Home / Berita / Internasional / Asia / Amerika Serikat Kembali Peringatkan Sekutunya Terkait Iran

Amerika Serikat Kembali Peringatkan Sekutunya Terkait Iran

Trump dan Rouhani. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Washington. Pejabat di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyarankan kepada para sekutunya untuk menghentikan impor minyak Iran pada November mendatang. Washington juga tengah memberlakukan sanksi dan berusaha menghancurkan ekonomi Iran.

Pejabat AS menyebut negaranya mendesak negara-negara, termasuk Cina dan India, untuk menghentikan impor minyak Iran, seperti dikutip Reuters.

Washington tidak berencana membuat pengecualian terkait impor minyak Iran. Pejabat menambahkan, negaranya akan mendorong negara-negara Teluk untuk memastikan pasokan minyak global memadai selama pembatasan minyak Iran.

Pejabat AS itu juga menjanjikan sanksi bagi negara-negara yang tidak menghentikan impor Iran hingga waktu yang ditetapkan.

Pada Mei lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan diri negaranya dari kesepakatan nuklir Iran. Trump juga menjanjikan sanksi terberat kepada Teheran.

Washington kemudian memberi sanksi pada sejumlah perusahaan dan individu Iran. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Benarkah Erdogan Minta Bantuan Ekonomi ke Merkel? Ini Jawaban Menteri Jerman