Home / Narasi Islam / Artikel Lepas (halaman 20)

Artikel Lepas

Apa Tema Ramadhan Kita?

Selamat Menyambut Ramadhan (masedys.blog.uns.ac.id)

Ternyata Ramadhan sejatinya begitu penuh dengan ketaatan, begitu padat dengan ibadah. Maka cobalah untuk menjadikan salah satu di antaranya unggulan selama bulan Ramadhan. Contoh kita bisa jadikan taubat sebagai ibadah unggulan kita selama Ramadhan. Tiada hari tanpa istighfar, dalam sehari kita targetkan minimal seribu kali istighfar. Taubat kita lebih dahsyat dari hari-hari di luar Ramadhan, semakin hari semakin sering kita mengadu memelas ampunan kepada Allah. Hingga hari-hari Ramadhan kita penuh dengan kalimat istighfar dan taubat. Subhanallah, indah betul. Maka “Bulan Taubat dan Istighfar” adalah tema Ramadhan kita.

Baca selengkapnya »

Rumus Fisika Raja, Kejutan Terindah

Ini tulisanku tentangnya. Tentang kasih sayang yang luar biasa, pelindung serta penjaga keluarga dan keringatnya menjadi inspirasi kami. 16 tahun bersamanya, pria paruh baya yang ku panggil ayah. Pergi meninggalkan seorang istri dan empat anaknya ke alam Barzakh. Mengingat kembali kenangan pedih yang membahagiakan.

Baca selengkapnya »

Jangan Korbankan Agamamu

Suatu ketika saya jalan-jalan menyusuri sebuah perkampungan di pinggiran kota Solo, ternyata masih ada juga daerah yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ingin rasanya saya membantu mereka tapi apa daya saya belum bisa. Tidak sengaja saya bertemu dengan seorang tukang jamu keliling dengan sepeda ontel. Panjang lebar saya bercerita tentang kisah keluarga yang rela menjual agama dengan sekardus mie instan. Saya bertanya kepada pedagang itu. Bagaimana jika ibu dicukupi kebutuhan hidup sehari-hari, tapi ada syaratnya harus pindah agama? Tanya saya. Dengan jelas dan tegas Ibu tersebut menjawabnya. Meskipun saya hidup menderita, harus banting tulang dalam bekerja, tapi saya tetap istiqomah di dalam beragama Islam, jawab Ibu tersebut. Saya salut mendengar jawaban ibu tersebut. Suatu prinsip hidup yang harus dipegang teguh sampai akhir hayat. Memang, tidak bisa dibohongi bahwa sebuah kemiskinan dekat dengan kekufuran. Tapi, ada juga kekayaan yang melimpah ruah bisa dekat dengan kekufuran.

Baca selengkapnya »

Mentalitas Muslim Juara

Ya, karena beliau dan sahabat-sahabat Rasulullah saw dibentuk untuk menjadi muslim yang memiliki mentalitas yang tinggi, mentalitas para juara, mentalitas para pemimpin, sebab jika tidak memiliki cita-cita dan mentalitas yang tinggi maka mungkin kita tidak akan bisa membaca Al Qur’an dengan nyaman, jika Rasulullah dan para sahabat tidak memiliki cita-cita dan mentalitas yang tinggi, maka mungkin kita tidak akan bisa merasakan cahaya Islam seperti saat ini. Maka sebagai pemuda wajib bagi kita memiliki cita-cita dan mentalitas yang tinggi, mungkin efeknya tidak akan kita rasakan sekarang, tapi pemuda sekaranglah yang kelak akan menjadi pemimpin di masa akan datang.

Baca selengkapnya »

Petuahnya akan Selalu Kuingat

Waktu terus berjalan, hari demi hari, detik demi detik tak dapat ku hentikan ketika ku tengah berada di dekapannya. Ingin sekali rasanya setiap saat berada di pelukannya. Dekapannya hangat, mengusir ketakutanku dari segala hal yang membahayakanku. Sejak ku kecil, ibu selalu menanamkan keberanian pada diriku. Aku tidak boleh takut dengan kegagalan, jika gagal coba lagi, jika salah segera minta maaf. Petuahnya selalu ku simpan dalam benak, pesan darinya adalah kunci semangat dan keberanianku.

Baca selengkapnya »

Terima Kasih Paman, Kini Aku Berani Memberantas Kekhawatiran Masa Depan

Di samping sebagai murid SD yang banyak mainnya, aku memiliki paman yang sangat peduli dengan pendidikan para ponakannya. Namanya Ivan Ahda, ku panggil Mang Ivan, saat itu ia sedang menjalani rutinitasnya sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan sangat aktif di organisasi kampusnya, mulai dari Senat FPsi UI 2005-2006 sampai koordinator Pusgerak BEM UI 2007. Ya, sangat sibuk memang, tapi ia tidak pernah lupa dengan keluarganya termasuk ponakannya. Terkadang ia main ke rumah untuk silaturrahmi dan mengajakku dan kakakku jalan-jalan ke toko buku.

Baca selengkapnya »

Berteduh di Awan Metropolitan

Sungguh... Kikuk saat menyaksikan sendiri para wanita dan balita itu menghadapi realistis peliknya hidup di ibu kota, layaknya para perantau pada umumnya... Mereka adalah beberapa dari sekian ratus ribu orang yang gagal mengadu nasib di perantauan. Lalu? Yang perlu di sayangkan adalah kelancangan dan kenekatan mereka, barangkali mereka hidup miskin, kekurangan dan jauh dari perhatian pemerintah di kampung halaman,, namun tidak seharusnya mereka jadikan itu sejumlah alasan dan argumentasi untuk meninggalkan kampung halaman mereka tanpa bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

Baca selengkapnya »
Organization