Home / Pejuang Pena

Pejuang Pena

Pejuang Pena
Bukan tentang siapa dirimu. Tapi tentang bagaimana dirimu menghargai orang lain

Kesatuan Jiwa dan Semangat Para Kader Muhammadiyah

Setiap kader Muhammadiyah itu unik. Mereka akan merasa nyaman dan tumbuh rasa memiliki ketika mereka benar-benar telah menyelami tubuh Muhammadiyah secara saksama. Dan secara gamblang mereka akan turut andil bagian dalam menyumbangkan pemikiran dan kontribusi berkemajuan bagi umat dan bangsa ini tanpa harus menjadi seorang ustadz atau ulama. Bisa menjadi dokter, programmer, guru, petani, dan profesi lainnya. Karenanya dalam ber-Muhammadiyah itu seperti menaiki sebuah kendaraan. Tetapi dengan jalan dan tujuan keislaman guna menjaga ukhuwah keumatan.

Baca selengkapnya »

Menjadi Bijak di Bumi Allah, Hitam atau Putih

Manusia adalah khalifah, sepantasnya menunaikan kewajiban dalam memelihara harga berhargaNya, alam semesta. Masa depan dari bibit-bibit unggul nantinya ditentukan dari keberadaan manusia-manusia sekarang ini. Sehat, sakit atau hilang, seyogyanya gambaran dari ulah manusia pagi ini. Hingga senja nanti, tanpa terdiferensiasi, hitam atau putih akan datang teramat jelas. Berapa kali lagi, masa akan menangis. Entah kita tak tahu itu.

Baca selengkapnya »

Menggagas Generasi Berkemajuan Melalui Pendekatan Karakter Anak

Setelah pendidikan dalam keluarga, modal lain pengembangan potensi anak dapat diterapkan melalui sistem pendidikan anak usia dini (PAUD). Sistem pendidikan ini memiliki efektivitas yang cukup tinggi dalam memacu perkembangan saraf motorik dan sensorik pada anak. Di sana, setiap anak diperkenalkan bagaimana mengingat suatu hal dengan cara-cara yang mudah dan sederhana, seperti menyanyi, menggambar, dan berhitung. Di samping itu dapat melalui tipe pembelajaran story telling, yakni melalui cerita-cerita yang menghibur dan menarik untuk terus diulang. Sehingga amanah yang terkandung di dalamnya bisa diterapkan untuk kehidupan nyata.

Baca selengkapnya »

Ketika Takdir Berkata

Bukan sekadar dilema yang menyayat hati, Bukan kegelisahan yang menguras kebatinan, Termangu di balik keesaan-Nya, Melintas di antara ruang-ruang sunyi, Silih melintang kerisauan nan mencekam, Perih, menyayat hati. Bukan semata aku pasrah dengan keadaan, Bukan semata aku hancur oleh nestapa, Kemurungan membakar seluruh sendi-sendi tulangku, Mendung durja bak awan tebal nan menari.

Baca selengkapnya »

Refleksi Hadits Arbain Kesatu dan Kedua

Sesungguhnya orang yang bertanya kepada Nabi tersebut adalah Malaikat Jibril. Ia datang hendak mengajarkan tentang belajar dan menuntut ilmu. Yakni bagaimana adab-adab dalam belajar, seperti berpakaian sopan, bersih, dan rapi serta hendaklah pada jarak yang dekat dengan guru. Jarak dekat ini maksudnya agar setiap orang yang mencari ilmu benar-benar fokus akan niatnya dan menghindarkan dari hal-hal yang mengganggunya selama menuntut ilmu.

Baca selengkapnya »
Organization