Home / Arsip Kata Kunci: rasa

Arsip Kata Kunci: rasa

Rasulullah SAW Menjaga Perasaan Istrinya

Aisyah RA pergi menuju Baginda Nabi SAW untuk minta maaf, namun reaksi Rasulullah SAW sangat luar biasa, beliau tersenyum bahagia dan mengatakan bahwa air minum itu rasanya enak sekali. Rasulullah SAW menghargai dan mengapresiasi setiap hasil usaha pelayanan dari Istrinya tercinta, dan tidak ingin menyakiti perasaan istrinya dengan mengatakan "Bahwa minuman ini tidak enak", sekali TIDAK! Namun beliau menikmati air tersebut.

Baca selengkapnya »

Jangan Merasa Bisa Melakukan Semuanya

Jika dirimu merasa ingin melakukan semua hal, lakukanlah satu-persatu dengan penuh kesungguhan. Jika telah selesai, barulah kiranya dikau melakukan pekerjaan yang lain lagi. Namun sama, satu-persatu tanpa adanya ketergesaan sedikitpun. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan ketergesaan, tentu hasilnya tak akan maksimal. Begitulah yang sering terjadi dan dialami oleh banyak orang. Jika hal ini terus dibiasakan, maka dengan izin-Nya akan dimudahkan setiap langkah kita untuk melaksanakan setiap agenda dan pekerjaan yang akan kita lakukan.

Baca selengkapnya »

Menikah Tanpa Perasaan Cinta

Perasaan cinta mampu tumbuh dengan sendirinya, terlebih bagi seorang perempuan, melihat pasangan berakhlak baik pun telah getarkan perasaan-perasaan. Jangan takut menikah tanpa perasaan cinta, jika telah yakin bahwa pasangan yang meminangmu miliki pemahaman yang baik terhadap agama. Pasangan yang baik agamanya, menjadikan kewajiban sebagai landasan tanggung jawabnya. Dan tanggung jawab ialah bukti cintanya. Tanggung jawab bukan hanya di dunia tetapi akhirat.

Baca selengkapnya »

Hikmah Atas Titipan Sebuah Rasa

Sebagaimana 6000 ayat-ayatMu bercerita tentang kisah-kisah mereka yang Engkau karuniakan petunjuk dan mereka yang kemudian dimurkai. Seperti itulah inginnya Engkau meneguhkan hati kami atas apapun yang terjadi dan berlaku pada diri-diri kami agar mampu mengambil pelajaran. Termasuk dalam mengendalikan dan merawat segenap rasa agar kemudian tak terjerumus pada nafsu syahwat semata. Ah, indah. Dan benar-benar indah. Bahkan Kau mendidikku melalui takdir yang berlaku atas saudaraku.

Baca selengkapnya »

Cita Rasa Bahasa

Cita rasa bahasa seseorang, menjadi hal yang penting dalam dunia linguistik, bukan hanya untuk menampilkan sisi orijinalitas dalam pribadi seseorang. Lebih dari itu. Cita rasa bahasa juga bisa menjadi nilai estetika, yang menjadi daya tarik kita dalam menghasilkan sebuah karya. Dan kita tidak boleh melupakan hal yang paling penting. Bahwa cita rasa bahasa juga dapat menjadi katalis (pemercepat) daya tangkap orang lain, dalam usahanya memaknai dan memahami ide karya yang kita sampaikan.

Baca selengkapnya »

Saat Rasa Itu Tiba Sebelum Waktunya

Jalan kebaikan itu mudah untuk orang- orang yang hati dan pikirannya bersih dari ketergantungan kepada siapapun kecuali Tuhannya. Namun sebaliknya ketika kita meraskan masih beratnya saat kita berjalan di jalan yang bersih, di situlah kita bisa tau bahwa hati dan kita masih sangat kotor dan dipenuhi ego pribadi duniawi. Peluh ini tidak akan dirasa jika taat akan aturan, aturan dalam jalan kebaikan untuk menjaga pandangan, menjaga kehormatan dan menjaga nilai-nilai aturan Tuhan. Sekarang setelah semua itu terlanjur, merasa tertampar dan berlumur malu karena telah mengkulum nafsu. Tapi yakinlah Tuhan masih menyediakan lahan pengampun yang tak terbatas untuk setiap kesalahan yang telah hambanya perbuat. Tak ada kata terlambat untuk bertobat.

Baca selengkapnya »

Ketika Rasa, Salah Menanggapi

“Aku hanya ingin komitmen darimu”. Hatimu ketika itu mulai goyah, hampir saja kau terbawa oleh suasana hatimu. Tapi lagi-lagi Rabb yang Maha Lembut, Ya Lathif masih mengendalikan hatimu dengan memberi kekuatan untuk memberikan sebuah jawaban yang dahsyatnya luar biasa.

Baca selengkapnya »