Home / Arsip Kata Kunci: firaun

Arsip Kata Kunci: firaun

Seputar “Diselamatkannya Badan” Firaun

Studi arkeologi menemukan bahwa Firaun di zaman Nabi Musa adalah Ramses II. Dia diyakini berkuasa antara 1279 -1213 Sebelum Masehi, dan para ahli tafsir generasi awal tadi membatasi kata "selamatkan badanmu" dengan sebatas ditimbulkan ke permukaan untuk meyakinkan tentara Firaun. Mengapa demikian? Sebab informasi tentang utuhnya jasad Ramses II (pada masa mereka, red) memang belum ditemukan.

Baca selengkapnya »

Politik Firaun

Belajar dari kisah Alquran ini, mari kita jauhi cara politik Firaun, sebagai bekal kita untuk membangun Indonesia Raya yang sama-sama kita cintai, dan berperan aktif dalam perdamaian dunia (termasuk Mesir lho…!). Tidak ada tempat untuk Neo Firaun. Merdeka…! Allahu Akbar…!

Baca selengkapnya »

Kelahiran Firaun Abad ke-21, As-Sisi, dan Kisah Sejarah Pengkhianatan yang Terulang (Lagi)

Hendaklah seorang pemimpin mengambil amanah dengan penuh tanggung jawab dan menunaikannya secara paling baik sesuai ajaran Islam. Tidaklah dibenarkan seorang yang mengambil amanah secara tidak sah dan secara paksa, karena amanah itu bukanlah sesuatu yang boleh diambil secara sewenang-wenang. Pun bagi umat Islam seharusnya belajar agar tidak sampai terjatuh ke dalam lubang dua kali sebagaimana sabda Baginda Rasulullah saw. “Seorang yang beriman tidak terperosok di satu lubang yang sama dua kali” (HR. BUkhari dan Muslim).

Baca selengkapnya »

Monster Sombong

Sombong adalah sifat di mana seseorang merasa lebih dibandingkan dengan yang lain, entah itu pada harta, pada ilmu, atau pun pada status sosialnya. Sifat ini akan menutup hatinya dari segala bentuk nasihat, padahal manusia itu buta tanpa nasihat. Sombong akan menjauhkan seseorang dari rasa syukur, karena dia merasa apa yang dia punya tidaklah mampu memuaskannya, dia haus akan sesuatu yang lebih, dan menggunakan apa pun agar mendapatkannya. Sombong akan membuat seseorang itu gampang sekali meremehkan orang lain, terkadang perbuatan atau perkataan orang yang sombong bisa menyakiti hati lawan bicaranya. Seolah-olah dialah yang paling benar, paling berhak, dan paling menguasai suatu hal.

Baca selengkapnya »