Home / Reni Marlina

Reni Marlina

Reni Marlina
Reni Marlina, kelahiran Garut 03 mei 1997 sekarang duduk di bangku kuliah semester 3 dengan jurusan Perbankan Syariah di STEI SEBI. motto hidup Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. "Teruslah berada dalam barisan ini, Barisan Peradaban Ekonom Rabbani"

Menulis Artikel di Media Massa

So, buat kamu yang hobi nulis baca jangan ragu-ragu buat nulis di media massa. Percaya diri apa yang kamu tulis. Jangan sampai karya mu hanya tersimpan di laptop dan gadget mu saja. Yuk mulai nulis! Biar ranah dakwah kita semakin luas lagi. Niatkan menulis untuk berdakwah. Keep Writing.

Baca selengkapnya »

Optimalisasi Industri Kreatif dalam Pembangunan Berkelanjutan

Industri Kreatif mampu menjamin produksi yang ada di zaman sekarang melalui kreativitas dan inovasi. Namun, pada dasar nya penerapan Industri Kreatif juga memerlukan proses yang tidak mudah. Tahapan proses yang baik dalam pengembangan juga perencanaan. Industri Kreatif yang saat ini sedang banyak digandrungi kaum muda, adalah berwirausaha. Dimana, memanfaatkan sumber daya manusia dengan skill yang di miliki, para pengusaha di luar sana mampu memberikan lapangan pekerjaan demi kesejahteraan khalayak.

Baca selengkapnya »

Outlook Ekonomi Syariah dalam Menghadapi Tantangan Global

Ekonomi syariah menjadi salah satu perbaikan perekonomian bangsa. Di Negara Indonesia ekonomi syariah sudah mulai banyak di kalangan masyarakat menengah atas. Meskipun pada realitas saat ini ekonomi syariah masih jauh dalam peradaban. Dukungan atau support dari berbagai instansi atau lembaga, sudah mulai membuka peluang untuk Peradaban Ekonomi Syariah ke Depannya. mulai dari Lembaga Perbankan, yang di namai dengan “Perbankan Syariah” yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan meskipun hanya beberapa persen dari bank konvensional.

Baca selengkapnya »

Aku bukan Perempuan Berkhimar Rebah

Hijrah nya seseorang pada proses. Dan istiqamah lah tombak nya. Terus perbaiki, Istiqamah. Tak ada kata terlambat untuk berubah, terus berusaha. Allah tidak akan merubah suatu kaum sampai kaum itu merubah nya, begitu tegas dalam Al-Qur’an. Cintai sang pemilik hati, karena semua akan terasa tenang jika kita sudah Cinta.

Baca selengkapnya »

Mengapa Saya Harus Menulis?

Melihat kilas balik diatas. Membuat saya semakin bergetar dan semakin termotivasi. Bahwa saya tidak boleh berhenti menulis. Karena dengan satu tulisan saja, bisa sampai kemana-mana. Sebagai aktivis dakwah kampus. Dakwah bukan hanya di kampus saja, namun harus sampai kemana-mana. Dengan keterbatasan interaksi langsung dengan masyarkat. Tulisan kita yakin sampai pada mereka yang membutuhkan. Keep writting.

Baca selengkapnya »

Dalam Istikharah Kutemukan

Tak ada yang sulit di dunia ini, asal kita mau berusaha dan menjadikan semua itu sebagai tombak pendewasaann kita yang lebih baik. Sangat di sayangkan dan menyesal, dulu saya hanya bisa bersedih dan menyendiri saat saya di hadapkan pada masalah besar. Sekarang semua nya terasa menjadi lebih baik karena Dalam Istikharah Kutemukan...

Baca selengkapnya »

Satanic Finance

Mungkin jika bukan karena tuntutan saya tidak akan membaca buku yang luar biasa ini. Begitu banyak ilmu tentang perekonomian negeri ini dari yang tadi nya tidak tahu menjadi tahu dan menggetarkan diri ini untuk memperbaiki perekonomian negeri yang bobrok ini dengan adanya kapitalis yang menjerumuskan kita kedalam lingkaran penganut setan!

Baca selengkapnya »

Melawan Skeptisme di Kampung Buta Huruf

Sikap skeptis yang berdampak buruk pada suatu kemajuan daerah sangatlah di sayangkan. Terutama di kampung Cendut ini yang memiliki sumber daya alam yang terbilang cukup memadai, perhatian pemerintah yang sudah mulai menunjukkan kepeduliannya. Hanya saja, kesadaran pada diri masyarakat itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Dalam artian ada tahapan-tahapan yang harus di lalui. Sebagai anak daerah dari kampung tersebut, saya merasa miris dan sedih. Ternyata di daerah saya sendiri masih banyak masyarakat yang awam akan pendidikan karena sikap skeptis yang sudah mendarah daging sejak dulu. Semoga dengan banyak nya dukungan dari masyarakat luar dapat menumbuhkan kembali sikap keterbukaan masyarakat kampung Cendut terhadap Pendidikan.

Baca selengkapnya »

Saya, Tersesat di Jalan yang Benar

Jadi ingat masa dulu, saya keukeuh buat sekolah ke negeri tapi nyata nya saya masuk pesantren. Dan dari sana lah perjuangan saya yang sesungguh nya. Saya bisa menemukan diri saya yang sesungguh nya. Meski dulu saya selalu buat kecewa orang tua, tapi saya selalu nitip pesan sama si amat untuk selalu saying sama orang tua dan jangan buat orang tua itu nangis karena kita. Benar, saya sangat sangat menyesal dulu telah mengikuti keinginan yang tanpa jelas arah dan tujuannya. Tanpa saya memperhatikan orang-orang di sekitar saya yang benar-benar mencintai dan selalu mensupport saya dari belakang. Mulai dari mamah, bapak, teteh dan semua pihak pesantren yang telah membuat saya mampu berkontribusi pada masyarakat. Memberikan sedikit ilmu yang saya dapat kan dan saya syiarkan di kalangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca selengkapnya »