Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas (halaman 10)

Artikel Lepas

Hampir Kusesali yang Telah Kuberikan Itu

Agamaku, memang berada dalam kondisi kekurangan dan keterbatasan. Namun, kondisi itu diperparah oleh perilaku umatnya sendiri, tentang rasa dan kepedulian. Kebetulan, lebaran baru saja berlalu, betapa kebanyakan umat ini terjebak dalam rutinitas yang cenderung foya-foya, seperti menyalakan petasan dan kembang api secara berlebihan. Begitu banyak sumber daya umat ini yang digunakan untuk hal-hal yang bersifat hura-hura, konsumtif, bahkan mubazir, yang semestinya diminimalisir. Kita lebih banyak mencari kesenangan sesaat daripada kebahagiaan yang sesungguhnya. Sementara di antara kita ada orang yang kesusahan, orang sakit yang tak mampu berobat, atau anak yang tak punya biaya untuk sekolah, namun yang lebih peduli pada mereka justru datang dari agama lain.

Baca selengkapnya »

Hudzaifah Sang Paradoks Akhir Zaman

Tapi mungkin belum, dan aku harus masih harus melewati tipu daya-tipu daya yang lebih dahsyat lagi. Dan aku hanya memiliki seuntai doa, Ya Allah, jadikan tipu daya dan kezhaliman yang menimpa kami, tambahan pertolongan bagi kami, menjadi wasilah yang mendekatkan kami kepada apa yang Engkau janjikan kepada kami dan senantiasa menjadi pelipur di antara kepedihan kami, tegaknya agama Islam ini pada semua tempat yang ada timur dan baratnya, pada semua tempat yang dicapai oleh siang dan malamnya.

Baca selengkapnya »

Meretas Cinta Jalan Kepahlawanan

Pada sisi lain, kita harapkan pahlawan yang lahir di tengah rimba jelata adalah mereka yang perbuatan dan kata-katanya seirama dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan mahkamah publik. Sebab, semua orang ingin menjadi pahlawan, tapi hanya sedikit sekali mereka yang komitmen antara kata dan perbuatan. Akhirnya hanya skala kesadaranlah yang membuat matahari tetap dalam kesadarannya. Bumi setia diinjak-injak kaki-kaki para makhluk Tuhan. Itulah yang disyairkan oleh WS Rendra di tahun 1984 berlokasi di Kota Depok: “Kesadaran Adalah Matahari, Kesabaran adalah Bumi, Keberanian menjadi Cakrawala, dan Perjuangan adalah Pelaksanaan Kata-Kata”.

Baca selengkapnya »

Keistimewaan Para Penghafal Al-Quran di Dunia

Itu baru sebagian kecil kenikmatan yang mereka dapatkan di dunia. Masih banyak lagi kenikmatan yang akan mereka dapatkan terlebih di akhirat. Maka dari itu, marilah kita bersama-sama meraih ridho-Nya, kita jadikan diri kita layak untuk Allah jadikan kita sebagai keluarga-Nya di bumi. Mulai dari menghafal juz 30, sampai akhirnya kita bisa hafal 30 juz. Jika kita merasa tak memiliki waktu untuk membaca ayat-ayat Al-Quran, Sebenarnya bukan kita yang tidak memiliki waktu untuk membaca Al-Quran, melainkan Al-Quran lah yang tidak ridha dibaca oleh kita.

Baca selengkapnya »

Berkah dan Bertambah Keberkahan

Selanjutnya keberkahan yang kita minta adalah berkumpul dengan orang-orang beriman dan bertaqwa di istana di sorganya Alloh SWT, seperti banyak harapan dari orang beriman sebelumnya, kutipan: perkataan seorang suami kepada isterinya, Hasan Al Banna, Ya Ummu Wafa, Istana kita menanti di sorga. (Ada Cinta di Rumah Hasan Al Banna). Subhanallah, ada sorga yang menanti, sehingga mari bersemangatlah, bersemangat menjemput takdir terbaik kita di dunia dan akhirat, berharap berkah dan bertambah keberhakan, Insyaallah.

Baca selengkapnya »

Stres Itu…

Ketika kekesalannya memuncak, ia akan mencari pelarian. Saat ia merasa bahwa penyebab semua masalah ada pada dirinya, ia akan merasa tak berharga lagi. Rasa kebencian pada diri sendiri pun mulai tumbuh. Mulai dari mencaci-maki diri sendiri, menyakiti diri sendiri. Meskipun sebenarnya batinnya pun perih tapi sangat sulit untuk membuatnya stabil kembali. Bahkan tangisannya pun bagaikan tangisan kesetanan.

Baca selengkapnya »

Cinta Sebagai Energi Kemenangan

Kawal dia..!!! kawal… jangan sampai lengah!!! Kawal sampai pintu rumah terakhir di negeri ini..!!! Jangan khianati amanah ini…!! Amanah ini telah diserahkan kepadamu…!! Jadilah pengawal setia…!!! Hiduplah di atas kesetiaan dan matilah di atas kesetiaan…!!! Jangan pedulikan luka-luka di kaki… Dan jangan pedulikan luka-luka di hati!!

Baca selengkapnya »

Pribadi Bangsaku

Jadi bagaimana Indonesia? Bagaimana pribadinya? Tanyaku tak sabar dan kantuk semakin hilang. Kau menjawab:Belum ada jawaban tentang pertanyaan itu. Bagiku, Indonesia belum menemukan pribadinya. Ia masih tumbuh. Bahkan dunia ini pun, masih tumbuh. Tapi kau harus tahu, bahwa pribadi sebuah bangsa itu bukan untuk dinantikan dan diketahui, tapi justru diciptakan, dibentuk, dan diajarkan....

Baca selengkapnya »

Refleksi Sumpah Pemuda: Empat Modal yang Harus Dimiliki Pemuda

Pemuda itu adalah pilar kebangkitan umat, rahasia kekuatan dalam setiap kebangkitan panji dan setiap fikrah. Para pemuda adalah penerus tongkat estafet kepemimpinan sebuah bangsa. Sehingga nasib bangsa ke depannya ditentukan oleh kualitas para pemuda hari ini. Apa yang hari ini diukir, akan menjadi rupa dan warna di masa mendatang. Sangat bergantung pada apa yang dibaca, ditonton dan kebiasaan yang dilakukan pada saat ini.

Baca selengkapnya »
Figure
Organization