Home / Pemuda / Cerpen

Cerpen

Arti Ilmu dari Sang Guru

Ilustrasi. (legend.az)

“Tidak usah dipikirkan kata Pak Tanggo. Dia tidak tahu bahwa guru itu kerja paling mulia, dari ustadzah akan lahir pemimpin yang tidak hanya berkuasa, tapi juga bijaksana. Tidak hanya pandai menjaga negara, tapi juga rajin beribadah pada Allah semata. Bukan kah begitu arti semua ilmu yang ustadzah ajarkan?” Darsini mengangguk membenarkan tiap kata Pak Imam, diseka matanya yang masih lembab. Maka dalam hati Ia berkata “Memang demikianlah harapan guru sebenarnya, bukan sebaliknya”

Baca selengkapnya »

Membunuh Kebisuan

Ilustrasi. (Foto: tribunnews.com)

Kini aku telah berhasil menghancurkan tembok keminderanku dalam berbicara di depan publik. Hampir setiap hari aku diundang untuk menjadi pembicara dalam berbagai seminar mengenai public speaking. Tak ada usaha yang sia-sia jika kamu ingin berubah lebih baik. Tuhan tak akan diam saja dengan segala usaha kerasmu.

Baca selengkapnya »

Gidang Melenggang

Ilustrasi. (Foto: inet)

Kami menang pikirku, yah kami menang. Kami yang berhak mewakili kecamatan batu ampar di laga kabupaten april nanti. Lebih dari itu ini satu satunya wakil dari dusun penempatanku. Sekolah penempatanku. Artinya ini akan menjadi bukti kalau SDN 18 Batu Ampar layak diperhitungkan paling tidak ditingkat kecamatan. “Alhamdulillah” bisikku. Di depan menanti kompetisi yang sebenarnya. Dalam pada itu aku bersyukur. Gidang melenggang.

Baca selengkapnya »

Nasihat Kokom

Ilustrasi. (Foto: rawmavy.deviantart.com)

“Jika itu menjadi jalan keridhaan Allah, kenapa aku harus merasa sakit? Kau, berhati-hatilah dalam menjemput jodohmu. Mintalah Allah selalu membimbingmu. Dan selalu ingat, menikahlah karena Tuhanmu, agar kau kuat menghadapi badai rumah tanggamu. Dan jangan kau terlalu mencintai pasanganmu, karena itu akan menjadikanmu merasa sakit menerima ketetapan Tuhan untukmu. Sebaik-baik cinta, hanya cinta kepada Tuhanmu"

Baca selengkapnya »

Perjuangan Hidup Janitra

Ilustrasi. (salamstock.com)

Kini, suamiku telah mengerti akan arti emansipasi wanita, memahami betul bahwa wanita pula memiliki hak yang sederajat dengan lelaki. Setelah aku memberikan seluruh uang hasil jerih payahku sebagai editor dan penulis buku selama lima tahun terakhir ini untuk melunasi hutang suami terhadap perusahaan. Dalam buku-buku yang telah aku terbitkan tak satu pun tertulis namaku, hanya satu huruf yaitu “J” yang amat membingungkan para pembaca. Semua ini demi merahasiakannya kepada suamiku. Namun saat ini aku tidak hidup dengan belenggu harus merahasiakan pekerjaanku lagi dari suami. Sekarang dia sangat mendukung karir dan pekerjaanku. Aku berhasil menggapai impian-impianku yang telah lama bergelantungan.

Baca selengkapnya »

Kepergian Fatimah

Ilustrasi (inet)

Fatimah bukan hanya aku yang merindukannya, bukan hanya aku yang mendambakannya tapi kami semua mencintainya, merindukannya dan menyayanginya karena allah. Dan karena cinta itulah kami ikhlas dengan kepergiannya menuju kecintaan ilahi yang abadi. Gadis kecil Kaulah bidadari Yang akan selalu menerangi Semua masa yang akan kulewati.

Baca selengkapnya »

Yaa Rabbi, Ini Jihadku

Ilustrasi. (inet/hdn)

Umat ini membutuhkan pejuang yang benar-benar berjuang, pembela kebenaran yang tak gentar mati, saling berebutan menjadi garda terdepan dalam menegakkan Islam, perempuan dan laki-laki mempunyai kewajiban yang sama dalam hal membela Islam hanya saja punya metode yang berbeda dan memiliki prinsip masing-masing, bukan Aku ingin dipuji disanjung bahkan diabadikan dalam sejarah nanti, namun semata-mata Aku lakukan karena Ilahi.

Baca selengkapnya »

Dokter Shalih

Ilustrasi (inet)

Dokter shalih kini bukan hanya sekadar bayang-bayang semu dan cerita hayalan bagi Zahra namun, Dokter shalih itu telah ada dan nyata untuknya. Jika dulu dokter shalih hanya gurauan semata, sekarang ini dokter shallih menjadi dokter idaman semua wanita. Zahra telah bahagia dengan dokternya, dan Amna bahagia dengan keluarga kecilnya yang dilengkapi Aisyah, dan Yuni bahagia dengan penantian menanti kelahiran anak pertama, sedangkan Risa bahagia menyongsong hidup baru bersama suami tercinta, dan aku masih bahagia dalam penantian menjemput janji ilahi.

Baca selengkapnya »

Ramadhan yang Berbeda

Ilustrasi. (marufclub.com)

Bagai sebuah wujud penolakan yang nyata, kondisi mama yang tadinya sempat stabil tiba-tiba drop. Perawat yang melihat segera memanggil dokter, kami menunggu di depan ruangan sambil terus berdoa yang terbaik untuk mama. Dan Allah memberikan yang terbaik, mama harus menjemput pinangan sang izra’il tepat sehari menjelang ramadhan. Tangis itu menemani hari-hari menanti ramadhan. Bayangan mama manyiapkan makan sahur, membangunkan sahur, dan memasak hidangan berbuka hanya tinggal kenangan. Dan untuk pertama kalinya ramadhan ini terlewat tanpa ada mama, ramadhan yang benar-benar berbeda tanpa mama.

Baca selengkapnya »