Home / Narasi Islam / Khutbah

Khutbah

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Darurat Tapi Belum Terlambat

Ilustrasi - Jamaah shalat di masjid Istiqlal Jakarta, saat bulan Ramadhan. (photo.chosun.com / Reuters)

Kini kita dalam kondisi darurat. Darurat Narkoba, darurat korupsi, darurat perzinaan dan pemerkosaan, darurat keserakahan dll kemaksiatan dan dosa. Bila ingin selamat dari kondisi yang sudah serba darurat ini, maka iman dan taubat tak boleh terlambat. Insya Allah belum terlambat untuk sadar, beristighfar dan bertaubat. Mari kita semua beristighfar dan bertaubat. Mari kita jalankan ajaran Islam dengan penuh kesungguhan. Janganlah Islam hanya dipakai kalau ada kepentingan politik saja. Jangan Islam hanya dipakai hanya di bulan Ramadhan saja. Janganlah kita shalat hanya di Idul fitri saja. Wahai kaum wanita, jangan hanya pakai jilbab ketika shalat saja. Wahai para pejabat, jangan tampak dekat dengan rakyat dan tampak rajin ibadah hanya di saat hendak nyalon saja.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Agar Kemesraan Tak Segera Berlalu

Ilustrasi - Jamaah shalat di sebuah masjid di Pattani, Thailand. (senejet.net)

Puasa menciptakan harmoni hubungan antar jasad dan ruh, antar fisik dan jiwa dan menjadikan jiwa sebagai pusat kendali. Harmoni hubungan antara langit dan bumi. Insan bertakwa adalah yang kakinya menjejak bumi namun kepalanya menjelajah langit. Yang berjalan di tengah manusia, bergaul dan bergumul, memberi dan menerima. Perkataan dan perbuatannya bersumber dari jiwa dan hati yang sepenuhnya berada dalam genggaman Ar-Rahman, Tuhannya. Itulah suasana Ramadhan yang indah dan penuh kemesraan.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Nyalakan Iman Dalam Kehidupan, Refleksi Ibadah Puasa Ramadhan

Ilustrasi. (inet)

Para ulama menyimpulkan, iman akan naik dan kokoh dengan menjalankan ibadah dan ketaatan. Begitu juga, ibadah dan ketaatan akan ringan dikerjakan ketika iman naik dan kokoh. Keduanya saling mempengaruhi. Sebaliknya, iman akan ringkih bahkan mati karena praktik maksiat dan dosa, wal’iyadzu billah. Di sinilah perjuangannya, kita berusaha menjaga dan merawat bahkan meningkatkan iman agar tetap naik dan kokoh dengan menjalankan ibadah dan ketaatan.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Tiga Pelajaran Pada Momentum Idul Fitri

Ilustrasi. (vivirconemociones.blogspot.co.id)

Ayub tersenyum, dan berkata, “Akulah orang yang engkau maksudkan itu”. Setelah itu, Allah membalas kesabaran Ayub dan istrinya dengan memberi keturunan, harta dan kesuksesan. Ibnu Abbas mengatakan, “kesabaran Ayub dan istrinya adalah teladan utama dalam menghadapi ujian Allah. Karena itu, keduanya mendapat kehormatan dengan diberikan anak-anak sebanyak dua puluh tujuh orang”.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Fitri 1437 H: Menguatkan Empat Komitmen

Ilustrasi. (Foto: b-s-m.de)

Sedih dan gembira merupakan dua perasaan yang menyatu pada diri kita hari ini. Sedih karena Ramadhan terasa cepat berlalu, padahal momentumnya belum kita maksimalkan untuk mengokohkan ketaqwaan pribadi, keluarga dan masyarakat. Meski begitu, kita juga gembira karena semoga dengan berakhirnya Ramadhan kita dapat kembali menjadi insan yang suci dari segala noda dan dosa. Setelah Ramadhan berakhir, di antara yang harus kita lakukan adalah memperkuat dan membuktikan komitmen kita terhadap empat hal yang amat penting dalam kehidupan pribadi, keluarga dan kemasyarakatan.

Baca selengkapnya »

Dari Masjid untuk Negeri Tercinta

Ilustrasi. (bangsaonline.com)

Kejayaan Masjid di masa lalu adalah salah satu bukti bahwa proses tersebut akan berulang lagi di zaman kita hidup sekarang. Bahwa Masjid bukan hanya sekadar tempat ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi pusat peradaban, sehingga kegiatan produktif seperti diskusi-diskusi dan kajian-kajian akan semakin sering di lakukan untuk memakmurkan masjid. Di masa yang akan datang, takkan ada lagi orang tua yang memarahi secara berlebihan anak-anak yang bermain di dalam masjid, namun diarahkan dengan pengajaran yang baik, agar generasi muda penerus bangsa ini adalah para pemuda yang hatinya selalu terpaut di masjid.

Baca selengkapnya »

Khutbah Jum’at: Urgensi Waktu dalam Islam

(inet)

marilah kita bangkit mulai dari sekarang untuk mengisi kehidupan ini dengan berbagai kegiatan positif. Seperti ibadah, membaca, bertasbih, menelaah sebuah buku, menulis, merapikan meja kerja, atau memberi hal yang berguna bagi orang lain. Maka insya Allah kebahagiaan akan kita peroleh. Apa yang harus dilakukan? Membaca merupakan salah satu jawabannya. Baik itu membaca Alquran, kitab-kitab hadits, buku-buku ilmu pengetahuan dan motivasi, sampai membaca situasi kehidupan di sekeliling kita. Sehingga dengan begitu, waktu luang tidak akan terlewati dengan percuma.

Baca selengkapnya »