Home / Arsip Kata Kunci: hati

Arsip Kata Kunci: hati

Indah di Mata Tak Seindah di Hati

Ilustrasi. (kawanimut / inet)

Yakinlah bahwa Allah lebih mengetahui mana yang pantas untuk kau cintai dan kau kagumi. Pemandangan yang indah di matamu tak mampu menembus tebalnya dinding pembatas yang ada di dalam dadanya. Indah di mata tak seindah di hati. Kecuali engkau hanya dapat melihat menurut prasangkamu. Dan kepastian itu telah nampak jelas di hadapan Allah. Karena Dialah yang maha mengetahui segala sesuatu. Tak satupun luput dari penglihatan-Nya. Termasuk apa yang ada di dalam hatimu dan hatinya.

Baca selengkapnya »

Bersyukur atas Mata, Telinga dan Hati

bersyukur-1

Siklus hidup pun akan berjalan dengan teratur, seorang bayi tak akan bisa memimpin sebuah negara dan seorang presiden akan ada yang melampui dirinya di jaman kelak oleh para bayi generasi ke depan. Maha Sempurna, Allah yang mengatur sebab akibat di dunia ini dengan persentase kesalahan 0%. Dan kita mahkluk terbaik yang Ia ciptakan selama ini, maka tidak malukah kita ketika tak pernah bersyukur? Keteraturan yang sangat teratur di mana kita hanya diminta beribadah dan bersyukur berdasarkan kepahaman (Al-Fahm) kita. Semua butuh waktu yang ditunggu dan menunggu. Mata, Telinga, dan Hati kita pun menunggu saat ia dapat berbicara di saat sekarang hanya bisa memperhatikan tindak tanduk tempat mereka bersemayam.

Baca selengkapnya »

Merebut Hati Objek Dakwah

Ilustrasi. (tromboflebitblog.ru)

Kemampuan merebut hati objek dakwah akan meningkatkan kuantitas kita dalam berjamaah. Kuantitas itu berbanding lurus dengan kesuksesan dakwah. Kesuksesan ikhwah kita di Turki,Aljazair, Malaysia, dan Mesir; selalu dilatarbelakangi oleh jumlah kader dan simpatisan yang besar. Karena semakin banyak orang yang bergabung didalam jamaah dakwah, berarti akan semakin banyak pula orang yang akan memperjuangkan kebenaran. Dan jika kebenaran sudah dimiliki mayoritas orang; berarti pemerintahan akan diisi oleh orang-orang yang shalih, uang akan beredar di tangan orang yang amanah, dan hukum akan diputuskan oleh orang yang adil.

Baca selengkapnya »

Mata Hati

Mata (ikadijatim.org)

Potensi mata hati ini bila benar-benar digunakan dengan baik maka akan lebih mengungguli orang yang tidak memakainya. Anda tentu pernah mendengar nama seperti: ibnu Katsir (di akhir hayatnya pengelihatanya hilang), ad-Dzahabi (kehilangan pengelihatan di akhir hayatnya di sela-sela kesibukannya mengajar dan menulis), ibnu Baaz (yang buta ketika berumur 20 tahun namun kemudian menjadi ulama` besar dan produktif menulis), al-Baraak, ar-Rukbaan dan lainnya merupakan bukti nyata bahwa buta mata fisik bukanlah halangan utama asal mata hati tidak buta. Dengan mata hati jernih tentu saja kita bisa melihat petunjuk dan kebenaran Allah.

Baca selengkapnya »

Catatan Hati Tentang Andy

Ilustrasi. (kawanimut)

Saat itu kita masing-masing sibuk dengan agenda dan urusan pribadi. Sehingga aku merasa dengan jabatanmu sebagai ketua OSIS pasti akan semakin sulit untuk diajak bergabung di ROHIS untuk bisa hatimu tersentuh dengan dakwah Islam, yang pertama mungkin engkau akan gengsi, dan alasan yang lain mungkin karena kau tidak punya waktu lagi untuk itu. Pada saat itu aku hanya bisa berdoa semoga engkau bisa segera mendapat hidayah.

