Home / Keluarga / Pendidikan Anak / Movie Learning Sarana Efektif Menanamkan Akhlak Mulia Pada Anak

Movie Learning Sarana Efektif Menanamkan Akhlak Mulia Pada Anak

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(Heri Yanto)
(Heri Yanto)

dakwatuna.com – Setiap orang punya cara masing-masing dalam memberikan pendidikan yang baik kepada anak, namun tidak semua cara itu baik, sebab tingkat penerimaan anak-anak berbeda-beda, sehiingga orang tua atau seorang pendidik memerlukan cara yang ideal sehingga anak atau peserta didik mampu menerima dengan baik walaupun kemampuan menyerapnya berbeda-beda, yang harus diperhatikan adalah apa yang paling disenangi oleh anak-anak, karena ketika anak menyenangi sesuatu itu maka akan mudah untuk menerimanya, misalnya anak senang kalau diajak bermain, maka seorang pendidik atau orang tua harus mengikuti kemauan anak itu sendiri, namun pada prosesnya seorang pendidikan harus bisa memadukan nilai edukasi dengan permainan yang dilakukan, selain yang saya sebutkan di atas banyak cara lainnya seperti mendongeng, bernyanyi, menonton dan lain-lain.

Nah yang paling sering kita temui saat ini adalah hampir semua anak-anak suka menonton tidak terkecuali sinetron atau acara-acara lainnya yang ditayangkan di televisi, yang kebanyakan tidak mengandung nilai Edukasi, namun berbeda dengan yang akan saya uraikan kali ini, media televisi, laptop atau media elektronik lainnya justru baik untuk mendidik anak serta menanamkan Akhlak mulia terutama bagi anak-anak usia dini, seperti halnya yang dilakukan oleh Relawan Pendidikan Sekolah Guru Indonesia dalam Program Ramadhan Ceria yang digelar di empat Kecamatan Pandeglang Banten dalam program MARAKCIIS (Masyarakat Cinta Islam).

Selama 18 hari sejak memasuki hari ketiga bulan ramdhan sampai saat ini Para Relawan SGI daerah penempatan Pandeglang Banten menggelar berbagai kegiatan salah satunya adalah MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) untuk anak-anak Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar yang ada di kabupaten Pandeglang, dalam kegitan yang dilaksanakan sehari semalam di tiap tempat itu ditargetkan anak-anak mampu memahami materi yang disampaikan hanya dalam hitungan menit dengan menggunakan model yang sangat efektif dan cukup menarik perhatian anak-anak, adapun model pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan singkat tersebut adalah memutarkan film islami.

Namun cara menontontonnya pun tidak seperti pada umumnya, yaitu anak-anak diputarkan film dan dibiarkan nonton sendiri, tapi cara menonton kali ini cukup unik, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan duduk dengan rapi sesuai instruksi yang diberikan pemandu, sebelum kegiatan dimulai pemandu memberikan beberapa pertanyaan yang akan dijawab oleh siswa selama proses menonton berlangsung, masing-masing siswa memegang buku tulis untuk mencatat beberapa pertanyaan dari pemandu, kemudian dari pertanyaan tersebut siswa harus menemukan jawabannya di dalam film yang ditonton, sebelum film diputar siswa diberi beberapa perturan yang dibuat berdasarkan kesepakatan bersama, seperti siswa harus duduk dengan tertip serta tidak boleh membuat keributan yang bisa mengganggu temannya yang lain, ketika kesepakatan sudah dibuat para guru duduk mendampingi siswa menonton hingga selesai.

Film yang diputar dengan durasi yang cukup singkat 5-6 menit, hal ini dilakukan untuk membatasi agar siswa tidak jenuh dan bosan, film diputar dalam dua tahapan, tahap pertama film diputar dengan 3 judul dan siswa harus mencatat hal-hal yang dianggap penting, untuk menguji kemampuan siswa pemandu melanjutkan dengan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan film yang ditonton, selama sesi tanya jawab berlangsung siswa tidak diperkenankan untuk membuka buku, bagi siswa yang mampu menjawab dengan benar diberi reward berupa coklat, setiap judul film dibatasi pertanyaanya satu sampai dua, setetelah itu baru dilanjutkan dengan judul berikutnya hingga selesai, dan kembali dilanjutkan dengan pertanyaan.

Cara ini cukup efektif dalam menanamkan akhlak mulia kepada anak lewat media, sebab cara menonton seperti ini siswa tidak sekadar melihat keseruannya dan mengetahui alur ceritanya saja, namun mereka benar-benar mampu memahami makna serta isi yang terkandung dalam cerita film tersebut, hal ini ditunjukkan dengan partisipasi aktif anak-anak dalam menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh pemandu.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Relawan Pendidikan, Sekolah Guru Indonesia angkatan 7-Dompet Dhuafa, bertugas disalah satu daerah marginal, MI Ciherang Kabupaten Pandeglang-Banten, Daerah asal Sumbawa Barat-NTB, dari kampung kekampung untuk pendidikan indonesia.

Lihat Juga

UNICEF: Di Yaman, Satu Anak Meninggal Setiap 10 Detik