Home / Keluarga / Kesehatan / Tinjauan Neurospiritual: Mengapa Harus Makanan Halal dan Baik?

Tinjauan Neurospiritual: Mengapa Harus Makanan Halal dan Baik?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi – Pohon Kurma. (arainbrothersnursery.com)

dakwatuna.com – Salah satu syarat utama untuk membentuk anak yang shaleh adalah dengan memberikan makanan yang halal dan baik kepada istri dan anak kita. Di dalam Al Qur’an kewajiban memberikan makanan ke keluarga, kata perintah memberikan halal didahulukan daripada yang baik/thayyib. Halal dalam arti bukan hanya halal zatnya, akan tetapi juga halal cara mendapatkannya.

Makanan yang baik diartikan zat makanan tersebut memenuhi unsur yang dibutuhkan oleh tubuh kita terutama otak manusia, di sana ada zat makro dan mikronurien yang baik artinya jumlahnya cukup dan berimbang untuk memastikan kebutuhan otak tercukupi, karena otak merupakan pusat pengendalian perilaku maka segala makanan yang masuk ke otak akan mempengaruhi perilaku manusia

Tinjauan ilmu medis khususnya ilmu saraf dan perilaku (neurobehaviour) menunjukkan betapa pentingnya nutrisi yang halal dalam membentuk perilaku anak yang shaleh, hal ini bila ditinjau secara rinci cukup menakjubkan. Makanan yang kita berikan kepada anak istri kita pada umumnya terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak serta mikronutrien lainnya, apabila diserap dalam tubuh akan dimetabolisme dan digunakan untuk keperluan sesuai dengan fungsinya. Sebagai zat pembangun, sumber energi dan lainnya.

Salah satu fungsi nutrisi adalah untuk pembentukan sel baru di dalam tubuh, pembentukan tersebut akan dilakukan dengan proses pembelahan sel, di dalam proses pembelaan sel yang terpenting adalah pembentukan kode genetik yang tersusun oleh rangkaian asam amino dengan kode tertentu, bahkan kode genetik tersebut dianggap sebagai penentu “baik atau buruknya sel” kesalahan terhadap pengkodean genetik dalam proses pembelahan sel bisa menyebabkan beberapa penyakit yang sangat berbahaya bagi tubuh termasuk terbentuknya kanker dan penyakit degeneratif lainnya

Bila kode genetik dipengaruhi oleh kualitas zat makanan yang didapat, kualitas di sini saya artikan bukan hanya bentuk fisiknya tetapi lebih itu yakni bentuk non fisik. Bila zat makanan diperoleh dari cara yang haram atau zatnya haram maka pengkodeaan genetik di sel tubuh terutama sel otak yang bertanggung jawab terhadap perilaku maka anak akan cenderung berperilaku yang tidak baik menurut kaca mata agama, kecenderungan tersebut dikarenakan kode genetik haram di otaknya terus bekerja untuk mengontrol perilaku anak kita.

Begitu juga karbohidrat sebagai bahan pembentukan energi bila didapat dari makanan yang haram baik zatnya maupun cara mendapatkannya akan memberikan dampak berupa metabolisme kalori yang tidak baik, sehingga ATP yang didapat dari metabolisme bila digunakan neuron di bagian frontal dan parietal serta sistem limbik yang mengatur perilaku maka akan muncul perilaku yang tidak baik. Hal ini karena “ATP haram” itu terus bekerja menyuplai neuron yang mengatur perilaku manusia.

Rasa sangat sulit kita berharap mendapat keturunan yang shaleh tetapi di setiap harinya kita memberi mereka makanan yang haram, hal ini dikarenakan nutrisi haram tersebut akan mendominasi kerja gen di otak dan penyuplai ATP haram yang akhirnya sangat sulit di arahkan ke perilaku yang shaleh. Wallahu a’lam

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Dokter spesialis saraf RSUD Saiful Anwar Malang. Dosen ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran Univ Brawijaya Malang. Penulis buku "Puasa dan Otak Manusia" penerbit UB media Malang 2014.

Lihat Juga

Erdogan: Partai Oposisi Satu Tujuan Mengalahkan Erdogan