Baca selengkapnya »

Ikhwan yang Memenangkan Hatiku

Ilustrasi. (sebeningembun-azzahra.blogspot.com)

Sebuah perasaan dari naluri dan fitrah mereka selayaknya manusia normal. Sikap mengagumi, atau kadang menetapkan pilihan, atau malah perasaan itu hanya tersimpan rapat di dalam hati. Atau justru ada juga yang berani manyampaikan kecendrungan yang ia miliki terhadapa seseorang ke rekannya sesama aktivis entah ada maksud dan tujuan apa. Tapi mungki semua itulah yang aku maksud sebagai luapan emosi sejenak, sebuah kalimat retoris yang tidak dibarengi dengan tindakan nyata.

Baca selengkapnya »

Surat Terbuka untuk Presiden dan Wakil Presiden: Suara Hati Rakyat Indonesia

Ilustrasi. (inet)

Kepada Bapak Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. H. Joko Widodo dan Bapak Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla yang saya hormati mohon maaf atas ketidaksopanan saya menuliskan surat ini. Berangkat dari risaunya hati saya terhadap peliknya huru-hara bangsa ini, saya memilih menumpahkan sebagian suara hati saya yang mewakili suara hati rakyat Indonesia melalui surat singkat ini.

Baca selengkapnya »

Bersuci Hati dengan Kontinuitas Wudhu

Berwudhu

Mari mulai sekarang menjaga kontinuitas wudhu’ kita, di satu sisi sebagai sarana menjaga kesucian dari najis dan hadats yang juga ikut membawa kebaikan dari segi medis dan psikologis, di sisi lain ia menjadi alat pembersih hati dari segala kotoran dan penyakitnya. Hingga pada akhir yang dijanjikan, mereka-mereka yang beruntung yang telah membersihkan hatinya akan diseru Allah dengan seruan, “Ya ayyatuhannafsul muthmainnah, wahai jiwa-jiwa yang tenang. Kembalilah engkau kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai. Lalu Masuklah engkau dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surgaKu.”

Baca selengkapnya »

Kado Perpisahan untuk Hati yang Saling Mencinta

Ilustrasi (nurlienda.wordpress.com)

Surga, adalah kado terindah bagi setiap persaudaraan yang dilandaskan cinta dan keridhaan Allah. Maka jika kado itu telah tergapai, tentulah tak kan ada lagi perpisahan itu. Maka jika kado itu telah tercapai, tersenyumlah setiap yang bersaudara, karena cinta mereka kekal dalam Raudhatul Jannah. Jadi, berbahagialah Saudara. Karena satu tempat disurga telah disediakan untuk hati yang berbingkai cinta dan ukhuwah.

Baca selengkapnya »

Ketika Dedikasi Tinggi Tertanam di Hati Seorang Guru

Ilustrasi. (gagasanriau.com)

Berbagai polemik bisa saja muncul di sekolah. Jarak antara sekolah dengan rumah, gaji yang sedikit merupakan salah satu faktor yang menghambat kinerja guru sekarang ini. Hal itu tidak dipungkiri jika mereka kadang tak optimal melakukan pekerjaannya, karena sekarang ini segalanya memerlukan uang tapi ketika menelusuri jauh ke dalam fungsi kita sebagai guru maka hal tersebut bukanlah sebuah kendala yang berarti untuk tetap mendedikasikan seluruh waktu, pikiran dan tenaganya untuk peserta didiknya. Ketika dedikasi tinggi itu sudah tertanam di hati seorang guru maka yakin dan percaya kesuksesan bangsa akan semakin digenggam. Peserta didik kita akan menjadi benih-benih yang akan tumbuh menjadi pundi-pundi aset negara.

Baca selengkapnya »