Home / Narasi Islam / Artikel Lepas

Artikel Lepas

Romantisme Agama dan Semunya Rasionalitas

Ilustrasi. (tr.forwallpaper.com)

Sejatinya agama bukanlah sebuah konstetansi siapa benar, siapa salah. Tapi, soal rasa junjung akan kebenaran ilahiyat yang telah menjadi visi yang diemban para pengutus-Nya. Agama bukanlah masalah keromantisan ayat-ayat tentang surga dan hiruk-pikuk neraka yang dijadikan sabda politik kepentingan. Agama seharusnya menjadi visi semesta demi kesejahteraan masyarakat. Bukan seperti tafsiran syair Abu Nawas,” aku tak layak di surga-Mu, aku juga tak mampu menahan api neraka-Mu”. Olehnya itu, agama bukan dimaknai seperti memparafrasakan gurindam atau segala jenis karya seni. Agama itu diyakini dalam hati, dilisankan untuk disampaikan dan diamalkan sebagai buah kefahaman, itulah Iman sebagai pondasi keberagamaan. Laksana sayatan pedang di tengah perang, setajam pena dalam lembaran suhuf-suhuf.

Baca selengkapnya »

Kriteria Manusia Beruntung Menurut Al-Quran

llustrasi. (bestonlinequranlearning.com)

Beruntung lah mereka. Itulah selintas pikiran saya ketika melihat orang yang keluar dari rumah megah bertingkat, berpakaian rapih wah dan masuk mobil mewah. Hidup mereka serba cukup, semua keinginannya terpenuhi, anak-anaknya sekolah di luar negeri, setiap liburannya jalan-jalan jauh dari tempat domisilinya. Namun benarkah orang beruntung golongan mereka?

Baca selengkapnya »

Belajar dari Ibrahim AS

Ilustrasi. (inet)

Hari raya qurban bukan hanya tentang sesembelihan tetapi juga arti kehidupan. Dalam perjalanan hidup, kita akan dihadapkan pada banyak pilihan yang tidak menutup kemungkinan menuntut adanya pengorbanan. Merelakan apa yang dicinta, memaknai arti aatal maala ‘alaa hubbihi. Menerima dengan lapang dada, dan bersyukur sebanyak-banyaknya.

Baca selengkapnya »

Kelu Lidah di Lelantai Haramain

Ilustrasi. (Aki Awan)

Kadang hanya bertemu kelu lidah dan kesyahduan isak. Perlu sedikit mengatur nafas untuk dapat berucap jelas.. Rabbana, saksikan bahwa kami adalah jiwa-jiwa yang selalu rindu ke tanah suciMu, rizkikan kami Kau undang ke sana ya Rabb, izinkan kami mengunjunginya dengan sebaik baik kunjungan, dengan sebaik baik kehusyu’an, dengan sebaik baik keadaan..

Baca selengkapnya »

Betapa Sayangnya Allah SWT Kepada Kita, Manusia

Ilustrasi. (Salman Al-Farisi)

Keyakinan bahwa kita sedang dicintai dan disayangi oleh Allah adalah hal yang sangat penting dalam seluruh perjalanan hidup kita. Keyakinan itu memberikan kekuatan yang lebih untuk bisa melakukan sesuatu yang menjadi tugas kita. Keyakinan bahwa Allah mencintai, akan mendorong kita untuk melakukan hal yang sama bahkan lebih dari itu, sehingga kita siap menyambut cinta Allah dengan kecintaan dalam setiap langkah yang kita lakukan. Di samping itu, hidup yang di awali dengan keyakinan bahwa kita “dicintai” pada saat yang sama akan membawa kita pada keengganan untuk bermaksiat kepada-Nya.

Baca selengkapnya »

Berilmu Hanya Usaha Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Ilustrasi. (halidayanti.blogspot.com)

Kasus di atas merupakan fakta sejarah yang tidak dapat dibantah. Muhammad saw. sangat menghargai orang-orang yang berilmu serta mencintai ilmu. Ia sangat bercita-cita agar ummatnya menjadi ummat yang berpendidikan. Begitu pentingnya ilmu dalam salah satu sabdanya ia mengatakan, man salaka thariqan yaltamisu fiihi ‘ilman sahhalallohu lahu thariqon ilal jannah, barang siapa yang menempuh suatu perjalanan untuk menggapai ilmu maka Allah mempermudah baginya jalan menuju ke surgaNya.

Baca selengkapnya »

Hikmah Dzulhijjah

Ilustrasi. (orgsc.com)

Bulan Dzulhijjah adalah momen bertaqarrub, mendekatkan diri kepada Allah, membuktikan keimanan, ketaqwaan, dan kecintaan, serta mencari simpati dan keridhaan-Nya dengan berbagai amal kebaikan, sekaligus meneladani sifat-sifat Nabi Ibrahim yang telah berhasil membuktikan keimanan dan kecintaannya yang sempurna kepada Allah, juga akhlaknya yang mulia kepada makhluk-Nya.

Baca selengkapnya »

Indahnya Hidup dalam Panduan Allah

Ilustrasi. (visitlawrencecounty.com)

Sementara dalam perjalanan keseharian kita, kadangkala kita punya waktu yang panjang ternyata pekerjaan yang sederhana saja tidak selesai. Sebaliknya kadang kita punya waktu yang sempit, tetapi ternyata kita bisa melakukan pekerjaan yang besar. Realitas ini mengingatkan kita bukan waktu semata yang membuat kita mampu melaksanakan satu pekerjaan. Ada faktor yang lebih penting lagi, yaitu bimbingan dan panduan dari Allah SWT yang menjadikan waktu kita menjadi produktif dan bernilai. Ketika Allah membimbing urusan kita, maka begitu mudah rencana kita dapat direalisasikan. Ketika Allah meninggalkan urusan kita, hal yang sederhana yang sudah di depan mata menjadi sangat sulit dan rumit.

Baca selengkapnya »
Figure