Home / Cita Verina Rahman

Cita Verina Rahman

Menulislah, maka kamu akan abadi.

Tak Ada yang Tahu

Karena kita manusia. Kita tak tahu. Karena kita manusia. Kita memiliki nafsu. Karena kita manusia. Kita selalu ragu. Tapi Allah tahu semua itu, Allah Maha tahu, ilmu Allah meliputi segalanya. Allah mengatur segalanya. Allah tempat kita kembali, Allah tujuan terbaik, Allah teman terindah, Allah Segalanya.

Baca selengkapnya »

Surat untuk Adik

Kita memang tidak bisa sesempurna Rasulullah SAW, tapi kita bisa berusaha untuk setidaknya menjadi umat yang dirindukan Baginda Rasulullah. Sudah pasti kita akan berbuat salah, dan kita memiliki pilihan untuk bersikap gentle dengan mengakui kesalahan dan mulai membenahinya. Atau bersikap pengecut dengan tidak mau mengakui kesalahan dan menyalahkan orang lain. Adik adik tersayang, percayalah.. Dunia membutuhkan orang-orang gentle yang menjadi solusi dari permasalahan. Kita melaju bersama ya dik, saling mengingatkan, di manapun kamu berada di seluruh penjuru dunia.

Baca selengkapnya »

Bukan Cermin Retak

Hanyalah hati yang bertakwa dengan keimanan yang kiat yang mampu bertahan dari kesedihan. Karena dalam rukun iman, kita sudah berjanji bahwa kita akan beriman pada segala takdir Allah, baik yang mengecewakan maupun yang menyenangkan. Takdir Allah tentu berada di depan kita, jangan sampai kesedihan kita membuat kita melampaui takdir Allah. Ingatlah bahwa ini beban yang sebenarnya adalah anugrah terindah, jiwamu terpanggil untuk menyeru. Jiwamu terpanggil dalam gelisah. Berdoalah padanya untuk menjadikanmu istiqomah dalam dakwah. Sebab hanya denganNya kegelisahan akan menjadi kejernihan.

Baca selengkapnya »

Amanah

Bahkan jika menurutmu, kamu tidak pantas mengemban amanah itu, jika Allah berkata itu yang terbaik untuk membuatmu jadi lebih baik. Maka amanah itu akan diberikan padamu.. Allah Maha Tahu, sedangkan kamu tidak. Ini bukan lagi tentang manusia dengan manusia. Tetapi manusia dengan pencipta-Nya, Allah. Siapkan ikhtiar tertotal yang kamu miliki.. Siapkan pertanggungjawaban terbaik yang kamu miliki.

Baca selengkapnya »

Orang yang Berakal

Jadi, Alam semesta yang terbentang adalah guru. Seluas-luasnya dibuka Allah untuk kita pelajari. Seindah-indahnya ditampilkan Allah bukan hanya untuk dinikmati, tapi diambil filosofi –filosofinya. Makanya derajat orang berilmu lebih tinggi dari yang tidak. Dengan berilmu, kita bisa menjadi orang yang berakal, dengan berakal kita bisa mengingat Allah sambil memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.”

Baca selengkapnya »