Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Iran Sebut Amerika Serikat Bunuh Diri Jika Mulai Perang dengan Teheran

Iran Sebut Amerika Serikat Bunuh Diri Jika Mulai Perang dengan Teheran

Menlu Iran Muhamad Javad Zarif. (Yeni Safak)

dakwatuna.com – Teheran. Menteri Luar Negeri Iran mengatakan sejumlah pejabat di pemerintahan AS ingin memulai perang dengan Iran. Menurutnya, hal itu hanya akan menjadi aksi bunuh diri.

“Rupanya, mereka yang meluncurkan perang AS-Irak pada 2003 bercita-cita untuk memulai perang lain, dan kali ini dengan Iran. Ini berarti bahwa mereka akan melakukan aksi bunuh diri,” kata Mohammad Javad Zarif kepada kantor berita negara Rusia RIA Novosti, seperti dikutip dari kantor berita Anadolu, Kamis (09/05/2019).

Dia mengatakan Teheran tidak menginginkan perang dengan negara mana pun, tetapi jika AS merencanakan bentrokan bersenjata dengan Iran, negara itu akan membela kepentingan nasional dengan seluruh kekuatannya.

Ketika ditanya apakah Teheran akan terus mematuhi Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang secara umum dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran, Zarif mengatakan bahwa Iran memiliki batas kesabaran.

Dia mengatakan jika Uni Eropa gagal membantu Iran menahan sanksi AS, negara itu dapat meninjau kembali perjanjian tersebut.

Salah satu masalah penting saat ini, menurut Zarif, adalah pembentukan Perdagangan Khusus dan Instrumen Keuangan (STFI), sebuah perusahaan yang didirikan Teheran dalam upaya mempercepat pertukaran perdagangan antara Iran dan Eropa.

Sebagai saluran pembayaran khusus Eropa, Instrumen dalam Mendukung Pertukaran Perdagangan (INSTEX) akan mengizinkan transaksi keuangan menerobos sanksi AS.

Zarif mengatakan mekanisme yang mirip dengan INSTEX dapat diimplementasikan dengan negara lain, termasuk Rusia dan Turki.

Menurut dia, Iran masih mampu menjual minyaknya telepas dari adanya sanksi yang diterapkan saat ini.

“Kami akan mampu mengatasi sanksi Amerika. Banyak negara telah menyatakan kesiapan mereka untuk berdagang dengan Iran,” ujar Zarif.

“Iran dan Uni Eropa berada di ambang kesepakatan bahwa, meskipun ada sanksi AS yang bersifat sepihak, akan memungkinkan untuk menjual minyak dan menerima penghasilan darinya,” tambah dia. (whc/dakwatuna.com)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Trump Gelar Buka Puasa Bersama Tanpa Kehadiran Komunitas Muslim

Figure
Organization