Home / Narasi Islam / Sejarah / Seputar “Diselamatkannya Badan” Firaun

Seputar “Diselamatkannya Badan” Firaun

Jasad Firaun (Ramses II). (egypttoursportal.com)

dakwatuna.com – Salah satu peristiwa dalam al-Quran yang paling menarik perhatian di kalangan ahli adalah kisah Firaun. Pada surah Yunus ayat 92. Allah SWT berfirman,

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ ءَايَةً وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ ءَايَاتِنَا لَغَافِلُونَ

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS. Yunus: 92)

Seperti kita ketahui, ayat di atas terkait dengan kisah Nabi Musa (alaihi salam) yang dikejar Firaun, lalu Firaun mati tenggelam di Laut Merah. Para ahli tafsir generasi awal seperti Ibnu Katsir mengatakan bahwa para pengikut Firaun mula-mula tak percaya jika rajanya sudah mati. Lalu, Allah menimbulkan jasadnya dari laut, hingga mereka benar-benar yakin akan hal itu.

Pendapat yang sama dikemukakan oleh Imam At-Thabari dalam kitab tafsirnya dengan merujuk pada keterangan Ibn Abbad. Penjelasan para ahli tafsir itu tentu saja sesuai dengan kapasitas keilmuan mereka. Namun demikian, bagaimana menjelaskan maksud al-Quran yang dengan tegas menyebut kata “menyelamatkan badanmu”. Maka, kajian mendalam tentang peristiwa itu menarik sekali.

Studi arkeologi menemukan bahwa Firaun di zaman Nabi Musa adalah Ramses II. Dia diyakini berkuasa antara 1279 -1213 Sebelum Masehi, dan para ahli tafsir generasi awal tadi membatasi kata “selamatkan badanmu” dengan sebatas ditimbulkan ke permukaan untuk meyakinkan tentara Firaun. Mengapa demikian? Sebab informasi tentang utuhnya jasad Ramses II (pada masa mereka, red) memang belum ditemukan.

Jasad Ramses II baru ditemukan secara utuh pada tahun 1813 di sebuah lembah yang mungkin bagian dari Laut Merah. Lembah itu telah tertutup pasir ribuan tahun. Salah satu ahli yang terlibat adalah Johan Ludwig, seorang warga negara Swiss dan tokoh yang juga berperan “menemukan” situs Petra di Jordania. Kini jasad Ramses II tersimpan utuh sebagai mumi di sebuah museum di Mesir. Semoga suatu saat Anda bisa ke sana dan menyaksikan secara langsung kebenaran firman Allah SWT atas kutukan pada Firaun yang jasadnya awet hingga hari ini.

Wallahua’lam bis showab. (dakwatuna/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Menyelesaikan pendidikan dasar di Pondok Pesantren Attaqwa, Bekasi. Lalu melanjutkan studi ke International Islamic University, Pakistan. Kini, dosen di Fakultas Hukum Universitas Djuanda, Bogor. Email: [email protected] Salam Inayatullah Hasyim

Lihat Juga

(Video) Petugas Refleks Selamatkan Seorang Balita dari Tergelincir ke Bawah Kereta Api