Home / Pemuda / Cerpen

Cerpen

Aku, Kamu, dan Sepucuk Surat dari Masa Lalu

Ilustrasi. (telltalecreations.com)

Aku masih memegang sepucuk surat dari dalam amplop berwarna hijau tosca yang kutemukan terselip di dalam sebuah bukuku yang kusimpan bersama dengan barang-barang pindahan lainnya di antara kardus yang berserak, karena kami baru saja pindah dari pondok indah mertua ke rumah milik kami. Pikiranku terbang melayang menembus batas waktu yang telah lalu. Aku tersenyum mengingat romantisme malam itu. Indahnya. Meski kala itu aku malu-malu menuliskan surat itu. Surat yang belum sampai ke tangan yang dituju.

Baca selengkapnya »

Sebuah Nama

Ilustrasi (donna.fanpage.it)

Aku hanyalah seorang tunacinta. Rela menanggalkan izzah sebagai muslimah, hanya agar bisa dinikahi oleh lelaki pujaan hati. Lelaki yang ketika namanya ku dengar, mampu membuat degub jantungku berdebar. Aku hanyalah seorang tunacinta. Kuabaikan kecemburuan Rabb-ku. Kuabaikan ilmu ku tentang hakikat hubungan lawan jenis. Ku abaikan nasehat yang pernah kuutarakan kepada binaanku, bahwa tiada yang namanya komitmen sebelum pernikahan. Kuabaikan nasehat dari murrobiahku. Kuabaikan semua yang aku tahu tentang; HIJAB!

Baca selengkapnya »

Lingkaran Cinta

Ilustrasi. (ummunashrullah.blogspot.com)

Umi Eneng terus saja melanjutkan pembicaraan kepada kami, sedangkan di antara kami tak ada satu pun yang mau memberitahukan yang telah terjadi. Akhirnya salah seorang dari kami angkat bicara dengan nada yang gemetar, “Umi, tapi kita udah foto tanpa jilbab.” Bahu beliau langsung melorot dengan sorot mata yang redup serta tak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Kami dapat menangkap sebuah perasaan kecewa dari sikap beliau yang seperti itu. Entah sejak kapan air mata ini mengalir. Merasa kami belum dapat istiqamah dengan pilihan menutup aurat. Tak lama, beliau berkata, “Tidak ada kesalahan yang terulang dua kali solehah, karena yang kedua kali tersebut bukanlah kesalahan tetapi pilihan.”

Baca selengkapnya »

Aku Rindu, Tapi Malu

Ilustrasi. (elementaryos-fr.org)

Bisa terbayang wajah ketika kau mengucapkan kata itu, dengan wajah manja memelasmu membuatku tak bisa berkata, hanya menghela nafas saja. rasa riduku sering kali memuncak, tapi Aku malu untuk mengakui, aku berharap sebaliknya kau juga merinduku, sehingga meluangkan waktu untuk meneleponku, tapi lebih sering aku yang terlebih dahulu menghubungimu. Tidak apalah, tidak penting siapa yang lebih dahulu menelepon, yang jelas aku selalu merindu kepulanganmu.

Baca selengkapnya »

Ya Allah, Mutiara-Mu Tidak Pernah Berhenti Bersinar

Ilustrasi. (addinie.wordpress.com)

Masa-masa itu akan menjadi kenangan tak terlupakan bagiku. Usiaku kini sudah tujuh puluh tahun. Bidadariku yang selama ini selalu meneguhkanku, menenangkanku dan selalu mebersamaiku ketika suka dan duka telah tiada. Begitu indah Allah memanggilnya dengan tersenyum saat sujud shalat tahajud berjamaah. Aku memang sangat kehilangan, tapi di sana Allah mengajarkan bahwasannya makhluk dan dunia ini adalah fana. Cukuplah Allah yang menjadi teman sejati kita.

Baca selengkapnya »

Akhir Dari Sebuah Awal

Ilustrasi. (helenfrost.com.au)

“Apa Pak Bayu akan kembali?” ibu ibu lain menimpali Wargaku mulai merasa kehilangan Bayu yang hampir selesai masa tugasnya. Tanpa Bayu siapa yang akan peduli dengan warga desa pesisir pantai ini, siapa yang akan beri anak anak alat sekolah, siapa yang akan datangkan sapi qurban kesini dan siapa yang akan mengurus paud dan berderet siapa siapa lainnya. “In Syaa Allah jika ada kesempatan lagi”

Baca selengkapnya »

Murabbiku Adalah Calon Mertuaku

Ilustrasi. (kawanimut)

Tak lama kemudian Ustadz menghampiri Hamdani dan mengajaknya masuk. Mereka berdua langsung duduk di ruang tengah dan memulai mentoringnya. Namun isi mentoring ini kembali lagi berbeda dengan biasanya. Isi mentoring ini sangat mencengangkan. Seperti ini dialognya “Akh, setelah antum kemarin bercerita tentang kegalauan antum. Ane sebagai murabbi antum merasa punya tanggung jawab lebih. Ane punya satu putri seumur-an antum. Namanya Husnul Khotimah (akhwat yang diidam-idamkan Hamdani). Gimana kalau ane minta antum nikahin putri ane yang ini? “

Baca selengkapnya »

Putus Asanya Pohon Gorgot

pohon-meranggas

Dari dalam pohon mereka melihat pemandangan neraka dimana-mana termasuk rumah mereka baru saja dihujam oleh roket. Mereka mulai kehilangan harapan, stress, dan penuh dengan putus asa. Mereka mulai berfikir untuk bunuh diri sebagai yahudi dari pada mati dengan roketnya orang-orang muslim. Sebuah tali tergantung di batang pohon gorgot, Gross dan Elsa mulai memasangnya di leher mereka masing-masing. Keputus asaan sudah menyelimuti jiwa mereka sehingga bunuh dirilah sebagai pilihan hidup, padahal tak satu pun roket yang menyasar ke arah mereka.

Baca selengkapnya »

Suamiku Bukan Jodohku

Ilustrasi. (Facebook.com)

“Sabar nak, langkahmu sudah benar. Percayalah kamu akan bahagia tanpa dirinya. Kau layak bahagia, lepaskan semua kegundahan hatimu. Kosongkan dan ikhlaskan anakku”. Ibupun meneteskan air matanya. Dia mengelus lembut rambutku. Aku mengajukan cerai beberapa hari setelahnya. Aku sangat mencintai abang. Bahkan hingga aku memutuskan untuk berpisah dengannya. Sampai saat ini aku tak bisa melupakannya. Ternyata suamiku bukanlah jodohku.

Baca selengkapnya »