Home / Januarita Sasni

Januarita Sasni

Januarita Sasni, S.Si, SGI. Lahir di Sumatera Barat pada tanggal 25 Januari 1991. Menyelesaikan Pendidikan menengah di SMAS Terpadu Pondok Pesantren DR.M.Natsir pada tahun 2009. Menyelesaikan Perguruan Tinggi pada Jurusan Kimia Sains Universitas Negeri Padang tahun 2014. Menempuh pendidikan guru nonformal pada program Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa (SGI DD) sejak Agustus 2014 hingga Januari 2015, kemudian dilanjutkan dengan pengabdian sebagai relawan pendidikan untuk daerah marginal hingga Januari 2016. Sekarang menjadi laboran di Lab. IPA Terpadu Pondok Pesantren Daar El Qolam 3 sejak Februari 2016. Aktif di bidang Ekstrakurikuler DISCO ( Dza ‘Izza Science Community) sebagai koordinator serta pembimbing eksperiment dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah. Tergabung juga dalam jajaran redaksi Majalah Dza ‘Izza. Mencintai dunia tulis menulis dan mengarungi dunia fiksi. Pernah terlibat menjadi editor buku “Jika Aku Menjadi” yang di terbitkan oleh Mizan Store pada awal tahun 2015. Salah satu penulis buku inovasi pembelajaran berdasarkan pengalaman di daerah marginal bersama relawan SGI DD angkatan 7 lainnya. Kontributor tulisan pada media online (Dakwatuna.com) sejak 2015.

Rindu si Penguntit Cilik

Putri sangat menikmati saat-saat dia mengumpulkan asam bersama Dila. Namun tak jarang sifat usilnya tak bisa di tahan. Apalagi kalau melihat sarang tawon yang suka menempel di batang asam, meski takut dia tetap berusaha mencari cara untuk merusaknya. Melempar dengan batu atau menjuluknya dengan galah, hingga tiba saatnya Putri benar-benar tobat, berhenti mengganggu sarang tawon.

Baca selengkapnya »

Jodohku Mungkinkah Dirimu

Hanya sehari dua aku telah bisa menetralisir semua rasaku, aku mulai introspeksi diri, mungkin caraku salah, aku terlalu yakin dengan kemauan hati sendiri, hingga aku tak libatkan Allah lagi. Aku ingin di cintai karena Allah tapi aku tak minta Allah pilihkan, aku hanya pinta Allah yakinkan. Kini Allah berikan aku kesempatan kembali untuk semakin sering berdialog dengan-NYA agar aku selalu menghadirkan-NYA dalam setiap rencana yang ku damba. Mungkin Allah ingin aku tahu bahwa jodohku bukanlah dirimu.

Baca selengkapnya »

Menyusuri Lika Liku Cinta (Bagian ke-2)

Pulang mengaji tak selalu aku kembali ke rumah, terkadang aku juga menemani nenek (ibu ayahku) di rumahnya yang besar dan seram menurutku. Nenek tinggal sendiri, dulunya sih beliau adalah wanita tangguh namun semenjak jatuh di sungai beliau mulai lumpuh tapi tetap masih mandiri. Di rumah nenek tidak ada listrik, meskipun semua tetangga beliau sudah punya berbagai rupa barang elektronik, di sini tetap suram. Hanya ada satu lampu minyak dari botol bekas M150, dan hanya akan menyala sebelum beliau mengantuk saja. Kalau ku pinta nenek untuk pake listrik jawaban beliau “itu dari lampu tetangga juga terang ke sini”. Oalah nenekku itu terlalu hemat atau terlalu pelit. Kalau ingin menonton televisi aku harus melanglang buana ke rumah tetangga, kecuali hari sabtu. Aku tidak diizinkan nenek untuk ke rumah tetangga dengan alasan warga pada pulang dari pasar, banyak makanan. Padahal aku kan juga gak akan minta, tapi ya sudahlah apapun kata nenek aku ikutin aja.

Baca selengkapnya »

Menyusuri Lika Liku Cinta (Bagian ke-1)

Ayahku adalah seorang petani sekaligus penjual kopi bubuk racikannya sendiri di kampung dan ibuku adalah salah seorang pelanggannya. Cerita bermula dari pelanggan yang seakan kena sihir cinta dari sang penjual kopi yang sejatinya adalah duda beranak empat. Entah apa yang terjadi hingga ibuku tak lagi bisa menghapus bayang-bayang si penjual kopi dari ingatannya. Sehari saja tak bersua maka siap-siap pusing mendera. Singkat cerita ibu pun meninggalkan kekasihnya yang hampir seusia untuk membina rumah tangga bersama sang penjual kopi. Meskipun tak sedikit keluarga yang menentang pernikahan itu tapi sihir cinta si penjual kopi itu ternyata jauh lebih kuat dari semuanya.

