Home / Narasi Islam / Humaniora

Humaniora

Sepeda Seumur Hidup Sang Marbot Masjid

Sekarang Wak Min menghabiskan sisa umurnya untuk mengabdikan diri di Masjid, menjadi marbot. Beliau adalah sosok marbot yang penuh dengan dedikasi. Sebagai betuk apresiasi terhadap apa yang ia kerjakan, komunitas Gerakan Jum’at Sedekah menggalang aksi patungan untuk membelikan Wak Min sepeda baru. Sebagai pengganti sepeda jengki nya yang sepertinya sudah harus pensiun.

Baca selengkapnya »

Fahri Ingin Sehat, Kak

Fahri didiagnosa terkena Ensefalitis (Radang Otak). Ensefalitis merupakan gangguan atau penyakit karena terjadi inflamasi di bagian otak. Penyebab terjadinya inflamasi pada otak karena adanya infeksi virus. Pada umumnya virus penyebab terjadinya Ensefalitis adalah virus herpes simlpleks.

Baca selengkapnya »

Kolaborasi Sosial untuk Anak Luar Batang

Melihat kondisi 4000 jiwa warga yang terlantar akibat penggusuran ini, terutama anak-anak, para santri dan santriwati dari Yayasan Indonesia datang langsung melihat, merasakan dan menyelenggarakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak Luar Batang, Jakarta Utara, pada 15 April 2016 lalu. Berkolaborasi bersama Gerakan Sedekah Rombongan dan Forum Zakat (FOZ) wilayah Jakarta Raya, tiga lembaga sosial ini bersatu untuk mengembalikan pulusan senyum anak Luar Batang. Anak - anak korban penggusuran diajak bermain, dan bersenang-senang membuat mereka lupa dengan rubuhnya rumah mereka, walau mungkin hanya sebentar.

Baca selengkapnya »

Secangkir White Coffee Dakwah: Belajar Dari PKPU dan AMCF

Kami meyakini bahwa setiap upaya untuk perbaikan umat ini apapun bentuknya tentu sedikit atau banyak efeknya setidaknya bisa membantu. Diibaratkan bila setiap individu yang berdakwah adalah batu bata peradaban, maka tunggulah bangunan indah itu akan tegak kelak, insya Allah. Sambil menunggu mari kuajak engkau menikmati secangkir white coffee, lalu ikut bekerja untuk umat ini, untuk bangsa ini, belajar dari PKPU dan AMCF.

Baca selengkapnya »

Call Me “Rafi”

Di semester pertama, saya fokus umembuat Rafi bisa membaca, saya kelelahan mencari berbagai metode ajar untuk Rafi. Ditambah kelas yang penuh dan Rafi sangat sulit berkonsentrasi. Kemudian, saya mengajar Rafi di luar jam sekolah dari mulai kartu huruf yang saya gunakan hingga tebak kata yang kemudian disusun. Tidak satupun saya berhasil membuat Rafi bisa membaca. Kemudian saya membuat kartu per suku kata yang diawali dengan tebak ekspresi dan gesture. Kemudian saya meminta setiap anak menebak secara bergantian dan menyusun suku kata yang terpisah menjadi kata yang sempurna , tentu sebelum metode ini digunakan saya mengajarkan para siswa belajar membaca per suku kata, begitu juga Rafi. Satu bulan sudah metode ini saya pakai meski tidak di kelas. Bukan hanya para siswa lain yang mampu membaca, Rafi pun sudah bisa membaca meski kadang salah membaca suku kata. Tetapi, metode ini cukup efektif untuk para siswa khususnya Rafi.

Baca selengkapnya »

Tawaran Holiah Sebelum Sekolah

Satu nilai tambah lagi dalam diri Holiah adalah kesungguhannya dalam belajar, hingga kemampuannya mampu mengalahkan anak yang hidupnya damai tenteram dalam dekapan orang tua. Dia tak pernah malu meskipun ada temannya yang suka memberinya gelar “bakwan” seperti nama salah satu gorengan yang sering dijajakannya.

Baca selengkapnya »

Sepenggal Kisah Bocah Palestina: Jangan Kasihani Saya, Jika Ingin Membantu, Belilah Roti Ini

Tim DPR RI akan memberikan sejumlah uang pada anak kecil itu, tetapi anak kecil berusia 6 tahun ini berkata, "Jangan kasihani saya, jika ingin membantu saya belilah roti ini, tetapi jika Anda ingin membantu perjuangan Palestina untuk menyelamatkan Masjid Al-Aqsha dari tangan-tangan Zionis itu sumbangkan uang Anda pada mujahidin Palestina, saya akan hidupi diri saya dengan berjualan roti ini."

Baca selengkapnya »

Catatan Kemanusiaan: “Incognito”

Dorongan menulis catatan kecil muncul saat sebuah pesan instan masuk dalam kotak WA, Ahad dini hari (00.23): “Jazakumullahu khair atas kunjungan ustaz salim. Afwan sy kemarin ketiduran krn kelelahan, jd tdk bisa menyambut kedatangan beliau.” Dua menit kemudian (00.25), ditambahkan lagi: “Sampaikan salam kami kepada beliau.”

Baca selengkapnya »