangtua di mana orangtua wajib mengawas penggunaan handphone bagi anak-anaknya. Dengan tiga upaya tersebut, dapat meminimalisir serta mengatasi menurunnya moral dan pendidikan remaja di Indonesia.

Baca selengkapnya »

Menampilkan Visual Keteladanan

Bayangkan saat anak-anak kita, dilarang merokok. Sementara ada anggota keluarganya menyuguhkan tampilan visual kebalikan. Bayangkan saat anak-anak kita seakan dihalau ke masjid untuk didikan subuh. Sementara anggota sepuh di keluarga terlihat asyik menghalau dengkur ke langit-langit kamar. Bayangkan saat anak-anak kita diminta belajar 'mengaji' Alquran bersama ustadz. Sementara orangtuanya sibuk 'mengkaji' ustadz yang sampaikan petuah tak sesuai seleranya. Padahal petuah itu dari Al-qur'an. Akhirnya Al-Ahzab 59 dan An-Nur 31 tak sudah-sudah dikaji. Dikaji, tanpa aplikasi. Meski akhirnya anak sudah selesai pula khatam Al-Quran.

Baca selengkapnya »

Perubahan Karakteristik Remaja

Pasti diantara kalian pernah membuat suatu geng di sekolah, maupun di kampusnya. Kebersamaan serta kebanggaan yang besar menjadi ciri tersendiri pada setiap kelompok yang dibuat remaja pada umumnya. Tidak jarang kebersamaan yang berlebihan serta kebanggaan tersebut menjadi penyebab munculnya perilaku negatif para remaja. Tawuran misalnya, hanya karena saling olok yang tidak jelas bisa menyebabkan bentrokan berbahaya antar kelompok remaja. Perilaku contek mencontek demi menjaga “kesolidan” yang dibangun. Tetapi jika hal ini dapat diarahkan dengan baik maka akan menciptakan dorongan moril pada sesama remaja. Remaja dapat memperoleh kekuatan dari keadaan bersama karena seperti pepatah yang mengatakan “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”.

Baca selengkapnya »

Mencetak Generasi Qurrata A’yun

Orang tuapun harus mempersiapkan diri dalam membantu anak agar berbakti dan taat kepada Allah swt. Rasulullah bersabda, “Bantulah anak-anakmu agar berbakti! Barangsiapa yang mau melakukannya, ia dapat mengeluarkan sikap kedurhakaan dari diri anaknya.”(HR. Thabrani) Berdasarkan ini, jelas orang tua bertanggung jawab untuk mempersiapkan anaknya menjadi anak yang baik. Bahkan mereka mampu menyingkirkan kedurhakaan dari jiwa anak-anak mereka dengan cara hikmah, nasihat yang baik, dan kesabaran.

Baca selengkapnya »

Rumahku (Bukan) Surgaku?

Apabila komponen keluarga tersebut memahami betul apa apa saja hak dan kewajiban yang harus terlaksana, maka dapat dipastikan bahwa delapan fungsi utama sebuah keluarga (fungsi reproduksi, edukasi, ekonomi, sosial, protektif/pemeliharaan, rekreatif, efektif dan religius) dengan sendirinya akan terpenuhi. Dan tentu, implementasinya akan sangat bertolak belakang sekali dengan cerminan keluarga di era kapitalis ini.

Baca selengkapnya »