Home / Berita / Internasional / Trump Tanda Tangani Kebijakan Imigrasi Baru, Apa yang Beda Dengan Sebelumnya?

Trump Tanda Tangani Kebijakan Imigrasi Baru, Apa yang Beda Dengan Sebelumnya?

Presiden AS, Donald Trump (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Washington. Presiden Amerika, Donald Trump pada Senin (06/03/2017) kemarin, menandatangani perintah eksekutif baru terkait kebijakan imigrasi di Amerika Serikat. Menurut Jubir Gedung Putih, perintah eksekutif tersebut ditanda tangani pada Senin pagi, dan dilakukan secara tertutup.

Dalam kebijakan yang baru, dijelaskan bahwa pemerintah Amerika memberlakukan larangan masuk selama 90 hari kepada warga dari enam negara, seperti Sudan, Suriah, Iran, Libya, Yaman, dan Somalia. Berbeda dengan kebijakan lama, dalam kebijakan baru ini Irak tidak termasuk dalam negara yang warganya dilarang masuk Amerika Serikat.

Selain itu, pengecualian juga ditujukan kepada warga dari enam negara tersebut yang telah memiliki visa masuk. Bagi yang memiliki visa masuk sebelum penerapan kebijakan, maka dipersilahkan untuk berkunjung ke AS. Sedangkan bagi yang tidak memiliki visa, maka dilarang untuk memasuki AS sejak penerapan kebijakan hingga 90 hari selanjutnya.

Penerapan kebijakan sendiri, akan dilakukan 10 hari pasca ditandatangani, yaitu tepatnya pada 16 Maret mendatang.

Lebih lanjut, kebijakan tersebut juga menegaskan bahwa tidak menyasar Umat Islam. Hanya saja pelarangan sementara karena enam negara tersebut dianggap gagal atau dianggap sebagai sponsor terorisme.

Terkait pengungsi, kebijakan baru mengatur penghentian sementara program penerimaan pengungsi selama 120 hari, dengan disertai pembatasan jumlah yang diterima yaitu 50000 pengungsi dari seluruh dunia untuk tahun ini.

Berbeda dengan kebijakan sebelumnya, para pengungsi dari Suriah tidak diberi larangan khusus. Yang artinya, mereka bisa memasuki Amerika Serikat setelah jangka waktu kebijakan habis.

Terkait posisi Irak yang tidak termasuk dalam negara yang warganya dilarang masuk selama 90 hari, Menlu AS, Rex Tillerson, mengatakan bahwa itu disebabkan karena kesungguhan Irak dalam memerangi terorisme. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Inggris Berterima Kasih kepada Turki