Home / Supadilah, S.Si

Supadilah, S.Si

Guru di SMP Islam Terpadu Darul Hikmah Pasaman Barat. Menuntut ilmu di Universitas Andalas, Padang.

Merindu Baginda Nabi

Membaca novel ini menyemangati kita untuk memiliki rendah hati. Bahwa cinta berlaku kepada siapa saja. Cinta itu melintasi negara. Tidak peduli di mana berada. Bahkan kepada orang yang benci kepada kita. Begitu damai dengan penyelesaian-penyelesaian konflik yang dilakukan tokoh utama. Kang Abik, penulis novel ini masih tidak lepas dari suasana santri seperti novel-novelnya yang lain. Tidak salah jika novel dan penulis identik dengan novel pembangun jiwa.

Baca selengkapnya »

Arti Penting Aksi 4 November

Keempat, aksi 4 November adalah aksi damai. Sejak awal, ketua GNPF-MUI ustadz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa aksi ini adalah aksi damai. Selama aksi itu sering ditegaskan untuk menjaga ketertiban. Peserta aksi dilarang membuang sampah sembarangan. Bahkan tidak boleh menginjak rumput atau taman kota. Sebegitunya peserta aksi dijaga untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan. Apatah lagi kepada sesamanya. Maka diragukan bahwa kemudian kericuhan yang terjadi oleh peserta aksi. Dari beberapa dokumentasi, terlihat bahwa oknum yang terlibat bentrok dengan polisi bukanlah peserta aksi. Melainkan provokator yang sengaja disusupkan. Aksi tercemar dengan kesan ricuh dan ribut.

Baca selengkapnya »

Masjid Ramah Anak

Agar mereka tertib dan tidak ramai di masjid mungkin kita bisa mengupayakan solusinya. Pertama, sediakan arena bermain untuk anak. Di beberapa masjid sudah melakukannya. Memberikan akses bermain untuk anak. Ada kolam bola, perosotan, atau balon pada sudut masjid. Bahkan ada masjid yang menyediakan minum gratis atau pampers gratis. Pelayanan yang keren sekali. Kedua, pembinaan oleh orang tua. Di rumah orang tua memberikan penanaman nilai tentang adab-adab di masjid. Di antaranya tenang, tidak membuat gaduh atau mengganggu orang shalat. Ketiga, manajemen shaf. Anak-anak diberikan shaf di antara orang dewasa agar dapat mengawasi dan mendisiplinkan mereka. Tentu mereka tidak mau ribut jika ada orang tua di dekatnya. Keempat, pengurus masjid senantiasa tidak bosan memberikan imbauan kepada jamaah masjid. Nasehat yang berulang-ulang diharapkan dapat dimengerti, dipahami dan diterapkan.

Baca selengkapnya »

Ironi di Bulan Suci

Sering kali kita menjadikan berbuka sebagai balas dendam. Setelah menahan lapar seharian, lantas kita makan secara berlebihan di waktu berbuka. Kita makan sesuai apa yang kita inginkan berdasarkan nafsu. Padahal Rasulullah SAW menganjurkan berbuka dengan secukupnya. Sering kali kita berbuka dengan yang kita inginkan, bukan dengan yang Rasulullah SAW anjurkan.

Baca selengkapnya »

Rokok Sang Pembunuh

Banyak orang tahu bahwa rokok mengancam kesehatan namun tidak bisa melepaskan diri dari jeratan rokok. Sudah jelas merokok mengancam kesehatan tapi tetap saja merokok. Padahal rokok telah menyebabkan kematian dalam jumlah besar. 12,7 % kematian di Indonesia terjadi akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok.

Baca selengkapnya »

Pintar vs Benar

Indonesia bukannya tidak memiliki orang yang pintar sekaligus benar. Punya. Ada. Namun jumlahnya sedikit dibandingkan orang yang pintar tetapi tidak benar. Mereka ada, tapi diam tersembunyi. Belum mendapat kesempatan untuk tampil memimpin di negeri ini. Sebagaimana kata Taufik Ismail, bahwa orang baik di Indonesia masih ada. Masih ada orang berakhlak di negeri kita, tapi mereka tidak berwibawa. Masih ada orang yang ikhlas, tapi mereka dianggap tidak ada. Menjadi orang pintar itu memang penting. Tapi lebih penting menjadi orang benar.

Baca selengkapnya »

Menghargai Proses

Memberikan kesan positif kepada individu yang melakukan sebuah proses adalah lebih bijak. Alangkah bijaksana jika kita memberikan apresiasi dan motivasi kepada mereka yang sudah menghasilkan karya. Terbaik menurutnya, bukan menurut kita, meskipun kita mampu menghasilkan karya yang lebih bagus darinya.

Baca selengkapnya »

Pendidikan Di Jalan Raya

Penting sekali memerhatikan perilaku kita dalam berkendara di jalan raya. Patuhi peraturan lalu lintas. Kepatuhan pada tata tertib lalu lintas, jadikan sebagai kesadaran hukum dan bukan keterpaksaan. Yakini bahwa perilaku kita memiliki korelasi pada karakter kita. Bagaimana perilaku kita di jalan raya dapat membawa pengaruh pada orang lain. Utamakan keselamatan diri dan orang lain. Jadilah pelopor ketertiban di jalan raya.

Baca selengkapnya »

Jangan Islamofobia

Seperti insiden penikaman yang dilakukan seorang pria di stasiun bawah tanah di London Timur yang melukai beberapa orang. Berulang-ulang pria itu mengucapkan kalimat “Ini untuk Suriah”. Oleh polisi setempat tindakan itu dinilai sebagai teroris. Aksi itu spontan memancing seruan dari seseorang yang kemudian menjadi tenar. “You ain’t no muslim, bruv”. Dalam bahasa gaul kira-kira artinya adalah “Kamu bukan muslim”. Seruan itu kemudian populer di media sosial dengan hastag #YouAintNoMuslimBruv. Kesadaran bahwa kekerasan bukan ajaran Islam sudah mengemuka. Kekerasan bukan bagian dari ajaran Islam.

Baca selengkapnya »