Home / akhizr

akhizr

Mujahid Pena

Renungan di Akhir Ramadhan

Barangkali di antara hikmah-Nya bahwa ramadhan tak lama adalah agar jiwa senantiasa setia dan merindukan ia kembali tiba. Sungguh, hakikat cinta bukan semata perasaan bahagia ketika hendak bersua, tapi juga perasaan duka ketika hendak berpisah dengannya. Dan sejatinya cinta ialah yang tak ingin melewatkan sedetikpun waktu berlalu tanpa membersamai yang dicintai di hari-hari terakhirnya.

Baca selengkapnya »

Ketenangan yang Kita Cari

Ibadah! Itulah sebentuk perwujudan bahwa kita ingat pada-Nya. Ketenangan hati itu ada dalam amalan-amalan kebaikan yang kita kerjakan. Ketenangan itu ada pada membaca Alquran, mentadabburi makna, dalam sedekah, puasa, dzikir, membaca buku, membicarakan/ menyampaikan kebaikan, dan shalat. Ya shalat sebagai tiang agama... Ketenangan itu ada dalam rakaat yang kita kerjakan dengan penuh kepasrahan total dan penuh ketunduhkan. Ketenangan itu adalah rakaat di mana kita keluar dari pintu dunia dan mangetuk pintu-Nya untuk meluapkan segala perasaan. Ketenangan itu adalah rakaat di mana kita menjatuhkan beban yang memberatkan pundak dalam rukuk, dan kita melepaskan beban yang memberatkan kepala (pikiran) dalam sujud. Itulah ketenangan.

Baca selengkapnya »

Sebelum Ramadhan Pergi

Bila sudah dekat waktunya untuk berpisah, seseorang yang tulus pasti ingin terus bersama yang dicintai dan ingin selalu "berinteraksi". Ia ingin setiap detik waktu yang ia miliki dapat ia curahkan sepenuhnya untuknya. Ia ingin selalu meninggalkan kesan yang baik agar memiliki "kenangan berharga" selagi bersama. Begitulah sebuah pengibaratan, yaitu mereka para pecinta Ramadhan bila sudah tiba di penghujung bulan.

Baca selengkapnya »

Ramadhan Kembali Berkesan

Masih lekat dalam ingatan potret Ramadhan tahun lalu. Ramadhan yang diwarnai bercak darah ikhwan Mesir yang berjuang mempertahankan kehormatan dan hak mereka dari rampasan pasukan kudeta. Kembali kali ini sumber "warna" tidak pula berbeda dari negeri sebelumnya, karena masih merupakan negeri yang mulia, negeri para anbiya; Palestina.

Baca selengkapnya »

Mecintai Ramadhan dengan Jujur

Ia banyak melakukan aktivitas sia-sia untuk membunuh waktu yang padahal sangatlah berharga. Seakan inti Ramadhan tak lebih dari sekedar makan ketika sahur dan berbuka. Jika sudah demikian, apakah benar pengakuannya mencintai Ramadhan sedangkan ia sama sekali tak menghargainya?

Baca selengkapnya »

Kondomisasi: Kampanye Sesat, Kampanye Bejat

Propaganda sesat ini seperti sengaja memelihara budaya seks bebas di kalangan generasi muda. Tersirat dari apa yang disampaikan oleh Kemal Sirega selaku Sekretaris KPAN, bahwa PKN memiliki efektivitas yang baik, terutama untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya penggunaan kondom. Sungguh ironis.

Baca selengkapnya »

Jadilah Pionir Dakwah!

Apabila yang dibicarakan adalah dakwah, maka kalimat "dengan atau tanpa kita, dakwah ini akan tetap berjalan" adalah tepat. Karena tabiat dakwah yang berkesinambungan dan akan terus berjalan hingga dakwah sampai ke tujuannya (kemenangan). Akan tetapi bila yang dibicarakan adalah para aktivis, maka kalimat tersebut menjadi bermakna sindiran.

Baca selengkapnya »

Adab BerKeadilan Menyikapi Ujian

Yang kita tahu, kebatilan tak akan pernah puas dan berhenti menerjang kebenaran. Ia (kebatilan) tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan dan menyukai apa yang menyusahkan pada kebenaran (Q.S. Ali-Imran: 118). Bak badai yang terus melanda hingga akhirnya bahtera dapat merapat ke tepian kemenangan.

Baca selengkapnya »

Dakwah Kampus, Dakwah KITA!

Gambaran kehidupan masyarakat kampus yang juga memiliki perilaku sosial, politik, dan kebudayaan menjadikan dunia kampus layak disebut sebagai sebuah miniatur negara. Karena keberadaan mahasiswa yang merupakan elemen utama dunia kampus -meliputi segala aktivitas dan interaksinya- dapat memberikan pengaruh pada perubahan sosial di kehidupan masyarakat.

Baca selengkapnya »

“Jihad” nya Pejuang Liberal

Di setiap pemberitaan tentang syariat Islam, endingnya selalu bisa ditebak; media-media sekuler heboh dengan pemberitaan yang menyudutkan ulama dan syariat. Tentu saja tanggapannya seragam (menolak syariat), karena media tidak bertanya kepada ahlinya. Informasi hanya dipungut dari para narasumber penyakitan yang alergi dengan syariat Islam.

Baca selengkapnya »