Home / Fadh Ahmad Arifan

Fadh Ahmad Arifan

Fadh Ahmad Arifan
Alumni Jurusan Studi Ilmu Agama Islam di Pascasarjana UIN Malang. Pasca lulus, pada 2013-2015 menjadi Dosen tetap di STAI al-Yasini, Pasuruan. Sejak Februari 2015, menjadi Pengajar Sejarah Kebudayaan Islam di MTs-MA Muhammadiyah 2 kota Malang. Telah mengunggah lebih dari 50 karangan populer dan ilmiah, terutama di bidang Pemikiran Islam, Filsafat, Tasawuf dan Politik. Artikel terbaru berjudul 'Para Penguasa Suriah Dalam Catatan Sejarah' dimuat di Majalah Tabligh bulan April 2018

In Memoriam KH. M. Badruddin Anwar

Beberapa tokoh masyarakat hadir untuk menyalati jenazah beliau, Di antaranya Dandim 0818/Kabupaten Malang-Batu, Letkol (Arm) Muridan; Wakil Bupati Malang, Sanusi hingga Walikota Abah Anton dan Wakil Walikota Malang, Sutiaji. Nampaknya sepeninggal KH Badruddin anwar, Ponpes An-Nur 2 Bululawang diasuh oleh Dr. KH. Fathul bari.

Baca selengkapnya »

Hikayat Negeri Ajaib

Negeri ajaib ini rasanya “auto-pilot”, tak jelas siapa yang memimpin dan siapa yang mengambil kebijakan. Saking tidak jelasnya adalah saat ada kenaikan pesat tarif pengurusan dokumen STNK dan BPKB. Mulai RI-1, Kapolri dan pihak Kemenkeu saling lempar tanggungjawab. Rakyat di negeri ajaib dibuat bingung. Di tengah ekonomi yang lesu, rakyat dibebani dengan naiknya tarif listrik, harga BBM dan meroketnya harga cabai. Malang nian rakyat negeri ajaib. Program “Nawacita” berubah menjadi program “Duka cita”.

Baca selengkapnya »

Jejak Demonstrasi Kaum Sarungan

Segenap Kaum sarungan perlu ingat petuah pendirinya Hadratusyeikh Hasyim Asy’ari. "Pertahankanlah agama Islam, berusahalah sekuat tenaga memerangi orang yang menghina Al-Quran, menghina sifat Allah dan tunjukkanlah kebenaran kepada para pengikut kebatilan dan penganut akidah sesat. Ketahuilah, usaha keras memerangi (pemikiran-pemikiran) tersebut adalah wajib”.

Baca selengkapnya »

Pekerjaan Utama Dosen

Ada baiknya seseorang bila mau menjadi dosen, belajar kepada para pengajar di kampus al-Azhar di Kairo-Mesir. Belajar tentang produktifitas mereka dalam berkarya. Mengapa ulama sekaligus dosen al-Azhar sangat produktif padahal di perkuliahan strata satu (S-1) tidak ada skripsi, jarang ada tugas penelitian? Kuncinya di kesadaran keilmuan. Kalau menyimak pengalaman teman-teman yang mencari ilmu di kampus tertua no 3 di dunia, di sana dibangun hubungan spiritual antara ilmu, murid dan guru. Terlihat seorang Quraish shihab yang bisa berdiskusi serta tanya jawab di dalam bus dengan Prof Abdul Halim Mahmud (doktoral di bidang ilmu tasawuf dari Universitas Sorbonne, Paris). Dari diskusi tiap hari tersebut, menghasilkan buku berjudul “Logika agama : kedudukan wahyu dan batas batas akal dalam Islam”.

Baca selengkapnya »

Tan Malaka, Madilog, dan Filsafatnya

Diakhir hayatnya Tan Malaka ditangkap dan ditembak mati pada bulan februari 1949. Entah apa kesalahan dia sampai dizalimi seperti itu. Tahun 1963, diangkat menjadi pahlawan nasional oleh Bung karno. Namun ironisnya kata Peneliti asal Belanda, Prof Harry A Poeze sewaktu bedah buku di Universitas brawijaya, Malang mengatakan, “Selama 30 tahun, namanya dicoret dalam buku Sejarah Nasional.”

Baca selengkapnya »

8 Hal yang Patut Diteladani Dari Prof. Dr. Tuty Alawiyah

di bidang pendidikan, almarhumah Dr Tuty Alawiyah pada tahun 1957 sanggup menyelesaikan pendidikan SMP dan MTs sekaligus. Dalam perjalanannya, sang ayah yakni KH. Abdullah Syafi'i menunjuk dan mengangkatnya sebagai penerus kepemimpinan Yayasan As-Syafi'iyyah, bukan menunjuk saudara laki-lakinya. Kebijakan ini didasari keseriusan Tuty Alawiyah untuk meneruskan cita-cita orang tuanya dalam membina umat. (Ulama Perempuan Indonesia, 2002, hal. 201-203). Tahun 2001 meraih gelar Doktor Kehormatan di bidang Dakwah Islam dari IAIN Jakarta. Kemudian mendapatkan gelar Profesor dari Federation Al-Munawwarah di Berlin, Jerman.

Baca selengkapnya »

Jangan Sampai Ketemu Mertua Seperti Ini

Di dunia ini ada 3 jenis mertua, pertama adalah yang pengertian kepada menantunya. Pengertian dengan kondisi menantunya dan dia menerima menantu karena aspek agamanya. Yang penting sholeh, soal uang bisa diusahakan. Kedua, hubbudunya (terlalu cinta dunia) sehingga materi jadi tolak ukurnya. Dan yang ketiga, mertua yang segan kepada menantunya. Segan kepada menantu karena menantunya hafal Alquran, tidak merokok, dan punya 20% saham di Manchester City.

Baca selengkapnya »