Home / Narasi Islam / Sejarah / Pesatnya Laju Populasi Muslim Eropa

Pesatnya Laju Populasi Muslim Eropa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com –┬áDunia Islam akhir-akhir ini menjadi sorotan bagi kaum Kapitalisme. Pasalnya eksistensi kekuasaan mereka terganggu dengan pesatnya pertumbuhan muslim di dunia, di Eropa misalnya.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Paw Research Centre di 30 negara Eropa, populasi muslim Eropa akan mencapai 75 juta jiwa atau meningkat dua kali lipat pada tahun 2050 (sumber: detik.com).

Peningkatan ini tentu menjadi hal menakutkan bagi kaum pembenci Islam yang dengannya akan menggeser roda peradaban mereka. Maka akan ada reaksi atas suburnya pertumbuhan muslim ini.

Di Belgia mulai diterapkan Undang-Undang yang melarang perempuan muslim mengenakan jilbab penuh, niqab dan burka. Bahkan pemerintah juga bekerjasama dengan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) untuk menolak jika terdapat keluhan perempuan muslim yang memakai niqab (sumber: republika.co.id).

Islam memang agama yang sesuai dengan fitrah dan memuaskan akal manusia. Setiap yang mengenal Islam, akan mengatakan bahwa Islam itu benar, Islam itu mulia. Apalagi Eropa yang jelas tidak bisa dipisahkan dari Islam. Pengaruhnya sangat luar biasa bagi tersebarnya Islam di benua Eropa. Yaitu Konstantinopel yang berhasil dibebaskan oleh Sultan Muhammad Al Fatih pada 29 Mei 1453 yang sekaligus menjadi ibukota Kekhilafahan Ustmaniyah.

Sekarang lebih dikenal sebagai Istambul. Pembebasan Konstantinopel merupakan peristiwa monumental bagi terbukanya dakwah Islam. Tentu sejarah tersebut tidak bisa dihapuskan dari ingatan kaum Muslim Eropa.

Pembebasan Eropa dengan Islam, membuat seluruh aktivitas Eropa semakin teratur pada waktu itu. Muhammad Al Fatih memberi perhatian besar terhadap semua bidang. Dalam pendidikan, dia mengerahkan upaya untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, membangun madrasah serta akademi-akademi. Melakukan perubahan pada sistem pengajaran dan kurikulum serta membangun perpustakaan bagi para pelajar.

Dia juga memperhatikan kesejahteraan sosial masyarakat Eropa. Melakukan pembangunan jembatan untuk mengalirkan air ke kota, membangun masjid, rumah sakit, pasar besar dan beberapa bangunan pendukung lainnya. Dalam bidang perdagangan dan industri, Muhammad Al Fatih membangun lintasan jalur laut dan darat guna memudahkan aktivitas perdagangan masyarakat Eropa.

Selain itu, juga menyiapkan tentara-tentara tangguh yang dilengkapi persenjataan yang kuat serta membangun benteng-benteng strategis di berbagai wilayah Eropa. Dalam bidang hukum juga tidak membedakan antara muslim dan non-muslim karena mereka memiliki hak dan jaminan yang sama. Seperti itulah kejayaan Eropa ketika Daulah Islam menaunginya.

Namun, kejayaan Islam ini tak luput dari kebencian Nasrani Eropa Barat. Mereka dilanda ketakutan jika sewaktu-waktu kekuatan Islam menyerang mereka. Inilah awal dari runtuhnya Daulah Islam akibat serangan Eropa. Berbagai Upaya mereka gelontorkan agar Daulah Islam runtuh.

Mulanya mereka mengenalkan semangat Nasionalisme dan Kemerdekaan bangsa-bangsa Eropa yang sekarang dikenal sebagai Nation State atau negara bagian. Tujuannya untuk memecah kekuatan kaum muslim menjadi kekuatan yang terkotak-kotak dalam sebuah negara kecil. Bahkan, mereka mengerahkan senjata-senjata untuk memberontak Daulah. Dari geliat kebencian ini kemudian muncul konspirasi Inggris, Perancis dan Jerman yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Attaturk yang berhasil menenggelamkan Daulah Islam dari Kejayaan Peradaban Eropa pada 3 Maret 1924.

Setelah itu Eropa menjadi kelam tanpa Daulah Islam. Aktivitas di Eropa mulai carut-marut. Pemikiran asing mulai dicekokkan kepada kaum muslim yang membuat goyah aqidah umat. Inggris dan para sekutu kemudian membagi wilayah Daulah Islam menjadi negara-negara kecil seperti Eropa yang kita kenal sekarang.

Jika pertumbuhan muslim di Eropa kini meningkat pesat dan jika sejarah itu berulang, maka Eropa akan tersinari kembali oleh Islam di bawah naungan Daulah Islam. (sb/dakwatuna.com)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Ibu Rumah tangga. Menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang. Pemerhati umat dan aktif dakwah.

Lihat Juga

Iran Kembali Buat Eropa dan Amerika Berseteru?

Organization