Baca selengkapnya »

Di Antara Dua Mata

Kini aku benar-benar serasa berada di antara dua mata. Sebelah mataku menatap anak dan istrinya. Sebelah lagi menatap wanita yang sedang menjaga bayinya tanpa ikatan yang sah. Bagaimana terlukanya anak dan istrinya ketika tahu suami dan ayah mereka ternyata berbagi kasih di luar sana. Lalu betapa risaunya wanita yang mengandung anaknya. Gusar dia lari dari tanggung jawab, malu dengan lingkungan saat perut kian membesar tanpa seorang suami. Aku bingung, dadaku sesak, air mata pun membuat aku tak mampu memejamkan mata ketika malam menjelang. Tak akan aku berikan keputusan apapun, luka mereka begitu terasa di hatiku. Ngilu, terasa amat menyakitkan.

Baca selengkapnya »

Rindu yang Kecewa

Masa yang terus berganti, menjadikan semua semakin lama tak berjumpa. Siang malam tanpa kebersamaan tentulah memupuk rindu yang tak berkesudahan. Berharap waktu berlalu segera agar dapat bernostalgia melunasi rindu yang kian berbunga. Harapan tak seindah kenyataan, setiap keinginan bisa jadi akan berwujud sangat jauh dari bayangan. Jika semua itu memang benar adanya maka siapkan hati yang lebih lapang untuk menghadapi semuanya.

Baca selengkapnya »

Si Manis Tegar Nan Ayu

Aku pun berusaha memberikan saran agar dia mau berkomunikasi dengan ayahnya, namun dia pun tiada berani. Akhirnya aku hanya mampu berusaha memberikan penguatan padanya, bahwa saatdia berlelah lelah sekarang sesungguhnya dia sedang banyak belajar untuk kesuksesan masa depan. Tidak semua anak beruntung seperti Rohmah, bahkan banyak di luar sana yang tak bisa apa-apa karena teramat di manja oleh orang tuanya. Alhamdulillah Rohmah mau menerima kata-kataku. Bahkan tak jarang dia kutawari untuk ikut ke Padang bersamaku.

Baca selengkapnya »

“Salam Tempel” dari Mana Hendak ke Mana

Menurut pendapat kami tak jarang ini memberatkan yang punya undangan. Maka untuk itu sama-sama kembali ke tujuan kita menghadiri undangan tersebut. Bukankah Rasul kita yang mulia telah menjelaskan dalam Haditsnya bahwa menghadiri undangan itu wajib hukumnya? Bukankah penghargaan Allah jauh lebih berharga dari apapun. Maka kami sangat berharap tradisi salam tempel ini segera di tinggalkan. Cukup kehadiran kita dapat mengukir senyum indah di wajah orang yang mengundang kita.

Baca selengkapnya »

Tertangkapnya Ular Jadi-Jadian

Akhirnya, terpecahkan sudah misteri ular jadi-jadian di Bukit Gagak. Ternyata itu adalah ular beneran. Beberapa hari setelah itu penduduk pun menemukan dua ular raksasa lainnya di sebuah gua dekat Bukit Gagak. Ular ini termasuk jenis Python yang besarnya melebihi pohon kelapa. Menurut kabar dari Dinas Kehutanan, ular itu berasal dari hulu sungai. Lalu karena hutan ditebangi, kehidupannya pun terusik dan berpindah ke tempat lain. Dengan adanya penemuan ular raksasa itu, masyarakat pun jadi sadar bahwa sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Baca selengkapnya »

Karena Hujan Adalah Kesempatan

Semua ini merupakan hadiah dari Allah atas kegigihan mereka. Masyarakat yang selalu memanfaatkan kesempatan yang Allah berikan. Banyak pelajaran yang didapat dari mereka yang jauh dari bermalas-malasan. Bagi mereka, hujan bukan berarti kesempatan untuk liburan. Tapi, hujan adalah saat yang tepat untuk mereka mengharapkan keberkahan. Masyarakat kampung Cihanjuang Kecamatan Cibaliung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten telah mengajarkan saya banyak hal selama satu tahun kebersamaan. Semoga setiap nilai positif dalam hidup mereka dapat saya ambil dan saya bawa pulang sebagai bekal di kampung halaman.

Baca selengkapnya »