Home / Pemuda / Essay / Apa Niatmu? Jangan “Selipkan” Niat Lain Atas Nama Al-Quran

Apa Niatmu? Jangan “Selipkan” Niat Lain Atas Nama Al-Quran

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Dian Pelangi)
Ilustrasi. (Dian Pelangi)

dakwatuna.com – Kurang lebih dua tahun terakhir muncul sosok-sosok baru yang digandrungi oleh banyak anak muda. Uniknya, sosok-sosok tersebut tidak muncul dari dunia yang biasa digemari oleh anak muda, seperti dunia hiburan misalnya. Sosok-sosok baru ini muncul bukan hanya digandrungi, tetapi juga memberikan inspirasi dan motivasi. Siapa yang tidak kenal dengan sosok-sosok seperti, Ustadz Muzammil Hasballah, Taqy Malik, Ibrohim Fadlanul Haq hingga Ustadz Salim Bahanan. Sosok-sosok yang bukan hanya dikenal sebagai penghafal Al-Quran muda, tetapi sebagai sosok yang ahli di bidangnya masing-masing. Lebih dari itu, mereka punya kelebihan yang bisa membuat anak muda semakin “lengket”, yaitu paras.

Sontak saat awal video mereka pertama kali menjadi trending topic, banyak anak muda yang langsung “menyerbu” akun sosial media sosok-sosok tersebut guna mengenal mereka lebih dalam. Tidak sedikit yang sekejap langsung memiliki cita-cita bisa melantunkan ayat Al-Quran seperti mereka atau bahkan memiliki cita-cita besar menjadi penghafal dan penjaga Al-Quran. Mulai dari remaja yang baru hijrah hingga sosok ikhwan-ikhwan dan akhwat-akhwat yang sudah lebih dahulu mengenal kata hijrah.

Seakan menjadi angin segar ketika kurang lebih 10 tahun ke belakang mayoritas anak muda lebih tertarik atau bahkan tergila-gila pada K-Pop, drama Korea, atau musik barat. Namun tidak selamanya kehadiran sosok-sosok hafizh muda menghadirkan pemahaman yang sama kepada anak muda akan pentingnya Al-Quran dalam kehidupan. Banyak yang sudah berproses dalam menghafal Al-Quran mendapat suntikan motivasi besar karena kini telah hadir sosok anak muda penghafal Al-Quran yang cukup dekat dengan mereka. Banyak yang seketika ingin belajar melantunkan ayat Al-Quran seperti mereka. Banyak yang tanpa perlu pikir panjang memutuskan hijrah ke arah yang lebih baik. Namun, sedikit disayangkan ada yang tanpa sadar menggores iffah dan izzah di balik kemunculan penghafal Al-Quran muda atau bahkan ada yang terinspirasi ingin mendapatkan popularitas seperti mereka.

Hati-hati dengan niat. Ingatkah dengan Hadits Arbain pertama? Bahwa segala sesuatu itu tergantung pada niatnya. Barang siapa yang memiliki niat karena Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan mendapatkan Allah dan Rasul-Nya. Namun sebaliknya, barang siapa yang meniatkan sesuatu karena selain Allah, maka ia akan mendapatkan apa yang diniatkannya. Sekedar ingin mendapatkan harta atau bahkan wanita yang ingin dinikahi.

Sangat miris memang ketika melihat komentar-komentar di akun sosial media para hafizh muda. Tidak sedikit wanita muslimah yang secara gamblang mengatakan “Ya Allah kasih satu yang kayak gini”, “Bang sama aku aja”, “Bang ganteng banget si”, “Ya Allah kabulkanlah doa di sepertiga malamku”. Muslimah harus tahu bahwa iffah dan izzah mereka tidak bisa terbayarkan dengan apa pun. Jangan tukar proses hijrah dengan menjatuhkan iffah dan izzah. Belajar lebih baik dan menjaga kata-kata di hadapan orang banyak. Menjaga iffah bukan hanya berlaku bagi perempuan, tetapi juga berlaku bagi laki-laki.

Jangan sampai ingin memiliki suara merdu melantunkan ayat suci-Nya karena ingin didengar oleh orang lain. Jangan sampai ingin menggenapkan hafalan Al-Quran hanya karena ingin “meng-kufu-kan” diri dengan si dia yang hafalannya jauh lebih banyak dengan kita. Mungkin bisa saja niat tersebut menjadi sebuah kenyataan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits. Namun seharusnya tidak demikian. Perlu diketahui bahwa para hafizh muda tidak seketika menjadi terkenal. Jauh sebelum itu mereka telah menghabiskan ribuan jam bersama Al-Quran. Terkenal hanyalah satu amanah dari Allah agar mereka bisa mengepakkan sayap dalam dakwah setinggi-tingginya dan seluas-luasnya

Luruskan niat ketika berusaha bersama dengan Al-Quran. Al-Quran terlalu mulia untuk disandingkan dengan niat-niat yang lain. Niatkan bersama dengan Al-Quran untuk menjadi sahabat terbaik bagi Al-Quran. Niatkan bersama Al-Quran untuk menggapai ridha-Nya dengan mengambil bagian menjadi orang-orang yang ikut andil dalam menjaga Al-Quran. (dakwatuna/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi