Home / Nia Assyifa

Nia Assyifa

Pegawai Negeri Sipil. "Menjadi karanglah meski tak mudah, sebab ia akan menahan sinar matahari yang garan, ia akan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah, melawan bayu yang keras menghembus dan menerpa yang dingin yang mencoba membekukan, ia akan kokohkan diri agar tidak mudah hancur dan terbawa arus, ia akan tegak berdiri, belajar untuk terus berjalan..nmenapaki arti hidup sesungguhnya"

Berkah dan Bertambah Keberkahan

Selanjutnya keberkahan yang kita minta adalah berkumpul dengan orang-orang beriman dan bertaqwa di istana di sorganya Alloh SWT, seperti banyak harapan dari orang beriman sebelumnya, kutipan: perkataan seorang suami kepada isterinya, Hasan Al Banna, Ya Ummu Wafa, Istana kita menanti di sorga. (Ada Cinta di Rumah Hasan Al Banna). Subhanallah, ada sorga yang menanti, sehingga mari bersemangatlah, bersemangat menjemput takdir terbaik kita di dunia dan akhirat, berharap berkah dan bertambah keberhakan, Insyaallah.

Baca selengkapnya »

Aia Tajun Libuak Batu Bulan

Setelah parkir motor di Kubang Balambak, lanjut track jalan kaki 30 menit. Dan akhirnya berjumpa dengan kebun "Gambia" untuk sejanjutnya bersua juga dengan "Aia Tajun Lubuak Batu Bulan"... Luar Biasa, sekilas biasa, tapi setelah dihayati jadi semakin mengerti bahwa semua tak ada yang sia-sia.

Baca selengkapnya »

Bertarung dengan Angin

Duduk bersila sembari mengambil seteguk kopi panas mengepul, sedari pagi hanya duduk di beranda rumah, tak ada yang bisa dilakukan oleh bujang tanggung yang tak tentu arah dan tujuan. Karena sudah beberapa waktu tak ada niat untuk berusaha keras merubah hidup yang terus terbawa angin kota: penggusuran, pemutusan hubungan kerja.

Baca selengkapnya »

Menyusun Hidup

Sangat banyak susunan yang akan kita temukan di jalan, di mana saja menyoal susunan hidup, apa saja itu, darat, laut, udara, tetaplah ia sebuah susunan. Susunan partikel alam, pepohonan, gas serta semuanya yang bisa kita lihat dan tak terlihat, telah menyatu ia dalam bentuk susunan. Dan apabila kita bisa renungi akan sangat banyak yang bisa kita ambil hikmahnya.

Baca selengkapnya »

Malulah Kita pada Keterpurukan

Menyingkirkan segala keterpurukan memang butuh sebuah refleksi perjuangan yang sangat susah karena ia akan selalu disertakan oleh kesedihan serta pertarungan antara kemampuan dan keimanan serta kesabaran, keikhlasan. Menyeka air mata tak kan lah menyelesaikan keterpurukan. Berdiam diri saja juga tak akan pernah menyelesaikan masalah karena ia harus dituntaskan dengan cara baik.

Baca selengkapnya »

Totalitas Kita Hanya untuk Allah SWT

Totalitas kita hanya untuk Allah swt, tak ada maksud lain yang ingin di raih. Kalaupun Allah swt beri sesuatu dari yang kita senangi sudah sepatutnya kita rendahkan diri ini bersyukur pada-Nya, tetapi perlu kita bertanya pada diri ini yang sedalamnya, jika masih ada latar belakang selain Allah swt kita melakukan suatu kebaikan, maka perlu digaris bawahi bahwa diri ini masih jauh dari totalitas.

Baca selengkapnya »