Topic
Home / Supadilah, S.Si (halaman 2)

Supadilah, S.Si

Avatar
Guru di SMP Islam Terpadu Darul Hikmah Pasaman Barat. Menuntut ilmu di Universitas Andalas, Padang.

Guru Mulia Karena Karya

Di tengah kesibukan guru, jangan lupakan dengan tugas utama guru yaitu mengajar, mendidik, dan melatih. Mengajar artinya meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan (kognitif). Mendidik artinya meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup (afektif). Dan melatih berarti mengembangkan keterampilan siswa (psikomotorik). Tugas yang tidak kalah penting adalah membuat siswa betah di sekolah dan mencintai belajar.

Baca selengkapnya »

Yang Paling Beragama

Di antara komentar dan ulasan terhadap peristiwa itu, pastinya ada yang membela, mengingatkan atau membenarkan. Tapi yang saya sayangkan adalah di antara komentar-komentar itu, ada yang terkesan menyalahkan. Merasa kebenaran adalah milik sendiri, sementara orang lain salah. Kebenaran milik pribadinya.

Baca selengkapnya »

Mengislamkan Olahraga Kita

Manusia terdiri dari tiga unsur yaitu unsur ruh, pikiran, dan tubuh. Ketiga-tiganya memerlukan makanan yang harus dipenuhinya. Kebutuhan ruh dipenuhi oleh ibadah (agama), pikiran atau otak dengan ilmu, dan tubuh dengan kesehatan atau olahraga. Kita membutuhkan generasi muslim yang kuat dalam ketiga hal di atas. Mudah-mudahan Islam semakin kuat ditopang oleh generasi seperti itu.

Baca selengkapnya »

Romantisme Ukhuwah

Masih ingat ketika sesama ikhwah dipersaudarakan (mengambil contoh Rasulullah yang mempersaudarakan para sahabat). Persaudaraan itu dimaksudkan agar keduanya memberikan ‘lebih’ perhatian, dengan tidak mengurangi perhatian kepada saudara yang lain. Ada ‘tugas’ dan ‘hak’ dari persaudaraan itu. Saling mengingatkan untuk berbuat ma’ruf (membangunkan untuk shalat tahajud, shaum sunnah, liqo, keluarkan sedekah, membaca buku, dan sebagainya). Meminta agar datang berkunjung/silaturahim ke kos atau kontrakan, meminta waktu di akhir pekan untuk refreshing menambah keakraban antar keduanya.

Baca selengkapnya »

Ukuran Kemarahan Kita

Terkadang alasan untuk marah itu tidak etis dan tidak masuk akal. Tersenggol sedikit ketika berpapasan di jalan bisa mengakibatkan perkelahian. Sindiran yang dilemparkan bisa berbuah masuk rumah sakit. Tapi tak jarang ketika penghinaan yang seharusnya memantik kemarahan kita, ternyata kita hanya bisa diam dan bungkam. Entah sudah berapa kali Islam dan Rasulullah dihina, dicaci, dan dilecehkan. Banyak umat Islam yang hanya diam. Dengan dalih kebebasan berekspresi. Ketika tanah air di mana kita dilahirkan dan dibesarkan diobok-obok oleh negara lain, palingan kita hanya bisa memaki dan kemudian diam. Ini membuat mereka tersenyum-atas kelemahan kita- dan kemudian mengulang kelakuan mereka.

Baca selengkapnya »

Fenomena Pejabat Ngamuk  

Aksi yang dilakukan para pejabat itu harus dievaluasi perubahannya. Jangan hanya gerakan sporadis atau pencitraan. Setelah ngamuk ini, perlu sidak lagi misalnya satu bulan kemudian. Lihat ada perubahan atau tidak. Kalau harus ngamuk yang kedua kalinya, maka memang perubahan itu sulit dilakukan.

Baca selengkapnya »

Sekali PKS, Tetap PKS

Alhamdulillah, partai ini pas di hati saya. Maka sejak tahun 2006 hingga sekarang dan semoga nanti, selamanya, saya akan tetap berada dalam barisan lurus partai ini. Insya Allah, partai inilah yang akan saya pilih di Pemilu April mendatang. Semoga, partai ini menang! Sekali PKS, tetap PKS!

Baca selengkapnya »

Masa Lalu

Seorang bijak mengatakan, seorang pemuda yang hebat adalah yang mengatakan inilah aku dan bukan inilah bapakku. Ini adalah ungkapan bahwa seseorang tidak boleh membanggakan selain dirinya. Keluarga dan masa lalu bukanlah diri kita. Kita harus bangga pada diri sendiri dan bukan karena orang lain atau masa lalu kita.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization