Home / Pemuda

Pemuda

Idealisme dan Relevansi Ospek Bagi Mahasiswa Muslim: Studi Kasus UI

Memandang suatu program kerja atau program dakwah sebaiknya tidak hanya dengan melihat evaluasi, tetapi juga melihat idealisme dan relevansi. Terlebih jika fenomena yang ada sudah terjadi bertahun-tahun. Ada dua kemungkinan ketika suatu program menurun dan tidak terjadi peningkatan signifikan dalam waktu yang panjang, apalagi jika di awal memiliki masa kejayaannya.

Baca selengkapnya »

Pengamatan Hilal, Sulitkah?

Pengamatan hilal tidak menjadi hal yang sulit, jika kita mengetahui dan memahami apa yang menjadi kendala dan bagaimana memperoleh penyelesaiannya. Pengamatan hilal dapat pula dilakukan tanpa menggunakan peralatan teropong. Tetapi dapat juga dilakukan dengan faktor-faktor yang menjadi hambatan dapat diminimalkan dari pengetahuan dan pengalaman dalam pengamatan hilal.

Baca selengkapnya »

Menulis Artikel di Media Massa

So, buat kamu yang hobi nulis baca jangan ragu-ragu buat nulis di media massa. Percaya diri apa yang kamu tulis. Jangan sampai karya mu hanya tersimpan di laptop dan gadget mu saja. Yuk mulai nulis! Biar ranah dakwah kita semakin luas lagi. Niatkan menulis untuk berdakwah. Keep Writing.

Baca selengkapnya »

Kutitip Cintaku Pada-Nya

“Aku sudah tahu semua tentang dirimu dengan bantuan ayahmu, karena beliau teman baik ayahku. Dan aku tidak menyangka pernikahan kita akan secepat ini. Padahal aku akan memberikan kejutan setelah acara bedah buku di kampusmu nanti” ucapnya seraya menggenggam tanganku dengan lembut dan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya.

Baca selengkapnya »

Jangan Jadi Pemuda Tanpa Narasi!

Pemuda tanpa narasi adalah ide pokok dari sebuah gagasan singkat ini, bahwa keberadaan mereka hanya akan memperlambat gerbong bangsa ini berjalan menuju tujuan luhurnya, bahwa setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia Tahun 1945, perjuangan akan terus berlanjut, perjuangan akan terus ada, para pejuangnya juga akan terus ada, dan pemuda tanpa narasi belum terlambat untuk segera berbenah diri lalu mengambil satu narasi dan ikut pula berjuang bersama para pejuang sejati. Pemuda tanpa narasi tak peka membaca keadaan, mereka juga tak terlalu berminat untuk membaca sejarah para pendahulunya, tak pula membaca sejarah tentang peradaban dunia, padahal begitu pentingnya mempelajari sejarah yang ada, untuk mengambil pelajaran, untuk mengambil bekal, untuk memetik nilai-nilai perjuangan dimasa kini dan masa yang akan datang.

Baca selengkapnya »