Home / Pemuda / Cerpen

Cerpen

Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif.

Kutitip Cintaku Pada-Nya

“Aku sudah tahu semua tentang dirimu dengan bantuan ayahmu, karena beliau teman baik ayahku. Dan aku tidak menyangka pernikahan kita akan secepat ini. Padahal aku akan memberikan kejutan setelah acara bedah buku di kampusmu nanti” ucapnya seraya menggenggam tanganku dengan lembut dan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya.

Baca selengkapnya »

Aku bukan Perempuan Berkhimar Rebah

Hijrah nya seseorang pada proses. Dan istiqamah lah tombak nya. Terus perbaiki, Istiqamah. Tak ada kata terlambat untuk berubah, terus berusaha. Allah tidak akan merubah suatu kaum sampai kaum itu merubah nya, begitu tegas dalam Al-Qur’an. Cintai sang pemilik hati, karena semua akan terasa tenang jika kita sudah Cinta.

Baca selengkapnya »

Gara-Gara Trompet

Dul dan ketiga temannya yang tergabung dalam genk macho; Baim, Didik dan Sakti tersenyum lega menatap hasil karya mereka dari pagi berkurung di gudang rumah Dul. Trompet-trompet untuk tahun baru yang dibuat dari kertas-kertas bekas hasil jarahan di kedai bapak Baim. Rencananya trompet ini selain untuk mereka sendiri juga akan dijual, mereka sudah membayangkan akan mendapat uang saku lebih darinya karena biasanya setiap tahun baru trompet adalah salah satu benda yang laris dijual.

Baca selengkapnya »

Dalam Istikharah Kutemukan

Tak ada yang sulit di dunia ini, asal kita mau berusaha dan menjadikan semua itu sebagai tombak pendewasaann kita yang lebih baik. Sangat di sayangkan dan menyesal, dulu saya hanya bisa bersedih dan menyendiri saat saya di hadapkan pada masalah besar. Sekarang semua nya terasa menjadi lebih baik karena Dalam Istikharah Kutemukan...

Baca selengkapnya »

Aku Terima Dia dan Dua Anaknya

Status?! Bagaimana dengan statusnya yang duda itu?! Bagaimana nanti pandangan masyarakat terhadapku? Huh! Menikah langsung sepaket dan dapat dua anak sekaligus?! Benar-benar di luar kendali dan pikiranku. Berhari-hari aku bimbang, memikirkan jawaban dan segala kemungkinan. Hingga aku tersungkur, tergugu dalam sujud-sujud istikharahku.

Baca selengkapnya »

Saya, Tersesat di Jalan yang Benar

Jadi ingat masa dulu, saya keukeuh buat sekolah ke negeri tapi nyata nya saya masuk pesantren. Dan dari sana lah perjuangan saya yang sesungguh nya. Saya bisa menemukan diri saya yang sesungguh nya. Meski dulu saya selalu buat kecewa orang tua, tapi saya selalu nitip pesan sama si amat untuk selalu saying sama orang tua dan jangan buat orang tua itu nangis karena kita. Benar, saya sangat sangat menyesal dulu telah mengikuti keinginan yang tanpa jelas arah dan tujuannya. Tanpa saya memperhatikan orang-orang di sekitar saya yang benar-benar mencintai dan selalu mensupport saya dari belakang. Mulai dari mamah, bapak, teteh dan semua pihak pesantren yang telah membuat saya mampu berkontribusi pada masyarakat. Memberikan sedikit ilmu yang saya dapat kan dan saya syiarkan di kalangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca selengkapnya »

Geliat Cinta Pejuang

Satu tahun lima bulan masa karantina di bawah asuhan Sholeh, sosok Yasin tumbuh semakin matang. Bersama Ahmad, kawan seperjuangannya, ia hibahkan diri di jalan Illahi. Usianya memang masih terhitung belia, 15 tahun, tapi semangat juang yang dilengkapi dengan pemahaman dan pengaplikasian dien yang baik membuat Yasin semakin bersinar.

Baca selengkapnya »

Aku tak Pantas

“Ina mungkin berpikiran bahwa Himawan adalah lelaki yang sempurna, perjalanan dakwahnya yang begitu lancar tanpa kendala, berhak mendapatkan wanita yang sama dengan Himawan. Namun Ina tak menyadari, sifat lembut, bertanggung jawab terhadap keluarga, penyayang terhadap makhluk Allah, kesabaran Ina menghadapi masalah, menjadi ketertarikan sendiri bagi Himawan. Bukankah Ina bilang bahwa Himawan pantas mendapatkan yang terbaik, dan yang terbaik bagi Himawan adalah Ina!” teringat kata Mas Ilham menjelaskan.

Baca selengkapnya »

Pejuang Seberang

“Itulah bedanya agama kita. Agamaku mengatur segala hal yang berkaitan dengan hidup manusia mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar. Kamu tahu, dalam agama kami, kami pun diajarkan bagaimana caranya cebok, hehe. Jadi bagaimana mungkin tidak ada aturannya untuk suatu hal yang penting seperti ini. Jika muslim sampai salah dalam hal ini, ini akan menjadi kesalahan kolektif, dosa kolektif. Kami semua bisa kecipratan dosa bila tidak turun memperingatkan.”

Baca selengkapnya »

Perempuan di Kereta

Aku bergeming, kemudian dia melanjutkan ceritanya. Dia asli Jakarta dan juga sedang kuliah S2 di salah universitas negeri di Jakarta, datang ke Bandung untuk menemui seseorang yang katanya penting baginya. Sebut saja nama perempuan ini Chelsy dan seseorang yang penting baginya itu bernama Angga. Chelsy dan Angga dulunya satu kampus dan satu kelas ketika masih kuliah S1 di Jakarta. Sejak semester dua, mereka berkomitmen untuk menjalin hubungan yang menurut mereka lebih serius dan hubungan itu berlanjut hingga kejadian yang terjadi beberapa jam lalu mengakhiri semua yang pernah mereka rajut.

Baca selengkapnya »
Organization