Home / Sunali Agus Eko Purnomo

Sunali Agus Eko Purnomo

Sunali Agus Eko Purnomo
Mahasiswa S1 Biolodi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. Kadept. Syiar JIMM FST UNAIR dan Peserta PPSDMS Nurul Fikri angkatan VII Regional 4 Surabaya.

Refleksi Peringatan Serangan Umum 1 Maret: Transformasi Diri Menjadi Mandiri

Jadikan hidup penuh dengan pengorbanan. Semakin menjadi hartawan, semakin pula bertambah dermawan. Semakin terkenal, maka ia pun semakin menjadi teladan. Semakin tinggi suatu jabatan, semakin kebermanfaatan dan kemaslahatan yang selalu dipikirkan. Bukan banyaknya gaji ataupun upah yang didapatkan. Bukan pula seberapa banyak media yang meliputnya, namun satu yang selalu diniatkan yaitu mendapat keberkahan dan ikhlaslah yang selalu diperjuangkan. Akhirnya, marilah terus berusaha mencukupi diri dan menjadi pribadi mandiri sehingga mampu selalu membantu dan memberi.

Baca selengkapnya »

Transformasi Urbanisasi

Antara daerah pedesaan dan perkotaan sama, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk, dan perlu diingat bahwa banyak sumber daya alam di pedesaan yang belum tereksplorasi secara maksimal. Namun yang lebih penting dari itu juga adanya pencerdasan masyarakat pedesaan mengenai berbagai hal baik ketrampilannya, pendidikannya hingga pembangunan bebagai infrastruktur secara cepat dan merata yang akan menjadi insentif investasi di masa yang akan datang.

Baca selengkapnya »

Desa Mandiri Lewat Inovasi Anak Negeri

Berbagai program dari pemerintah pun banyak dicanangkan seperti PNPM-MPD (Program Nasional Pemberdayaan Mayarakat-Mandiri Pedesaan) namun banyak kejanggalan yang terjadi di dalamnya hingga anggaran dana yang digunakan kurang termaksimalkan seperti banyaknya konsultan dan pendamping yang bekerja seenaknya. Selain itu ada pula program internasional yaitu Program MDGs (Millenium Development Goals). Salah satu tujuan dari program ini yaitu mengentaskan kemiskinan dan kelaparan serta melestarikan lingkungan hidup. Berdasarkan hal ini, dilakukan suatu inovasi di bidang pertanian yaitu dengan Pupuk Hayati (Biofertilizer).

Baca selengkapnya »

HOS Tjokroaminoto, Teladan Generasi Muda

Pengabdian bukan meminta seberapa besar gaji atau imbalan tetapi membicarakan seberapa besar tenaga, harta, pikiran dan jiwa yang kau korbankan, karena satu yang menjadi tujuan yaitu keberkahan. Begitulah pengabdian, tepat tanggal 16 Agustus 1882 di desa Bakur, Ponorogo, Jawa Timur lahirlah seorang guru bangsa yang melahirkan tokoh-tokoh hebat Indonesia di masa yang akan datang yaitu Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto atau sering dikenal sebagai HOS Tjokroaminoto.

Baca selengkapnya »

Pendidikan Berbasis Entrepreneurship Sebagai Upaya Dalam Rangka Menyambut ASEAN Economics Community (AEC)

Harapannya masyarkat kita tidak hanya jadi buruh atau pekerja dari orang asing atau perusahaan milik asing, sehingga apa yang tercantum dalam UUD’45 pasal 33 yaitu semua kekayaan alam menjadi milik negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk rakyat juga terlaksana, tanpa harus menjual atau meminta orang asing yang mengolah itu semua, dan untuk memulai itu semua maka harus dimulai dari yang kecil, seperti sering melakukan lomba-lomba karya tulis dan lomba bisnis plan yang tidak hanya ditujukan kepada sekolah perguruan tinggi atau pada mahasiswa saja tapi bisa ke siswa-siswa atau pelajar SMP atau SMA bahkan SD pun juga bisa agar mereka bisa lebih kreatif dan inovatif saat besarnya tentunya dengan tingkatan atau persayaratan yang berbeda-beda pula.

Baca selengkapnya »

Mengabdi adalah Seni

Tak ada satu pun alasan selain untuk mengabdi, karena mengajar bukan hanya memerlukan pengorbanan tapi juga merupakan kehormatan, begitulah Anies Baswedan mengatakan. Berikut idealisme yang selalu tertanam dalam hati bahwa, “Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia, tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya, tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terimakasih, tapi yang kami harap adalah tebentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah Pencipta Alam Semesta.”

Baca selengkapnya »

Pemimpin Idaman Umat

Sebagai suatu bangsa yang pluralitas, maka seorang pemimpin harus bisa menerapakan dan mengombinasikan nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila dan juga Alquran seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam memimpin masyarakat Madinah yang saat itu juga sangat plural seperti bangsa Indonesia, tetapi dengan kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW mampu mempelopori kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama.

Baca selengkapnya »

Ibu, Kunci Sukses Prestasiku

Hakikat seorang anak dalam berbakti kepada kedua orang tuanya yaitu ketika sang anak terus melakukan amal shalih, begitupun sebaliknya hakikat seorang anak durhaka kepada kedua orang tuanya yaitu ketika sang anak terus melakukan kemaksiatan. Setiap apapun yang dilakukan oleh sang anak itu pasti mengalir pada orang tuanya baik dosa ataupun pahala. Begitulah agama mengajarkan, “Sungguh salah satu amalan yang tiada pernah putus yaitu memiliki anak yang shalih”.

Baca selengkapnya »

Pengoptimalisasian Potensi Maritim Sebagai Langkah Inovatif Dalam Menghadapi Pasar Bebas 2015 Dan Menyongsong Indonesia Emas 2045

Menurut Mahan (2006), untuk menjadi sebuah negara maritim, maka negara tersebut harus memenuhi 6 (enam) syarat yaitu lokasi geografis, karakteristik dari tanah dan pantai, luas wilayah, jumlah penduduk, karakter penduduk, dan lembaga pemerintahan. Wilayah laut Indonesia merupakan wilayah terbuka, maka dengan leluasa kekayaan laut di Indonesia berpotensi untuk dimanfaatkan bangsa lain tanpa ada kemampuan untuk melindunginya.

Baca selengkapnya »
Organization