Home / Arsip Kata Kunci: Allah

Arsip Kata Kunci: Allah

Biar Dia yang Menjamin

Pernah juga, semasa SD, ia diasuh oleh seorang guru Taman Pendidikan Alquran. Ia tinggal bersamanya. Pernah juga ia diasuh seorang dokter. Ia jalani segala lika-liku dalam hidupnya. Sebab ia yakin, selalu ada Allah sebagai penolongnya. Sebab ia yakin, selalu ada Allah yang melindunginya. “Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir. Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.” Doa yang selalu menjadi senjatanya.

Baca selengkapnya »

Akibat Media Sosial, Ukhti Semakin Jauh dengan Allah

Bisa jadi kau suka dengan status kamu yang bernuansa islami, foto profil kamu yang berlatar belakang lafadz tauhid, tetapi apakah kamu tahu apabila Allah tidak menyukainya akibat niat kamu yang tidak Allah suka. Sesuatu itu berasal dari niat, apabila niat masang foto profil untuk dipuji “Subhanallah Ukhti”. Maka kau akan semakin jauh dengan Allah. Oleh karena itu, pandai-pandailah menggunakan pisau yang tajam. Maksudnya adalah sekarang ini zaman semakin maju, semakin modern bila kamu tidak pandai mengendalikan zaman maka zamanlah yang akan mengendalikan kamu

Baca selengkapnya »

Mensyukuri Rezeki Allah SWT

Abi dan ummi, salah satu amalan pembuka rezeki adalah shalat dhuha. Seperti sebuah hadis yang saya kutip sedikit, di sana menjelaskan “.... laksanakan untukku empat rakaat di awal siang, aku akan cukupi dirimu dengan shalat itu di akhir harimu” (HR. Ahmad 17390) inilah salah satu keutamaan shalat dhuha, namun jika tendensi melaksanakan shalat dhuha tersebut untuk dunia saja, untuk melancarkan rezeki berarti shalat tersebut dikerjakan bukan murni karena mengharap ridha Allah, akan tetapi untuk esensi yang lainya.

Baca selengkapnya »

Ternyata, Allah Lebih Mencintainya

Aku bersyukur kepada Allah, karena Istriku telah melewati masa kritisnya, dan kini dengan senyumnya yang aku tau ia merasa sakit, namun ia tetap memberikan senyum terbaiknya kepadaku, mulutnya bergerak. Namun aku tak mendengar suaranya, ia memejamkan mata sambil tersenyum, aku pikir ia hanya tertidur, ternyata Allah begitu mencintainya, Allah ingin segera bertemu dengannya.. Ya Allah, aku ikhlas karena-Mu.

Baca selengkapnya »

Jurai Kata

Lepaskanlah beban yang memundaki di penghidupanku Ikhlaskanlah aku menerima ketentuan-Mu demi kebaikanku Istiqomahkan segala bentuk pengharapan baik dalam ujung doaku Ringankan segala jalan untuk menggapai ridha-Mu Jadikan hamba-Mu ini insan yang diliputi kesabaran tak bertepi Seperti kehendak-Mu yang tak berujung dan terganti

Baca selengkapnya »

Ketenangan yang Kita Cari

Ibadah! Itulah sebentuk perwujudan bahwa kita ingat pada-Nya. Ketenangan hati itu ada dalam amalan-amalan kebaikan yang kita kerjakan. Ketenangan itu ada pada membaca Alquran, mentadabburi makna, dalam sedekah, puasa, dzikir, membaca buku, membicarakan/ menyampaikan kebaikan, dan shalat. Ya shalat sebagai tiang agama... Ketenangan itu ada dalam rakaat yang kita kerjakan dengan penuh kepasrahan total dan penuh ketunduhkan. Ketenangan itu adalah rakaat di mana kita keluar dari pintu dunia dan mangetuk pintu-Nya untuk meluapkan segala perasaan. Ketenangan itu adalah rakaat di mana kita menjatuhkan beban yang memberatkan pundak dalam rukuk, dan kita melepaskan beban yang memberatkan kepala (pikiran) dalam sujud. Itulah ketenangan.

Baca selengkapnya »

Amanah

Bahkan jika menurutmu, kamu tidak pantas mengemban amanah itu, jika Allah berkata itu yang terbaik untuk membuatmu jadi lebih baik. Maka amanah itu akan diberikan padamu.. Allah Maha Tahu, sedangkan kamu tidak. Ini bukan lagi tentang manusia dengan manusia. Tetapi manusia dengan pencipta-Nya, Allah. Siapkan ikhtiar tertotal yang kamu miliki.. Siapkan pertanggungjawaban terbaik yang kamu miliki.

Baca selengkapnya »

Zaida, Mas Mencintaimu Karena Allah

“ Selamat ulang tahun yang ke-dua puluh satu, ya Khumairaaaaaa,” ucap Ali bersemangat. Diberikannya sebuah boneka Teddy Bear warna cokelat, boneka yang diam-diam sudah sangat lama diinginkan Zaida semenjak SMP. “ Terima kasih Mas Ali.” Butiran hangat menetesi pipi. Haru. Zaida memeluk erat suaminya. Aku akan belajar mencintaimu, Mas, batinnya. Syukur tak terhingga ia panjatkan kepada Allah Maha Cinta atas segala cinta.

Baca selengkapnya »
Organization