Home / Suko Sri Anggono

Suko Sri Anggono

Aktivis Pendidikan. Pendidik di sekolah Guru Indonesia Angkatan 7.

Teman Belajar Menghafal Alquran

Darinya aku tahu, bahwa untuk bisa menghafal mereka butuh membaca sedang yang mampu membaca al quran tidaklah bayak. Kelas lima dibagi menjadi tiga kelompok, tiap kelompok ada yang pandai membaca sehingga yang pandai membaca membacakan bagi kelompoknya untuk ditirukan berulang ulang sampai hafal, jika hendak dihafalkan dikelas pasti akan riuh dan tidak jadi menghafal karenanya dilakukan di luar kelas. Bentuk kelompok juga memacu siswa untuk menjadi kelompok yang terbaik.

Baca selengkapnya »

Kami Saudaramu Juga

Tidak ada jawaban, Andi juga segera berlalu menuju dek tempat tidurnya, di dek lima, di dek dengan kasur matras lima berjajar, dengan tempat sampah yang tersebar setiap jarak lima meter, berganti baju untuk shalat Andi bersiap. Di samping kanan dan kiri tidak ada satupun yang bergeming, acara tivi nampaknya lebih menarik minat di banding seruan shalat yang di ucapkan berulang.

Baca selengkapnya »

Doa untuk Cita Adinda

Barang kali sekarang belum, aku usap kepala selagi Lastri mengunyah mie dalam mulutnya. Kelak kau akan tahu, bahwa watak baik itu akan lebih penting dari semua yang telah kau pelajari, watak itu pula yang kelak menentukan manfaat ilmu. Kukecup keningnya, membaringkan dan menyelimuti lagi. “Istirahatlah nak, pagi Lastri harus sekolah.

Baca selengkapnya »

Aku Rindu, Tapi Malu

Bisa terbayang wajah ketika kau mengucapkan kata itu, dengan wajah manja memelasmu membuatku tak bisa berkata, hanya menghela nafas saja. rasa riduku sering kali memuncak, tapi Aku malu untuk mengakui, aku berharap sebaliknya kau juga merinduku, sehingga meluangkan waktu untuk meneleponku, tapi lebih sering aku yang terlebih dahulu menghubungimu. Tidak apalah, tidak penting siapa yang lebih dahulu menelepon, yang jelas aku selalu merindu kepulanganmu.

Baca selengkapnya »

Akhir Dari Sebuah Awal

“Apa Pak Bayu akan kembali?” ibu ibu lain menimpali Wargaku mulai merasa kehilangan Bayu yang hampir selesai masa tugasnya. Tanpa Bayu siapa yang akan peduli dengan warga desa pesisir pantai ini, siapa yang akan beri anak anak alat sekolah, siapa yang akan datangkan sapi qurban kesini dan siapa yang akan mengurus paud dan berderet siapa siapa lainnya. “In Syaa Allah jika ada kesempatan lagi”

Baca selengkapnya »

Cantikmu Karena Taatmu

Rian berjalan mengambil tas kerjanya. Sambil berjalan dicarinya benda yang tadi sempat dibeli di kios. Istrinya manyun memandangi suami yang ngotak-atik isi tas kerja. “Nah iniiii diaaaa...bunga lili diuber khusus buat Umi. Hehe” seru Rian girang sembari menunjukkan bunga lili. “Jadi pulang telat tadi nyari ini juga tadi Bi?” tanya istri lagi. Dijulurkan tangan kanannya menerima bunga dari Rian. “U um Mi..hihi maaf yah sudah kelipat lipat Mi”. Tangkai bunga lili digengam istri dengan perlahan. Lupa sudah dengan rasa lapar. Hanya senyum yang terukir lebar.

Baca selengkapnya »

Purnama Jingga di Langit Khatulistiwa

Berdua mereka tersenyum bersama mengahiri pembicaraan diatas motor tambang. Kembali Aziz mengemasi barangnya, motor yang penuh muatan untuk sajian makan esok hari lengkap dengan tas di depan dan belakang. Berdua mulai menurunkan motor dari atas motor tambang. Seperti layar televisi kuno, temaram mereka saling pandang, untuk segera melanjutkan perjalanan. Sementara sinar purnama tetap mengguyur mereka dengan sinarnya. Purnama jingga di langit khatulistiwa.

Baca selengkapnya »

Menjadi Istri Kedua

Barang kali dianggap nyeleneh permintaanku, tapi memang itulah inginku, setelah menikah kian giat berdakwah, bukan terhambat dakwah karena nikah. Kian ringan karena bersama bukan makin rumit karena berdua. Bismillah bi idznillah. Segera Kami kebelakang menikmati hidangan yang telah disediakan. Rumah pengadilan telah mewujud menjadi istana dadakan. Semua menjadi indah. Dinding keramik merah berasa marmer mewah. Masakan seadanya jadi makanan paling nikmat sejagat. Di ruang makan ini juga disepakati hari penyempurnaan dien Kami. Alhamdulillah.

Baca selengkapnya »

MOS Kreatif untuk Pendidikan Kreatif

Pendidikan yang bertujuan untuk memanusiakan manusia mustinya dapat memberikan bekal yang cukup bagi peserta didik setelah selesai menempuh jenjang pendidikan, membekali peserta didik dengan kemampuan untuk dapat survive dalam hidupnya kemudian. Tidak hanya dengan pengetahuan yang sekedar dihafalkan untuk kemudian dapat lulus dalam ujian nasional. Tapi juga dengan kreativitas. Karena betapapun kaya Bangsa Indonesia ini masih sangat dibutuhkan jiwa kreatif untuk mengolahnya. Sederhananya sekalipun memiliki kebun pisang tapi tanpa dapat mengolah menjadi keripik pisang, maka pisang hanya akan dijual tanpa diolah dan terpaksa membeli olahan berupa kripik yang mustinya dapat diolah sendiri dengan sedikit sentuhan kreatif.

Baca selengkapnya »

Arti Ilmu dari Sang Guru

“Tidak usah dipikirkan kata Pak Tanggo. Dia tidak tahu bahwa guru itu kerja paling mulia, dari ustadzah akan lahir pemimpin yang tidak hanya berkuasa, tapi juga bijaksana. Tidak hanya pandai menjaga negara, tapi juga rajin beribadah pada Allah semata. Bukan kah begitu arti semua ilmu yang ustadzah ajarkan?” Darsini mengangguk membenarkan tiap kata Pak Imam, diseka matanya yang masih lembab. Maka dalam hati Ia berkata “Memang demikianlah harapan guru sebenarnya, bukan sebaliknya”

Baca selengkapnya »