Home / Pemuda / Cerpen (halaman 5)

Cerpen

Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif.

Lingkaran Cinta

Umi Eneng terus saja melanjutkan pembicaraan kepada kami, sedangkan di antara kami tak ada satu pun yang mau memberitahukan yang telah terjadi. Akhirnya salah seorang dari kami angkat bicara dengan nada yang gemetar, “Umi, tapi kita udah foto tanpa jilbab.” Bahu beliau langsung melorot dengan sorot mata yang redup serta tak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Kami dapat menangkap sebuah perasaan kecewa dari sikap beliau yang seperti itu. Entah sejak kapan air mata ini mengalir. Merasa kami belum dapat istiqamah dengan pilihan menutup aurat. Tak lama, beliau berkata, “Tidak ada kesalahan yang terulang dua kali solehah, karena yang kedua kali tersebut bukanlah kesalahan tetapi pilihan.”

Baca selengkapnya »

Aku Rindu, Tapi Malu

Bisa terbayang wajah ketika kau mengucapkan kata itu, dengan wajah manja memelasmu membuatku tak bisa berkata, hanya menghela nafas saja. rasa riduku sering kali memuncak, tapi Aku malu untuk mengakui, aku berharap sebaliknya kau juga merinduku, sehingga meluangkan waktu untuk meneleponku, tapi lebih sering aku yang terlebih dahulu menghubungimu. Tidak apalah, tidak penting siapa yang lebih dahulu menelepon, yang jelas aku selalu merindu kepulanganmu.

Baca selengkapnya »

Ya Allah, Mutiara-Mu Tidak Pernah Berhenti Bersinar

Masa-masa itu akan menjadi kenangan tak terlupakan bagiku. Usiaku kini sudah tujuh puluh tahun. Bidadariku yang selama ini selalu meneguhkanku, menenangkanku dan selalu mebersamaiku ketika suka dan duka telah tiada. Begitu indah Allah memanggilnya dengan tersenyum saat sujud shalat tahajud berjamaah. Aku memang sangat kehilangan, tapi di sana Allah mengajarkan bahwasannya makhluk dan dunia ini adalah fana. Cukuplah Allah yang menjadi teman sejati kita.

Baca selengkapnya »

Akhir Dari Sebuah Awal

“Apa Pak Bayu akan kembali?” ibu ibu lain menimpali Wargaku mulai merasa kehilangan Bayu yang hampir selesai masa tugasnya. Tanpa Bayu siapa yang akan peduli dengan warga desa pesisir pantai ini, siapa yang akan beri anak anak alat sekolah, siapa yang akan datangkan sapi qurban kesini dan siapa yang akan mengurus paud dan berderet siapa siapa lainnya. “In Syaa Allah jika ada kesempatan lagi”

Baca selengkapnya »

Murabbiku Adalah Calon Mertuaku

Tak lama kemudian Ustadz menghampiri Hamdani dan mengajaknya masuk. Mereka berdua langsung duduk di ruang tengah dan memulai mentoringnya. Namun isi mentoring ini kembali lagi berbeda dengan biasanya. Isi mentoring ini sangat mencengangkan. Seperti ini dialognya “Akh, setelah antum kemarin bercerita tentang kegalauan antum. Ane sebagai murabbi antum merasa punya tanggung jawab lebih. Ane punya satu putri seumur-an antum. Namanya Husnul Khotimah (akhwat yang diidam-idamkan Hamdani). Gimana kalau ane minta antum nikahin putri ane yang ini? “

Baca selengkapnya »

Putus Asanya Pohon Gorgot

Dari dalam pohon mereka melihat pemandangan neraka dimana-mana termasuk rumah mereka baru saja dihujam oleh roket. Mereka mulai kehilangan harapan, stress, dan penuh dengan putus asa. Mereka mulai berfikir untuk bunuh diri sebagai yahudi dari pada mati dengan roketnya orang-orang muslim. Sebuah tali tergantung di batang pohon gorgot, Gross dan Elsa mulai memasangnya di leher mereka masing-masing. Keputus asaan sudah menyelimuti jiwa mereka sehingga bunuh dirilah sebagai pilihan hidup, padahal tak satu pun roket yang menyasar ke arah mereka.

Baca selengkapnya »

Suamiku Bukan Jodohku

“Sabar nak, langkahmu sudah benar. Percayalah kamu akan bahagia tanpa dirinya. Kau layak bahagia, lepaskan semua kegundahan hatimu. Kosongkan dan ikhlaskan anakku”. Ibupun meneteskan air matanya. Dia mengelus lembut rambutku. Aku mengajukan cerai beberapa hari setelahnya. Aku sangat mencintai abang. Bahkan hingga aku memutuskan untuk berpisah dengannya. Sampai saat ini aku tak bisa melupakannya. Ternyata suamiku bukanlah jodohku.

Baca selengkapnya »

Cantikmu Karena Taatmu

Rian berjalan mengambil tas kerjanya. Sambil berjalan dicarinya benda yang tadi sempat dibeli di kios. Istrinya manyun memandangi suami yang ngotak-atik isi tas kerja. “Nah iniiii diaaaa...bunga lili diuber khusus buat Umi. Hehe” seru Rian girang sembari menunjukkan bunga lili. “Jadi pulang telat tadi nyari ini juga tadi Bi?” tanya istri lagi. Dijulurkan tangan kanannya menerima bunga dari Rian. “U um Mi..hihi maaf yah sudah kelipat lipat Mi”. Tangkai bunga lili digengam istri dengan perlahan. Lupa sudah dengan rasa lapar. Hanya senyum yang terukir lebar.

Baca selengkapnya »

Catatan Anak Terbuang

Sandra sempat membenci laki- laki. Baginya semua mereka berpotensi menyakiti, ditambah lagi dengan kisah ibunya yang ditinggalkan ayah kandungnya di rantau orang tanpa sanak keluarga, pekerjaan, dan secuil harta. Lengkaplah sudah alasannya untuk membenci laki- laki. Dia pernah berpikir untuk tidak menikah, menikmati hidup semaunya saja, dan bebas bagaikan burung di angkasa. Namun, bayangan ayah tirinya saat ini mengingatkannya bahwa tidak semua laki- laki sejahat itu. Ayah tirinya dengan setia menemani ibunya untuk membesarkan mereka.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization