
Hari ini yang ku nanti… Saat lembaran-lembaran iman saling terpaut, Membentuk garis-garis ukhuwah. Sketsa impian masa lalu, kini nyata terekam dalam pita batinku… Segenggam ghirahMu bagai batu bara menyala pada permukaan tungku, Berkawan dengan api… Saat ku terlelap, bara itu kian menyala! Menyilaukan, Pesonanya memukau menerangi seantero jagat raya, memukau dalam peraduan cintaNya…
Lentera-lentera zaman menyatu terselimuti asa-asa tak terperi, Mencipta senyum menyemaikan benih-benih wasilah… Damainya pelita arsy-Mu menggoda, mengusik kelalaianku.

Pemimpin sayap militer Hamas Ahmed Jabari menegaskan bahwa Hamas akan mengosongkan penjara-penjara Israel dari tahanan Palestina. Oleh sebab itu, Hamas akan terus melakukan operasi penculikan prajurit-prajurit Israel untuk ditukar dengan tahanan Palestina yang jumlahnya masih ribuan dalam penjara Israel.

Selasa, 18 Oktober 2011 merupakan hari bersejarah bagi perjuangan rakyat Palestina. Sebanyak 477 tahanan Palestina akhirnya bisa bernafas lega setelah bertahun-tahun berada dalam penjara zionis Israel. Pertukaran 1.027 tahanan Palestina dengan seorang tentara Israel berpangkat sersan “Gilad Shalit” telah mencapai tahap pertamanya. Sedangkan tahap kedua akan berlangsung dua bulan mendatang dengan sisa 550 tahanan yang akan dibebaskan kemudian.

Ketua Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al mengatakan, bahwa pertukaran tawanan yang dilakukan antara Hamas dengan Zionis Israel telah membuka lembaran sejarah baru bagi bangsa Palestina. Ia menegaskan bahwa kemampuan menyembunyikan Shalith selama 5 tahun merupakan sebuah prestasi dan kebanggaan sendiri bagi bangsa Palestina.

Dalam bulan Oktober 2011 ini, sudah dua pejabat Gaza yang mengunjungi lokasi pembangunan RS Indonesia di Bayt Lahiya Gaza Utara, yaitu Menteri Kesehatan dr. Bassim Naim dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, dr. Naji Sarhan. Mereka datang ke lokasi RS Indonesia untuk melihat langsung hasil pekerjaan pembangunan RS Indonesia yang saat ini sudah mencapai 50% untuk bangunan strukturnya.

Konflik Palestina-Israel, hingga kini belum berujung. Konflik yang bermula sejak berdirinya Negara (tidak sah) bernama Israel di tanah Palestina pada 14 Mei 1948 itu sampai kini belum berakhir. Bahkan, Sidang Umum tahunan PBB September lalu, seakan tak bermakna apa-apa bagi Palestina. Israel berhasil melobi Amerika sehingga Negeri Paman Sam itu menggunakan hak vetonya. Dan hingga kini, Palestina yang kita cintai tetap berada dalam cengkeraman Zionis Israel yang tidak tahu diri.

Lebih dari 200.000 orang berkumpul di Kota Gaza pada Selasa (18/10) untuk aksi massa merayakan kembalinya para tahanan yang dibebaskan berdasarkan kesepakatan tukar tahanan dengan Israel, kata gerakan Hamas. “Lebih dari 200.000 orang kini sedang berkumpul di Katiba (di Gaza City) untuk ikut ambil bagian dalam perayaan besar menyambut para tahanan,” kata salah seorang pejabat Hamas yang terlibat di dalam kepanitiaan unjuk rasa penyambutan itu.

Hamas, penguasa Gaza, merencanakan membebaskan Shalit, yang ditangkap dalam serangan lintas-perbatasan pada tahun 2006, dengan pengertian bahwa 550 tahanan Palestina yang lain akan juga dibebaskan dalam tempo dua bulan. Seorang juru bicara Komite Perlawanan Populer mengatakan pada konferensi pers di Gaza, “semua organisasi telah sepakat untuk memulai persiapan penerimaan tahanan, untuk menerima mereka seperti pahlawan dengan resmi dan perayaan yang meriah.”

Sekelompok pemukim Yahudi kembali menyerang warga Palestina. Kali ini target serangan mereka adalah para siswa siswi sekolah Qurtuba di Hebron. Selama tiga hari belakangan ini, para guru dan siswa sekolah itu tidak bisa datang ke sekolah karena dihalang-halangi oleh para pemukim Yahudi. Pemukim Yahudi itu melempari guru dan siswa di sekolah itu dengan batu dan botol-botol kosong.

Dalam lawatannya ke Indonesia, Menteri Luar Negeri Jepang Koichiro Gemba menegaskan, Jepang dan Indonesia siap untuk mendukung kemerdekaan Palestina. “Dalam pembahasan kami terkait masalah Timur Tengah, kami sepakat akan bantu Palestina,” ujar Menteri Luar Negeri Jepang Koichiro Gemba, di Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jumat (14/10/2011).