Home / Arsip Kata Kunci: refleksi

Arsip Kata Kunci: refleksi

20 Tahun Berkiprah, Kepala Daerah dari PKS Gelar Konsolidasi Nasional

Dialog Nasional Kepemimpinan PKS di Daerah akan diisi oleh kepala daerah-kepala daerah berprestasi antara lain, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Walikota Payakumbuh Reza Falepi, Walikota Depok Mohammad Idris, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina serta Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini dan Pengamat Politik LIPI Prof Siti Zuhro.

Baca selengkapnya »

Refleksi Spiritual Muharram: Mampukah kita menjadi Anshar?

Contohnya kasus Rohingya, terlepas dari faktor penyebab politik atau pun agama, kita wajib mengulurkan tangan atas dasar kemanusiaan. Pengungsi Rohingya sudah seharusnya menjadi tanggung jawab bukan saja negara suaka tapi juga masyarakat dunia secara keseluruhan. Namun tentu saja kita sebagai Muslim mempunyai alasan kuat untuk menyediakan bantuan, penampungan dan perlindungan bagi Muslim Rohingya.

Baca selengkapnya »

Refleksi Hadits Arbain Kesatu dan Kedua

Sesungguhnya orang yang bertanya kepada Nabi tersebut adalah Malaikat Jibril. Ia datang hendak mengajarkan tentang belajar dan menuntut ilmu. Yakni bagaimana adab-adab dalam belajar, seperti berpakaian sopan, bersih, dan rapi serta hendaklah pada jarak yang dekat dengan guru. Jarak dekat ini maksudnya agar setiap orang yang mencari ilmu benar-benar fokus akan niatnya dan menghindarkan dari hal-hal yang mengganggunya selama menuntut ilmu.

Baca selengkapnya »

Cita Cinta Dakwah, Cinta Cita Dakwah

Maka membangun cinta untuk cita agung bernama dakwah, adalah hal mesti lakukan bersama-sama, dan menjaga cita kita agar selalu cint akan dakwah memerlukan rekan yang selalu siap sedia setia mengingatkan. Cita dan cinta itulah yang akan membuat kita setia dengan jalan dakwah ini, kehadiran kita akan berharga untuk kebertahanan saudara kita, kita bukan para anbiya, tapi kita harus percaya usaha kita dan mereka akan sama di mana sang Penguasa alam, tantangan kita sama, jalan penuh hina, papa, dan derita.

Baca selengkapnya »

Refleksi Peringatan Serangan Umum 1 Maret: Transformasi Diri Menjadi Mandiri

Jadikan hidup penuh dengan pengorbanan. Semakin menjadi hartawan, semakin pula bertambah dermawan. Semakin terkenal, maka ia pun semakin menjadi teladan. Semakin tinggi suatu jabatan, semakin kebermanfaatan dan kemaslahatan yang selalu dipikirkan. Bukan banyaknya gaji ataupun upah yang didapatkan. Bukan pula seberapa banyak media yang meliputnya, namun satu yang selalu diniatkan yaitu mendapat keberkahan dan ikhlaslah yang selalu diperjuangkan. Akhirnya, marilah terus berusaha mencukupi diri dan menjadi pribadi mandiri sehingga mampu selalu membantu dan memberi.

Baca selengkapnya »

Hari Guru Nasional, Sebuah Refleksi Bagi Pendidik

Melihat potret yang ada, nampaknya tujuan pendidikan yang satu ini masih jauh dari harapan. Membiasakan hal baik secara konsisten hingga kebiasaan itu melekat menjadi karakter yang kuat tentu butuh proses.. Sepakat 100%. Bahkan harus diakui, proses ini butuh waktu yang tidak sedikit. Untuk mewujudkan pribadi manusia yang punya karakter, prosesnya tidak bisa instan. Satu hal penting yang harus digarisbawahi dan tidak boleh dipungkiri adalah “bahwa sekolah merupakan wadah di mana karakter itu bisa dibentuk dan ditumbuhkan serta guru mempunyai andil besar dalam membentuk karakter anak didiknya”. Melalui tangan-tangan guru lah, nalar anak, jiwa dan karakter anak terbentuk. Sosok guru merupakan orang yang dekat dengan keseharian anak selain orang tua.

Baca selengkapnya »

Keteraturan Alam, Bencana, dan Refleksi Diri

Bencana yang datang silih berganti, mulai dari tsunami, tanah longsor, gempa bumi, erupsi gunung berapi, hingga bencana kekeringan yang saat ini tengah mengancam beberapa daerah di negeri ini, adakah ini sebuah teguran untuk kita kembali ke jalan semestinya? Ataukah semua ini adalah sebuah bentuk azab yang diberikan oleh sang mahakuasa, dengan cara Ia mencabut keberkahan bumi dan langit tempat kita berpijak dan menjatuhkan bencana yang silih berganti karena kita senantiasa keras kepala, selalu lalai, dan tetap berbuat kekufuran serta dosa yang menyakiti alam semesta?

Baca selengkapnya »