Home / Pemuda / Cerpen

Cerpen

Ramadhan yang Berbeda

Ilustrasi. (marufclub.com)

Bagai sebuah wujud penolakan yang nyata, kondisi mama yang tadinya sempat stabil tiba-tiba drop. Perawat yang melihat segera memanggil dokter, kami menunggu di depan ruangan sambil terus berdoa yang terbaik untuk mama. Dan Allah memberikan yang terbaik, mama harus menjemput pinangan sang izra’il tepat sehari menjelang ramadhan. Tangis itu menemani hari-hari menanti ramadhan. Bayangan mama manyiapkan makan sahur, membangunkan sahur, dan memasak hidangan berbuka hanya tinggal kenangan. Dan untuk pertama kalinya ramadhan ini terlewat tanpa ada mama, ramadhan yang benar-benar berbeda tanpa mama.

Baca selengkapnya »

Ungkapkan Cintamu

Ilustrasi. (Lena Setiastri)

Maryam tak dapat menahan rasa harunya, matanya kabur terhalang airmata, tubuhnya tergoncang menahan tangisnya. Tatkala ia usap matanya barulah ia sadar ternyata dirinya ada dalam gendongan Ridwan, suaminya. Sedikit bingung, ia bertanya-tanya dalam hati, apakah dialog dengan suaminya tadi nyata atau mimpi. Entahlah itu tak penting lagi baginya. Suaminya menggendongnya menuju ruang tengah. Di atas meja ada bungkusan kado yang besar.

Baca selengkapnya »

Pelajaran Kehidupan

Guru SMP (tribunnews.com)

Aku juga tak kuasa menahan haru dan rasa senang yang membuncah di dada. Aku memutuskan untuk mengambil jurusan Pendidikan Matematika dan bercita-cita menjadi guru Matematika yang hebat seperti Bu Aisyah. Beliau bukan hanya sekedar memberikan pelajaran Matematika tetapi juga pelajaran tentang kehidupan. Perjuangan yang dilakukannya tidak mengharapkan pamrih. Cukuplah kesuksesan anak didiknya menjadi hadiah paling berharga bagi pengabdiannya sebagai seorang guru. Terima kasih Bu Aisyah. Tunggulah aku dan akan kulanjutkan perjuanganmu.

Baca selengkapnya »

Sosok yang Hilang

Ilustrasi. (legend.az)

Dan akhirnya aku menyerah pada gejolak hati yang tak dapat kuelakkan, aku harus menerima jika dia harus pergi demi impian-impiannya. Aku menahan diri untuk tidak menangis di hadapannya, namun aku tak kuasa untuk membendung rasa kehilangan ini lagi. Bagaikan hujan lebat di musim kemarau panjang, gejolak itu menguap ke permukaan. Aku memeluk Zura yang berada di sampingku, Zura membiarkanku menangis di pelukannya.

Baca selengkapnya »

Rusa yang Sombong

ilustrasi rusa (gma.vic.gov.au)

Lebah menawarkan sebuah perjanjian dengan Koko. Dengan nada suara rendah iapun berkata, “Aku minta maaf, aku minta maaf. Dan aku akan minta maaf kepada mereka.” Lalu Lebah memanggil Pak Kerbau, Pak Domba, Pak Kancil, Bu Ayam dan Bu Pipit. Kemudian Koko minta maaf kepada mereka semua. Setelah itu mereka membantunya melepaskan tanduknya dari jeratan pohon beringin tersebut. Akhirnya Koko pun sekarang sudah berubah menjadi Rusa yang baik dan suka menolong.

Baca selengkapnya »

Buah Kesabaran Seorang Budi

Kemenangan (inet) - jawaban.com

Sebelum kembali turis ini, takjubnya dia meminta kepada Budi untuk ikut kembali ke negaranya untuk menjadi asistennya sekaligus menyekolahkan budi di sana, rupanya si turis ini adalah seorang dosen di sebuah universitas yang terkenal di amerika. Turis ini bernama Jhon Andre Blower. Ibu Budi pun juga sangat setuju dengan permintaan ini. Hal ini merupakan tujuan awal dari Budi, yakni ingin bersekolah setinggi mungkin dan mendapatkan beasiswa di luar negeri. Di dalam hati, Budi selalu yakin bahwasanya apa yang diperolehnya sekarang merupakan buah kesabarannya. Ingat, sesungguhnya di balik kesulitan itu ada kemudahan, dan senantiasa lah menjadi orang yang punya rasa syukur.

Baca selengkapnya »

Emas yang Hilang

Ilustrasi. (inet)

Seusai enam minggu penempatan kerja di Pasar Panas. Aku dapat panggilan interview dari perusahaan yang berkantor di Jl.Gatot Subroto. Setiba di Jakarta, esoknya aku melakukan wawancara dan alhamdulillah keterima. Gaji lumayan tiga kali lebih besar dibanding dengan penghasilan sekarang. Akhirnya aku mengundurkan diri dari perusahaan lamaku. Kehilangan kesempatan laksana emas yang hilang begitu saja. Semenjak itu aku bertekad di mana pun aku berada, kalau ada tes ke luar negeri aku akan berjuang untuk menghadirinya meskipun harus menghadapi resiko berat sekali pun.

Baca selengkapnya »

Emas yang Datang

ilustrasi - (detikindo.com)

Bukan main senang hatiku meluap-luap melebihi mendapatkan berlian satu keranjang. Ini adalah peluang emas yang datang kembali. Impian yang sempat tertunda. Sempat aku merasa frustasi karena dulu tak bisa menghandiri interview karena lagi ditugaskan di Site Kalsel. Mulutku terus menerus mengucapkan kata alhamdulillah sambil mengelus-ngelus dada. Di balik misteri kegagalanku tahun 2004 kini terbayar di tahun 2006 setelah menikah. Kontan aku langsung menelpon istriku.

Baca selengkapnya »

‘Amolongo!’ Sapaku

Ilustrasi. (inet)

Sudah menjadi tradisi penduduk lokal, jika melewati orang yang sedang duduk harus mengucapkan kata Amolongo (bentuk jamak dari Amole!). Sapaan tersebut sebagai bentuk penghargaan atau pun salam. Setelah mata terasa ngantuk, Ujang dan Tyo balik ke barak. Suasana barak memang lumayan luas. Ada dua tempat tidur susun dan empat loker kecil. Sementara di dekat meja ada pemanas ruangan. Meski memakai hiter, Ujang dan Tyo menggigil kedinginan. Baju dobel, kaos kaki dan kupluk adalah pakaian wajib setiap malam.

Baca selengkapnya »

Dua Puluh Ribu Perak

ilustrasi (kaskus.co.id)

Suatu hari aku dan teman-teman dipanggil satu persatu ke ruang Tata Usaha (TU). Kulihat beberapa amplop di atas meja. Seorang petugas TU memberikan amplop itu. ‘’Jangan dilihat isinya. Ini sebagai tanda kasih sayang dari kami.’’ ‘’Terima kasih pak.’’ Dengan girang aku menerima gaji pertamaku. Harapanku pasti uang ini jumlahnya lumayan. Karena Pangandaran kota wisata, mungkin honor sekitar dua ratus ribuan. Pas dibuka uang sebesar dua puluh ribu perak.

Baca selengkapnya »