Home / Arsip Kata Kunci: rindu

Arsip Kata Kunci: rindu

Merindu Baginda Nabi

Membaca novel ini menyemangati kita untuk memiliki rendah hati. Bahwa cinta berlaku kepada siapa saja. Cinta itu melintasi negara. Tidak peduli di mana berada. Bahkan kepada orang yang benci kepada kita. Begitu damai dengan penyelesaian-penyelesaian konflik yang dilakukan tokoh utama. Kang Abik, penulis novel ini masih tidak lepas dari suasana santri seperti novel-novelnya yang lain. Tidak salah jika novel dan penulis identik dengan novel pembangun jiwa.

Baca selengkapnya »

Rindu si Penguntit Cilik

Putri sangat menikmati saat-saat dia mengumpulkan asam bersama Dila. Namun tak jarang sifat usilnya tak bisa di tahan. Apalagi kalau melihat sarang tawon yang suka menempel di batang asam, meski takut dia tetap berusaha mencari cara untuk merusaknya. Melempar dengan batu atau menjuluknya dengan galah, hingga tiba saatnya Putri benar-benar tobat, berhenti mengganggu sarang tawon.

Baca selengkapnya »

Menjadi Guru yang Dirindukan

Jika kita telah menjadi sosok yang dirindukan anak didik, maka proses mengajar dan mendidik pun terasa lebih harmonis lebih dari sebuah rutinitas menggugurkan kewajiban pertemuan di kelas semata. Tidak hanya pelajaran yang disampaikan diterima dengan penuh antusias, tapi hal-hal positif berkaitan pembentukan karakter pun akan diteladani oleh mereka. Semoga kita semua bisa menjadi sosok guru yang dirindukan dan membawa perubahan baik dari segi akademis maupun karakter anak-anak-anak didik kita. Amin.

Baca selengkapnya »

Di Penghujung Rindu

Kini Yusuf telah resmi menjadi adik iparku, suami dari adikku Reina. Artinya aku harus bisa berdamai dengan hati yang gundah, yang penuh sesal, aku harus bisa menerimanya sebagai seorang adik ipar, bukan sebagai harapan di masa mendatang. Untuk pertama kalinya aku merasa jika senyuman orang yang ku sayangi menjadi obat dan juga bumerang duka untukku.

Baca selengkapnya »

Rindu Bergurau Berdua

Teringat, dulu sebelum masing-masing dari mereka mempunyai kesibukan yang berbeda, mereka dapat dengan mudah terlihat sedang bermain, bercanda, bergurau berdua di halaman rumah. Namun sekarang, sang Kakak yang telah tumbuh menjadi pria dewasa lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah. Meski tinggal dalam naungan atap yang sama, ia merasa jarang meluangkan waktu berdua dengan adiknya lagi. Jangankan meluangkan waktu, untuk sekedar bertatap muka dan bertegur sapa pun kini sangat jarang mereka lakukan.

Baca selengkapnya »