Topic
Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Ketika Takdir Berkata

Ketika Takdir Berkata

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (imgkid.com)
Ilustrasi. (imgkid.com)

dakwatuna.com

Bukan sekadar dilema yang menyayat hati
Bukan kegelisahan yang menguras kebatinan
Termangu di balik keesaan-Nya
Melintas di antara ruang-ruang sunyi
Silih melintang kerisauan  nan  mencekam
Perih, menyayat hati

Bukan semata aku pasrah dengan keadaan
Bukan semata aku hancur oleh nestapa
Kemurungan membakar seluruh sendi-sendi tulangku
Mendung durja bak awan tebal nan menari

Ku tak bisa menyangkalnya
Bukan karena ia di sana
Bukan jua ia tak di pelupuk mata

Jiwaku seperti telah tenggelam
Terhanyut oleh luka penderitaan
Biar tubuh ini tergelohok di trotoar itu
Ia tak mungkin bangkit dari tempatnya
Tanpa ku datang menghampirinya
Ia begitu lekat dengan tempat peristirahatannya
Lekangnya waktu mengibasku tuk menemuimu
Tanpa derita teramat panjang
Malaikat Izrail akan mengirimku padamu
Karena takdirmu adalah takdirku
Karena aku, kau ada

(dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Pejuang Pena
Bukan tentang siapa dirimu. Tapi tentang bagaimana dirimu menghargai orang lain

Lihat Juga

Ngungudag Guratan Takdir

Figure
Organization