Topic
Home / Berita / Internasional / Eropa / Muhammad Jadi Nama Paling Populer di Berlin dan Sejumlah Kota di Eropa

Muhammad Jadi Nama Paling Populer di Berlin dan Sejumlah Kota di Eropa

Ilustrasi. (alquds)

dakwatuna.com – Berlin. Nama Muhammad menjadi paling populer diberikan untuk bayi laki-laki yang baru lahir di Berlin, Jerman tahun 2018. Hal itu diungkap berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Society for the German Language.

Laporan Tabloid Bild menyebutkan, nama Muhammad digunakan dengan berbagai ejaan turunan seperti Muhammed, Mohammed, hingga Mehmet.

Selain di Berlin, nama tersebut juga begitu populer di Kota Bremen. Muhammad menjadi nama terpopuler ketiga setelah Ben dan Elias.

Meski begitu populer di ibukota, namun ternyata nama Muhammad belum mampu masuk ke jajaran 10 besar nama paling populer di seantero Jerman. Lima besar nama bayi laki-laki masih didominasi oleh Paul, Alecander, Maximillian, Elias dan Ben.

Menurut studi tersebut, nama depan Paul digunakan sebanyak 65.000 di seluruh Jerman. Artinya, nama yang populer itu hanya diberikan kepada satu dari setiap 76 anak yang lahir tahun lalu.

Meski tidak masuk 10 besar, nama Muhammad menurut studi itu telah mengalami peningkatan drastis dari tahun 2017. Sementara dalam satu dekade terakhir, Muhammad mengalami peningkatan tajam dari urutan populer ke-97 menjadi ke-24.

Tak hanya Jerman, kondisi itu juga terjadi di sejumlah negara Eropa yang terdampak migrasi massal baru-baru ini. Sebagai contoh, di Austria, nama Muhammad menjadi paling populer ke-3 untuk bayi laki-laki pada tahun 2017.

Di Prancis, nama Muhammad juga menjadi populer di pinggiran kota Paris. Ini diungkap berdasarkan statistik yang dirilis oleh Institut Studi Statistik dan ekonomi Prancis(INSEE) pada September lalu.

Sementara di Britania Raya, nama Muhammad menjadi populer di Inggris dan Wales selama enam tahun berturut-turut. (whc/dakwatuna.com)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Trump Gelar Buka Puasa Bersama Tanpa Kehadiran Komunitas Muslim

Figure
Organization