Home / Arsip Kata Kunci: tangan

Arsip Kata Kunci: tangan

Saat Sujud, Dahulukan Lutut atau Tangan?

Ibnul Qayyim mengatakan: Dahulu Rasulullah ﷺ meletakkan lututnya sebelum tangannya, kemudian tangannya, lalu diikuti dengan keningnya dan hidungnya. Inilah yang shahih yang diriwayatkan oleh Syarik dari ‘Ashim bin Kulaib dari ayahnya, dari Wail bin Hujr, dia berkata: “Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, jika dia sujud dia meletakkan lututnya sebelum tangannya, dan jika dia akan bangkit, dia mengangkat tangannya sebelum lututnya. Dan tidak ada riwayat yang bertentangan dengan apa yang dilakukannya itu.” Selesai.

Baca selengkapnya »

Tangan Kanan KUA

Abah Masli, begitulah biasa orang memanggilnya. Seorang anggota P3M, pegawai KUA (Kantor Urusan Agama) yang menjadi tangan kanan KUA di tingkat desa. Tugasnya sebagai penghulu telah banyak menikahkan pemuda dan pemudi yang ingin melengkapkan setengah agamanya. Yang membuat aku tercengang, Abah Masli ini telah 29 tahun menikahkan warga di kampungnya, telah puluhan bahkan bisa dikatakan ratusan pasangan yang ia nikahkan. Bahkan, dari ayah hingga cucu dalam suatu keluarga tersebut ia yang menikahkannya. Sungguh suatu hal yang sangat mengagumkan.

Baca selengkapnya »

(Video) Hadits: Ketika Bersin Tutuplah dengan Tangan; Hasil Riset MIT: Bersin Dapat Cemari Satu Ruangan

Hasil studi menemukan bahwa butiran air yang lebih kecil yang dihasilkan dari batuk dan bersin dapat melakukan perjalanan 5 sampai 200 kali lebih jauh dari perkiraan sebelumnya oleh para peneliti lainnya. Bahkan butiran air kecil tersebut sering kali dapat berada di udara cukup lama hingga dapat mencapai alat ventilasi udara pada sebuah ruangan. Dengan kata lain, sebuah bersin berpotensi dapat mencemari satu ruangan.

Baca selengkapnya »

Tempe di Tangan, Sate Dalam Khayalan

Lebih nikmat makan berlauk tempe tapi kenyataan, daripada makan berlauk sate tapi hanya dalam angan. Tak dilarang kita untuk berangan, bermimpi dan merencanakan masa depan, tapi janganlah lupa untuk bersyukur dan menikmati masa sekarang. Nikmati yang ada, jangan mengkhayalkan yang tidak ada, karena yang seperti ini justru sering menjadi pemicu rasa kecewa, yang jika tak segera dibenahi akan membuat hati (semakin) tersiksa.

Baca selengkapnya »