Home / Nanda Koswara

Nanda Koswara

Pendiri #MakingPeopleSmileProject wadah kreatif untuk berekspresi di bidang sosial.

Sepeda Seumur Hidup Sang Marbot Masjid

Sekarang Wak Min menghabiskan sisa umurnya untuk mengabdikan diri di Masjid, menjadi marbot. Beliau adalah sosok marbot yang penuh dengan dedikasi. Sebagai betuk apresiasi terhadap apa yang ia kerjakan, komunitas Gerakan Jum’at Sedekah menggalang aksi patungan untuk membelikan Wak Min sepeda baru. Sebagai pengganti sepeda jengki nya yang sepertinya sudah harus pensiun.

Baca selengkapnya »

Menggugat Indonesia

Doa adalah senjata yang lebih tajam, dalam akurasi yang lebih sempurna, dan menghujam dengan sangat dahsyat. Akhirnya gerak, karya dan amal adalah perwujudan yang lebih indah, bahkan dalam kondisi yang lelah, kalah dan marah, ianya saling melengkapi sebagai cinta yang menyala. Dan pada akhirnya, sembari membenahi kerja-kerja kita yang berat, hati kita yang penuh cacat dan keimanan yang sekarat, pada-Nya jualah segala gelisah dipasrahkan dan cinta diwujudkan dalam amal kebaikan. Kita gugat Indonesia, dengan cinta, kerja dan doa.

Baca selengkapnya »

“Ini Bukan Urusanmu!”

Mungkin sering di antara kita menerima hal serupa, bahwa niat yang tak lebih dari untaian nasihat, penanda peduli tadi, dari kawannya sendiri, pada akhirnya mendapat hardikan. Maka selanjutnya ada dua kubu yang bertikai, antara niat awal berhadapan langsung dengan tekanan yang dihasilkan. Sungguh ini yang dihadapi kawan-kawan aktifis pengajak kebaikan. Dalam tiap pintu yang diketuk, dan salam sapa yang diungkapkan, tak sedikit menuai caci, maki dan hinaan menggerus hati. Lalu, keikhlasan menyelamatkan, inilah sebuah konsekuensi, lalu diri pun siap melangkah lagi.

Baca selengkapnya »

Saksikan Bahwa Aku Seorang Jomblo

Sebelum semuanya serba terlambat, mari mengenali diri, siapa kita sebenarnya. Mari berbagi nasihat, berbagi tepukan punggung jika saudara kita khianat. Semoga kita penuh taqwa, iman, Islam dan hamba-Nya yang selalu berbenah, dalam rangka memupuk kualitas diri hanya semata mata untuk keridhaan-Nya. Lalu, beranilah berkata pada dunia, minimal tetangga sebelah, Saksikan bahwa aku seorang jomblo.

Baca selengkapnya »

Bagaimanapun, Aku Tetaplah Hamba

Memaknai luas karunia-Nya. Mentadaburi begitu nikmatnya ketika hati lapang atas berserah diri. Sekali lagi, bergumam dalam hati, “Tak ada secuil pun nikmat-Mu yang sanggup untuk kudustai.” Walaupun masalah belum dan tak pernah selesai, masih menggunung. Namun, hikmah dan ibrah mengantarkan kita pada fase tenaga baru untuk bisa menaklukan dengan tetap merasa hamba pada-Nya. Untuk bisa menyelesaikan dengan beriringan rasa berserah diri pada-Nya, tawakal tentang semua yang menjadi keputusan-Nya.

Baca selengkapnya »

Yakinilah Keajaiban

Adalah kita yang mustahil tanpa cela, yang proses perbaikannya seumur hidup sampai ajal menjemput. Menjadi pribadi yang begitu sempurna adalah mimpi-mimpi yang terlukis di benak jiwa. Namun, rasa lain bernama realita berkata lain. Melakukan pemberontakan demi pemberontakan. Maka, muncullah amarah, senyum dan air mata. Baiknya menjaga diri siang dan malam luar dalam. Sebab di balik tabir baik hatinya dunia, mereka membujuk kita agar terlena dan berleha-leha. Dan, itu amat kejam.

Baca selengkapnya »